Air Kembali Mengalir, Harapan Warga Aceh Tenggara Bangkit Lewat Irigasi Lawe Harum

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:03 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Kutacane – agaranews.net// Di tengah hamparan sawah yang membentang luas di Kecamatan Deleng Pokhkisen dan Kecamatan Lawe Bulan, aliran air dari Irigasi Lawe Harum perlahan kembali membawa harapan bagi ribuan masyarakat Aceh Tenggara. Gemericik air yang mengalir di saluran irigasi itu kini bukan hanya menjadi sumber pengairan, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi warga desa yang selama bertahun-tahun dilanda kekeringan.

Bagi para petani dan pembudidaya ikan air tawar, Irigasi Lawe Harum bukan sekadar bangunan pengairan biasa. Irigasi itu merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sawah dan kolam ikan.

Setiap musim kemarau tiba, keresahan selalu menghantui warga. Sawah yang biasanya hijau perlahan berubah kering dan retak. Tanaman padi menguning sebelum masa panen tiba, sementara kolam ikan mulai surut hingga membuat banyak pembudidaya kesulitan mempertahankan usahanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemandangan itu sudah lama menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi masyarakat di Deleng Pokhkisen dan Lawe Bulan.

Kini, harapan baru mulai tumbuh seiring berlangsungnya proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan utama Irigasi Lawe Harum yang tengah dikerjakan pemerintah.

Irigasi Lawe Harum diketahui mengairi sekitar 1.050 hektare areal persawahan dan kolam ikan air tawar di dua kecamatan tersebut. Keberadaannya sangat vital karena menjadi sumber utama pengairan bagi masyarakat yang hidup dari sektor pertanian dan perikanan.

Aceh Tenggara sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Provinsi Aceh. Namun dalam beberapa tahun terakhir, produksi ikan disebut mengalami penurunan drastis akibat berkurangnya debit air ke kolam-kolam budidaya milik warga.

Bahkan, tidak sedikit pembudidaya ikan yang akhirnya terpaksa mengubah kolam mereka menjadi lahan persawahan karena kesulitan mempertahankan usaha di tengah minimnya pasokan air.

Di sejumlah desa, aktivitas masyarakat masih terlihat sangat bergantung pada aliran air dari irigasi tersebut. Sejak pagi hari, petani turun ke sawah membersihkan lahan dan memeriksa saluran air, sementara para pembudidaya ikan mulai memperbaiki kolam mereka dengan harapan air kembali mengalir normal.

Warga Desa Lawe Harum, Nurma, mengatakan sebelum adanya rehabilitasi irigasi, petani hanya mampu menanam padi satu kali dalam setahun. Bahkan ketika kemarau panjang datang, banyak sawah mengalami kekeringan hingga terancam gagal panen.

“Dengan dibangunnya kembali Irigasi Lawe Harum, kami berharap pasokan air untuk sawah dan kolam ikan warga kembali normal,” kata Nurma, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, jika air kembali mengalir lancar, maka kehidupan ekonomi masyarakat desa juga akan ikut bergerak dan kembali hidup.

“Kalau air lancar, hasil panen meningkat, buruh tani dapat kerja, kios pupuk ramai, kios pakan ikan juga hidup. Semua ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Salam, petani asal Desa Penampaan. Ia mengaku selama ini masyarakat harus bergotong royong memperbaiki saluran air secara manual menggunakan batu dan karung pasir agar air tetap bisa mengalir ke sawah warga.

“Kami sering memperbaiki saluran air secara bersama-sama supaya sawah tetap bisa ditanami. Kalau air tidak masuk, banyak sawah warga jadi kering,” katanya.

Menurut Salam, rehabilitasi Irigasi Lawe Harum menjadi harapan besar bagi masyarakat yang selama ini hidup dari hasil pertanian.

“Kami berharap pembangunan irigasi ini cepat selesai supaya air benar-benar bisa sampai ke desa dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan utama Irigasi Lawe Harum tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama pada Kewenangan Daerah Provinsi Aceh Tahap II (Paket I) dengan nomor kontrak PB 0201-Bws1 61/1704.

Pekerjaan itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp26,27 miliar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk tiga kabupaten di Provinsi Aceh.

Adapun pelaksana proyek yakni PT Hutama Karya (Persero) dengan konsultan pengawas Agrinas Jaladri. Hingga kini proses pengerjaan masih terus berlangsung di sejumlah titik saluran utama irigasi.

Meski sempat menjadi sorotan dan perbincangan di tengah masyarakat, warga di Deleng Pokhkisen dan Lawe Bulan justru menaruh harapan besar terhadap pembangunan tersebut. Mereka menilai rehabilitasi Irigasi Lawe Harum menjadi solusi nyata untuk mengatasi persoalan air yang selama ini membayangi sektor pertanian dan perikanan di Aceh Tenggara.

Bagi masyarakat desa, keberhasilan proyek itu bukan hanya soal pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan irigasi dianggap sebagai harapan baru untuk masa depan kehidupan mereka.

Di balik gemericik air yang mulai kembali mengalir, tersimpan harapan besar masyarakat agar sawah kembali menghijau, produksi ikan meningkat, dan roda perekonomian desa kembali bergerak maju seperti dahulu. Tim

Berita Terkait

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan
Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Cor Dinding Penahan Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Cor Dinding Penahan Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Babinsa Koramil 0108-07/Semadam Bantu Warga Jemur Padi

Berita Terbaru