Kutacane — agaranews.net// Di salah satu ruang perawatan RSU H. Sahudin Kutacane, suasana siang itu terasa berbeda. Bukan karena hiruk-pikuk aktivitas rumah sakit yang tak pernah berhenti, melainkan karena hadirnya senyum-senyum baru yang perlahan tumbuh setelah sekian lama terhalang keterbatasan.
Beberapa anak tampak berbaring tenang di tempat tidur perawatan. Sebagian masih didampingi erat oleh orang tua mereka. Di wajah-wajah kecil itu terlihat bekas jahitan yang masih segar, namun di baliknya tersimpan harapan besar yang kini mulai menemukan bentuknya.
Harapan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tenggara yang kembali mengunjungi para pasien pasca operasi bibir sumbing dan celah langit-langit (langit-langit bocor), Sabtu (13/6/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sekaligus bentuk kepedulian berkelanjutan terhadap kondisi pasien yang baru saja menjalani tindakan medis.
Satu per satu tempat tidur pasien didatangi. Kapolres bersama Ketua Bhayangkari menyapa para pasien dan keluarga dengan penuh kehangatan. Tak sekadar menanyakan kondisi kesehatan, mereka juga memberikan dukungan moril agar proses pemulihan berjalan lancar.
Di sudut ruangan, seorang ibu tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat melihat perubahan pada wajah buah hatinya. Bertahun-tahun ia menyimpan keinginan agar sang anak mendapatkan kesempatan menjalani operasi. Kini, impian itu mulai terwujud.
Bagi sebagian keluarga, operasi bibir sumbing bukan sekadar tindakan medis. Lebih dari itu, operasi tersebut menjadi pintu menuju kehidupan yang lebih baik. Kesempatan untuk berbicara lebih jelas, makan dengan lebih nyaman, tumbuh dengan rasa percaya diri, hingga berani menatap masa depan tanpa rasa minder.
Momen-momen seperti itulah yang membuat suasana ruang perawatan dipenuhi rasa syukur. Ada senyum yang mulai kembali tumbuh. Ada tatapan mata penuh harapan. Ada pula doa-doa yang terus dipanjatkan agar proses penyembuhan berlangsung sempurna.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri mengatakan bahwa kehadiran pihaknya bukan hanya untuk memastikan hasil operasi berjalan baik, tetapi juga untuk memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga yang sedang menjalani masa pemulihan.
“Kami ingin memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan yang baik hingga proses pemulihan selesai. Semoga hasil operasi ini membawa kebahagiaan bagi para pasien, meningkatkan kepercayaan diri mereka, dan menjadi awal kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Kapolres.
Menurutnya, kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara juga turut memberikan perhatian kepada para pasien dan keluarga. Kehadiran Bhayangkari menjadi simbol dukungan dan kepedulian yang memperkuat semangat para pasien selama menjalani masa penyembuhan.
Bagi keluarga pasien, perhatian yang diberikan menjadi energi tambahan di tengah perjuangan mereka mendampingi anak-anak yang sedang berproses menuju kesembuhan. Sentuhan kemanusiaan yang sederhana itu menghadirkan rasa bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Di balik dinding-dinding ruang perawatan RSU H. Sahudin Kutacane hari itu, sesungguhnya bukan hanya luka yang sedang sembuh.
Ada mimpi yang mulai dirangkai kembali.
Ada rasa percaya diri yang perlahan tumbuh.
Ada masa depan yang kini tampak lebih cerah.
Dan yang paling penting, ada senyum-senyum kecil yang mulai merekah—menjadi tanda bahwa harapan masih terus hidup dan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali bersinar. Ady
































