Teror dan Iming-Iming Yang Mengacam & Menggoda Saat Tekanan Eonomi & Idealisme Sedang Dipertaruhkan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:47 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste

Opini, AgaraNews. Net // Jika kita bisa luput dari rayuan dan dekapan, maka yang harus dihadapi adalah sergapan berikutnya akan disingkurkan, bahkan bisa juga dimusnahkan dengan cara teknik busuk memecah-belah antara sesama kita dengan bebagai model dan teknik yang dimulai dengan mengadu-domba. Karena suasana kegaduhan di negeri kita seperti munculnya berbagai persoalan yang banyak membingungkan. Karena itu, masalah program pemerintah selalu dikesankan salah, kisruh, mulai dari masalah MBG (Makan Bergizi Gratis) seperti menjadi bagian dari “Operasi Kodok” yang diungkapkan Sri Eko Sriyanto Galgendu bisa akan melabrak ke semua arah, sehingga siapa saja dapat menjadi sasaran, tak perli sebagai sasaran, tapi sekedar bisa menjadi sumber kegaduhan, seperti penyiraman air keras terhadap Andri Yunus sebagai bagian dari indikator “Operasi Kodok” yang terstruktur, sistematis dan massif sedang dimainkan oleh sutradara dan aktor serta aktris yang bekelimpahan duit hasil jarahan untuk menguasai konstelasi politik dan kekuasaan di negeri kita.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu sikap sadar dan maeas diri untuk tidak dipecah dan dijadikan obyek adu-domba yang menjadi modus dari sasaran “Operasi Kodok” yang sedang mentas di panggung nasional negeri kita ini, daoat dipastikan akan mengusung agenda berikutnya, untul memulai agenda berikutnya, guna memperoleh posisi yang lebih strategis untuk memenangkan pertatungan politik pada tahun 2029 yang sudah tampak dimulai dengan berbagai cara pencitraan, bahkan serangan grilya terhadap partai politik yang dianggap menjadi pesaing sekaligus direbut anggota sejaligus massa pendukungnya.

 

Maka itu dapat dipastikan cuaca serta suhu politik di tanah air kita akan cenderung memanas, sebab pertarungan untuk memperoleh posisi yang strategis pada tahun 2029 akan semakin marak, ketika uang dari bunker dalam nilai yang besar mulai ditebarkan, seperti air yang menyegarkan saat suhu bumi memanas dalam kondisi ekonomi rakyat yang semakin terhinpit dan tertindas.

 

Artinya dari suasana dan situasi ekonomi yang kalap, maka tingkat kewaspadaan dan sikap kritis rakyat perlu ditingkatkan agar tidak terperangkap seperti kodok yang menjadi mangsa ular berbisa berkepala ganda. Kendati kodrat serta iradat dari yang berasal dari cebong itu hidup di dua alam yang sangat kontras.

 

Pada hakikatnya “Operasi Kodok” akan menciptakan banyaknya korban menjadi tumbal. Sebab hanys dengan begitu persepsi filosofisnya pergantian secara alami dapat memperoleh kesan semacam perubahan alami yang dikehendaki oleh alam. Seakan-akan semacam sunnatullah yang turun dari langit seperti hujan yang sesungguhnya hasil buatan — rekayasa manusia — yang telah menghalalkan segala cara.

 

Setidaknya, sejak dua pekan terakhir Mei 2026, serangan dan teror terhadap media sosial berbasis intermet semakin gencar dan galak, sampai siasat terakhir dengan cara mengganti sejumlah nomor kontak terpaksa dilakukan. Meskipun insinuasi dan teror terus terjadi, hingga tawaran yang menggiurkan semakin agresif dijajakan. Jadi pilihan sikap kita pun perlu dipertangguh supaya dapat lebih kuat dan tak goyah oleh iming-iming yang menggiurkan.(Lia Hambali)

Serpong, 18 Mei 2026

Berita Terkait

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi kelompok Petani, Bentuk Tim Khusus Sengketa 6 Perusahaan HGU dan Siap Kawal Hingga ke Kementerian ATR/BPN
Perkuat Sinergi dan Pengawasan, Direksi-Komisaris PND Tinjau Langsung Kota Mandiri Bekala
Denny F Roza Terpilih Aklamasi, Golkar Aceh Tenggara Siapkan Mesin Politik 2029
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Diminta Evaluasi Jabatan Kepala SMA N 1 Lawe Alas Aceh Tenggara.
Satlantas Polres Karo Gelar Razia Gabungan Operasi Sadar Pajak Kendaraan Bermotor
Perebutan Kursi Ketua Golkar Aceh Tenggara Mengerucut, Tinggal Satu Kandidat
Di Duga Kurang pengawasan Proyek peningkatan ruas Jalan Muara Setulen– Gelombang asal jadi.
Oknum Kepala SDN1 Biak Muli di duga Jual Barang Milik Negara

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi kelompok Petani, Bentuk Tim Khusus Sengketa 6 Perusahaan HGU dan Siap Kawal Hingga ke Kementerian ATR/BPN

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Perkuat Sinergi dan Pengawasan, Direksi-Komisaris PND Tinjau Langsung Kota Mandiri Bekala

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Denny F Roza Terpilih Aklamasi, Golkar Aceh Tenggara Siapkan Mesin Politik 2029

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Diminta Evaluasi Jabatan Kepala SMA N 1 Lawe Alas Aceh Tenggara.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Satlantas Polres Karo Gelar Razia Gabungan Operasi Sadar Pajak Kendaraan Bermotor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Di Duga Kurang pengawasan Proyek peningkatan ruas Jalan Muara Setulen– Gelombang asal jadi.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Oknum Kepala SDN1 Biak Muli di duga Jual Barang Milik Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Berita Terbaru