98 RN : Gejolak IHSG dan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Adalah Serangan Destabilisasi Terkoordinasi

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:11 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta, AgaraNews . Net // Pemrakarsa dan Koordinator 98 Resolution Network Haris Rusli Moty mengatakan, bahwa kita sedang menghadapi sebuah peperangan (warfare) yang dilancarkan secara senyap dan samar. Ia juga menilai gejolak IHSG dan pelemahan nilai tukar rupiah sebagai sebuah serangan destabilisasi terkoordinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika diperhatikan tanda pagar atau tag line #saleIndonesia, #1998redux,  #buangrupiah dan #Indonesiagelap, serta lainnya. Menurut Haris hal ini adalah salah satu bentuk serangan “destabilisasi terkoordinasi” untuk tujuan menggerus kepercayaan publik dan pasar terhadap kebijakan progresif Presiden Prabowo.

“Kampanye destabiliasasi terkoordinasi tersebut untuk mendorong depresiasi mata uang, pelemahan IHSG, dan memicu pelarian modal yang diharapkan dapat menyusutkan cadangan devisa. Mereka terobsesi mendaur ulang peristiwa reformasi 1998, memicu gejolak politik melalui merekayasa guncangan ekonomi,” ujar Hari Rusli Moti dalam keterangan pers, Rabu (9/6/2026) di Jakarta.Haris menjelaskan daur ulang atau redux 1998 saya yakin tidak akan terjadi. Jika tahun 1998 peta geopolitik masih unipolar, ketika itu Amerika jadi penguasa atau matahari tunggal, saat ini sudah multipolar. Di era 1998 lembaga multilateral IMF, World Bank, WTO, sangat berkuasa mendikte kebijakan setiap negara. Saat ini multilateralisme telah diruntuhkan oleh Presiden Donald Trump seiring ambruknya Washington Consensus.

Dia juga mengatakan, ada tiga poros kekuatan yang dirugikan oleh kebijakan progresif Presiden Prabowo. Mereka menurut Haris dipastikan dibalik serangan dan kampanye “destabilisasi” terkoordinasi.

“Menurut kami oligarki serakahnomic nasional yang sangat dirugikan kebijakan Presiden Prabowo. Selain itu, poros korporasi dan aktor multi nasional. Berikutnya, sudah menjadi rahasia umum, salah satu negara tetangga kita, negara kecil yang hidup dan kaya raya dari penampungan uang kotor hasil perampokan kekayaan dan sumber daya alam Indonesia. Negara kecil ini dipastikan sangat dirugikan oleh kebijakan Presiden Prabowo,” ujar Haris.

“Nasib bangsa kita sejak zaman kolonialisme dan imperialisme bentuk lama dulu, selalu saja jadi objek yang dibodoh-bodohi dan diadu domba oleh negara kecil dan korporasi serakah atau kompeni jahat di masa lalu,” sambungnya.

Haris menjelaskan, beberapa kebijakan progresif Presiden Prabowo yang merugikan dan meruntuhkan kekayaan tiga poros serkahnomic tersebut. Diantaranya pembentukan Danantara, kebijakan penyitaan lahan oleh Satgas PKH, kebijakan devisa terkendali sumber daya alam yang wajib diparkir di dalam negeri (DHE) selama satu tahun.

Imbuhnya, pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia, swasembada pangan yang merugikan kartel impor, hingga pemberantasan korupsi dan penyitaan uang dan asset milik kaum serakahnomic.

“Ketika Presiden Prabowo membentuk Danantara untuk memperkuat BUMN mereka intrik sebagai “kapitalisme negara”. Ketika Presiden Prabowo mengamankan kekayaan dan SDA kita dengan kebijakan DHE sumber daya alam, mereka intrik nya sebagai kebijakan yang mendistorsi pasa,” lanjut Haris.

Haris menjelaskan, tiga poros serakahnomic tersebut juga meng-intrik efisiensi dan realokasi APBN untuk lakukan pemerataan kesejahteraan sebagai kebijakan tidak produktif dan “menghamburkan uang”. Di mata mereka, membangun sekolah rakyat, memberi makan bergizi gratis kepada pelajar, membangun kampung nelayan, subsidi pupuk, sebagai kebijakan “bakar anggaran”.

Menurutnya, para pengkritik pemerintah dan kelompok gerakan mahasiswa yang jujur dan independen, juga perlu mencermati secara jernih situasi saat ini. Jangan juga terlalu lugu dan polos dalam menilai situasi saat ini, seakan situasi saat ini semata akibat respon alamiah pasar terhadap kebijakan Presiden atau semata akibat sistemik dari persoalan fiskal dan moneter.

“Kami juga mengakui, tata kelola sejumlah kebijakan program strategis Presiden Prabowo juga belum sempurna. Masih perlu perkuat aspek teknokratis nya. Belum lagi para pejabat kita juga masih belum bisa keluar dari mindset dan kebiasaan lama yang menjadikan jabatan publik sebagai alat mengeruk rente,” tegas Haris.

Namun, sambung Haris, Presiden Prabowo telah menunjukan komitmennya memberantas korupsi dan mencegah kebocoran kekayaan negara. Presiden Prabowo menyampaikan memperkuat KPK, Kejaksaan dan BPKP untuk memburu koruptor.

“Presiden Prabowo bahkan mengajak rakyat gunakan gadget di tangan untuk awasi dan rekam perilaku nakal pejabat,” tutupnya. (Lia Hambali)

Berita Terkait

Perebutan Kursi Ketua Golkar Aceh Tenggara Mengerucut, Tinggal Satu Kandidat
Di Duga Kurang pengawasan Proyek peningkatan ruas Jalan Muara Setulen– Gelombang asal jadi.
Oknum Kepala SDN1 Biak Muli di duga Jual Barang Milik Negara
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla
Polres Aceh Timur Melibatkan Polres Aceh Utara dan Brimob Tangani Persiapan Kericuhan Demo Anarkis
Subuh Keliling Hari Keempat, Kapolres Aceh Timur Ajak Warga Perkuat Kepedulian Keamanan Lingkungan*
Momen mengharukan Bupati Aceh Timur dan Wabup Aceh Timur Saling maaf-memaafkan,(Damai itu Indah)
Babinsa Ciptakan Keakraban dengan Warga Binaan Melalui Komsos

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Perebutan Kursi Ketua Golkar Aceh Tenggara Mengerucut, Tinggal Satu Kandidat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Di Duga Kurang pengawasan Proyek peningkatan ruas Jalan Muara Setulen– Gelombang asal jadi.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Oknum Kepala SDN1 Biak Muli di duga Jual Barang Milik Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bukit Tusam Tingkatkan Patroli K2YD, Sampaikan Sosialisasi Bahaya Karhutla

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Polres Aceh Timur Melibatkan Polres Aceh Utara dan Brimob Tangani Persiapan Kericuhan Demo Anarkis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Momen mengharukan Bupati Aceh Timur dan Wabup Aceh Timur Saling maaf-memaafkan,(Damai itu Indah)

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Babinsa Ciptakan Keakraban dengan Warga Binaan Melalui Komsos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Babinsa Ciptakan Keakraban dengan Warga Binaan Melalui Komsos

Berita Terbaru