Diduga Punya Bekingan, Tambang Batu Ilegal di Desa Telemung Banyuwangi Masih Bebas Beroperasi

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:56 WIB

50108 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Banyuwangi, 29 Mei 2026, AgaraNews. Net  // Aktivitas tambang batu di wilayah Gedor, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, diduga masih berjalan setiap hari meski tidak mengantongi izin resmi. Kondisi ini menimbulkan keresahan warga karena berdampak langsung pada kerusakan lingkungan, kerusakan jalan desa, dan polusi kebisingan yang mengganggu aktivitas harian.

Pantauan di lapangan menunjukkan truk pengangkut batu keluar masuk lokasi tambang tanpa hambatan berarti. Aktivitas bongkar muat dan pengangkutan berlangsung sejak pagi hingga sore, membuat jalan desa yang menjadi jalur utama warga cepat rusak dan berdebu.

“Sudah lama tambang itu jalan, tapi tidak pernah ada tindakan. Padahal jelas-jelas merusak jalan dan lingkungan. Kalau hujan, jalannya jadi licin dan berlumpur. Kalau kemarau, debunya tebal sampai masuk rumah,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Ketiadaan tindakan dari aparat penegak hukum memunculkan dugaan di masyarakat bahwa tambang ini memiliki *“bekingan” kuat*. Warga menilai, jika tidak ada perlindungan dari pihak tertentu, mustahil kegiatan yang diduga ilegal bisa berjalan lama tanpa gangguan.

Selain merusak infrastruktur, warga juga khawatir aktivitas tambang mengancam kelestarian alam di sekitar pemukiman. Beberapa warga mengaku sudah menyampaikan laporan ke perangkat desa, namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret di lapangan.

Pemerhati lingkungan di Banyuwangi menilai kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap tambang ilegal. Menurutnya, jika dibiarkan, praktik seperti ini akan menjadi preseden buruk bagi daerah lain.

“Lemahnya pengawasan dan dugaan adanya bekingan adalah dua faktor utama kenapa tambang ilegal sulit diberantas. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus segera turun tangan. Penertiban bukan hanya soal menutup tambang, tapi juga memulihkan kerusakan lingkungan dan memberikan efek jera,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan runtuh jika pelanggaran yang kasat mata terus dibiarkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah Kecamatan Kalipuro terkait dugaan tambang ilegal di Desa Telemung. Warga berharap ada langkah cepat dan transparan dari aparat untuk menghentikan aktivitas yang merugikan tersebut.

Mereka juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap legalitas izin tambang, serta penelusuran aliran distribusi batu yang diduga keluar dari lokasi ilegal. Jika terbukti melanggar, warga mendesak agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kerusakan jalan desa dan lingkungan yang terus terjadi dinilai tidak bisa ditanggung masyarakat sendirian. Tanpa tindakan tegas, kekhawatiran akan meluasnya kerusakan dan hilangnya kepercayaan publik pada aparat akan semakin nyata..( Lia Hambali/

Liputan : Arif Garuda

Berita Terkait

Polres Aceh Tenggara Terbitkan DPO Bagindo Romi, Kasat Reskrim: Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kabur dari Hukum
Jembatan Modular Sungai Fauro Faete Rampung, Mobilitas Warga Nias Utara Kini Lebih Lancar
Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah
Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim,SE,MAP Pimpin Rakorpem Sampaikan Sejumlah Pesan Penting Dalam Mewujudkan Program Strategis Kinerja OPD Pemko Tanjungbalai Berjalan Optimal
SPMB SMP Negeri 1 Margahayu Berjalan Lancar, Lebih dari 500 Pendaftar Perebutkan 374 Kuota
Melalui Giat Komsos Babinsa Koramil 02/Seunagan Ciptakan Situasi Yang Baik Dengan Warga Binaan
Babinsa Desa Serbajadi melaksanakan gotong royongl dengan Warga Binaan
Tetap jalin silaturahmi Babinsa Koramil 04 Beutong pertebal komsos terhadap Warga Desa Binaannya

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:25 WIB

Polres Aceh Tenggara Terbitkan DPO Bagindo Romi, Kasat Reskrim: Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kabur dari Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:44 WIB

Jembatan Modular Sungai Fauro Faete Rampung, Mobilitas Warga Nias Utara Kini Lebih Lancar

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:32 WIB

Monitoring Dua Kilang Padi di Asahan, Pemko Tanjungbalai Dapati Penyebab Kelangkaan Beras Karena Turunnya Pasokan dan Tingginya Harga Gabah

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:29 WIB

Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim,SE,MAP Pimpin Rakorpem Sampaikan Sejumlah Pesan Penting Dalam Mewujudkan Program Strategis Kinerja OPD Pemko Tanjungbalai Berjalan Optimal

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:05 WIB

Melalui Giat Komsos Babinsa Koramil 02/Seunagan Ciptakan Situasi Yang Baik Dengan Warga Binaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:00 WIB

Babinsa Desa Serbajadi melaksanakan gotong royongl dengan Warga Binaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:56 WIB

Tetap jalin silaturahmi Babinsa Koramil 04 Beutong pertebal komsos terhadap Warga Desa Binaannya

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:53 WIB

Prajurit TNI Plaster Dinding Pancang Beton Pondasi Tali Seleng Jembatan Gantung

Berita Terbaru