Kutacane – agaranews.net//
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forkopimda di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry, Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Pebrian Roza, Sekda Yusrijal ST, para asisten Setdakab, pimpinan OPD, serta puluhan wartawan.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara menegaskan pentingnya membangun komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antara pemerintah daerah dengan insan pers demi mendukung pembangunan daerah.
“Sudah lebih dari satu tahun kami memimpin Aceh Tenggara dan baru dua kali mengadakan kegiatan seperti ini. Di tahun kedua kepemimpinan kami, fokus pemerintah lebih banyak bergerak keluar daerah untuk mencari dukungan demi kemajuan Aceh Tenggara,” ujar Bupati.
Ia mengakui bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan media dan masyarakat. Karena itu, ia berharap insan pers dapat terus memberikan masukan, kritik, maupun saran yang membangun.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari rekan-rekan insan pers. Berikan kritik dan masukan demi kebaikan masyarakat Aceh Tenggara. Masih banyak hal penting yang belum bisa kami lakukan dan kami berharap melalui pertemuan ini dapat ditemukan solusi bersama,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa dirinya telah meminta seluruh kepala OPD agar menjadikan wartawan dan LSM sebagai mitra kerja pemerintah dalam membangun Kabupaten Aceh Tenggara.
Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Pebrian Roza mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang mengundang insan pers dalam forum silaturahmi tersebut.
“Kami mengapresiasi kepala daerah yang telah mengadakan pertemuan bersama insan pers. Mari kita samakan persepsi untuk kemajuan Aceh Tenggara dan bersama-sama mendukung pembangunan daerah,” ucap Denny.
Ia juga berharap adanya jalur komunikasi yang lebih baik antara wartawan dengan OPD, sehingga informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat tersampaikan secara terbuka dan profesional.
Sumardi ketua PWI ceh tenggara menyampaikan
“Kami ingin rekan-rekan wartawan memahami kej jurnalistik dan menjaga sikap profesional. Intinya, hari ini kita bersama-sama mendukung pembangunan Aceh Tenggara,” tambahnya.
Kode Etik Jurnalistik adalah pedoman moral dan profesional yang mengatur perilaku wartawan agar independen, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab terhadap publik ungkapya.
Dalam kesempatan itu, Ketua PWA, Nopal, menyampaikan bahwa fungsi sosial kontrol yang dijalankan pers merupakan bagian penting dalam pemerintahan yang sehat.
“Tanpa sosial kontrol dari pers, pemerintah tidak akan berjalan seimbang. Kritik itu penting demi kemajuan Aceh Tenggara, namun jangan menyerang pribadi karena itu bukan karya jurnalistik,” tegasnya.
Nopal juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kesejahteraan insan pers melalui kerja sama publikasi dan anggaran iklan media.
Senada dengan itu, perwakilan insan pers lainnya, Bulkaini, meminta agar ke depan pemerintah dapat mengadakan pembinaan dan pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan narasumber dari luar daerah guna meningkatkan kualitas wartawan di Aceh Tenggara.
Sementara Noris, salah seorang wartawan yang hadir, meminta agar OPD lebih terbuka saat dikonfirmasi wartawan terkait informasi publik.
“Kami berharap ketika wartawan melakukan konfirmasi, OPD dapat memberikan respons yang baik,” ujarnya.
Selain itu, Noris juga menyampaikan harapan agar pelayanan kesehatan di daerah semakin ditingkatkan, khususnya terkait sistem rujukan pasien dari puskesmas ke RSUD Aceh Tenggara.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung penuh dialog dan diakhiri dengan sesi diskusi santai antara pemerintah daerah dan insan pers sebagai bentuk penguatan sinergi untuk kemajuan Aceh Tenggara.
































