CIWIDEY, AGARANEWS – Pemberitaan mengenai kondisi sarana dan prasarana di SMPN 1 Ciwidey mendapat tanggapan dari pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Ciwidey, Ahmad Rohman Somantri, memberikan klarifikasi terkait sejumlah fasilitas sekolah sekaligus menjelaskan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Saat dikonfirmasi pada Senin, 7 September 2026, di ruang kerjanya, Ahmad Rohman Somantri mengatakan bahwa sejumlah ruang kelas di SMPN 1 Ciwidey telah dilakukan survei oleh pemerintah pusat sebanyak dua kali.
Menurut Ahmad, survei tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses pengajuan program revitalisasi terhadap fasilitas sekolah yang membutuhkan penanganan.
Tidak hanya ruang kelas, ruang perpustakaan yang masuk kategori rusak sedang juga telah dilakukan survei untuk diajukan dalam program revitalisasi.
“Beberapa ruang kelas sudah dilakukan survei oleh pemerintah pusat sebanyak dua kali. Selain itu, perpustakaan yang termasuk rusaks sedang dan berat juga sudah disurvei untuk diajukan program revitalisasi,” ujar Ahmad.
Terkait penggunaan Dana BOS, Ahmad menjelaskan bahwa anggaran tersebut antara lain digunakan untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana ringan di lingkungan sekolah.
Penggunaan tersebut, kata Ahmad, di antaranya untuk memperbaiki meja dan kursi serta mengganti papan tulis yang sudah membutuhkan pembaruan.
“Dana BOS banyak dialokasikan untuk perbaikan kursi dan meja serta penggantian papan tulis,” kata Ahmad.
Selain perbaikan meja, kursi dan papan tulis, pihak sekolah juga melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas lainnya. Ahmad menyampaikan bahwa kondisi lantai yang dinilai sulit dibersihkan akan terlebih dahulu diupayakan untuk dibersihkan.
“Untuk keramik yang sulit dibersihkan, akan diusahakan terlebih dahulu untuk dibersihkan,” jelasnya.
Dengan demikian, penggantian keramik belum menjadi langkah pertama yang dipastikan dilakukan. Pihak sekolah akan melihat terlebih dahulu hasil upaya pembersihan tersebut sebelum menentukan penanganan berikutnya.
Sementara terkait toilet sekolah yang sebelumnya menjadi sorotan, Ahmad menyampaikan bahwa perbaikan telah dilakukan. Coretan-coretan yang sebelumnya terdapat pada bagian toilet juga telah dicat ulang.
Menurut pihak sekolah, penanganan sarana prasarana dilakukan secara bertahap. Fasilitas yang mengalami kerusakan ringan dapat dilakukan melalui pemeliharaan dan perbaikan menggunakan anggaran sekolah, termasuk Dana BOS.
Sedangkan fasilitas yang membutuhkan rehabilitasi lebih besar, seperti sejumlah ruang kelas dan perpustakaan yang masuk kategori rusak sedang, diarahkan melalui pengajuan program revitalisasi kepada pemerintah pusat.
Keterangan mengenai penggunaan Dana BOS tersebut menjadi penting untuk melihat bagaimana anggaran pendidikan digunakan untuk menunjang kebutuhan peserta didik. Terlebih, di tengah masih adanya kebutuhan perbaikan sarana prasarana sekolah, pihak sekolah menyebut sebagian anggaran BOS digunakan untuk perbaikan fasilitas ringan.
Di sisi lain, adanya survei pemerintah pusat terhadap ruang kelas dan perpustakaan menjadi langkah yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap fasilitas yang membutuhkan rehabilitasi lebih besar.
Pihak SMPN 1 Ciwidey menyatakan pembenahan sarana dan prasarana terus dilakukan secara bertahap, baik melalui pemeliharaan internal maupun melalui pengajuan program revitalisasi kepada pemerintah pusat.
Klarifikasi Kepala SMPN 1 Ciwidey tersebut sekaligus menjadi jawaban pihak sekolah atas pemberitaan sebelumnya mengenai kondisi sarana prasarana dan penggunaan Dana BOS di lingkungan SMPN 1 Ciwidey.
( Saipul)


































