Dari Limbah Tempurung ke Pasar Dunia : Briket Kelapa Nusantara Jadi Penyangga Ekonomi UKM Indonesia

LIA HAMBALI

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 21:40 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh : Pengamat Ekonomi Pertanian : Sony Sunarko S. S.Sos, S.H, M.H

Jakarta, AgaraNews.Net  – Siapa sangka limbah tempurung kelapa yang dulu dianggap tak bernilai, kini menjadi komoditas ekspor berkualitas tinggi yang dicari pasar dunia. Briket tempurung kelapa Nusantara perlahan membuktikan diri sebagai penyangga ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku UKM dan petani di daerah penghasil kelapa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat Ekonomi Pertanian Sony Sunarko http://S.Sos., S.H., M.H. menyebut ini sebagai terobosan ekonomi yang selama ini luput dari perhitungan.

“Limbah tempurung kelapa Nusantara Indonesia eksis di pasar dunia dalam bentuk briket berkualitas tinggi. Bahan bakunya berasal dari limbah buah kelapa pilihan, diolah menjadi arang yang dikirim ke Timur Tengah, Eropa, hingga Asia,” ujarnya.

Pasokan bahan baku briket berasal dari pulau-pulau penghasil kelapa terbaik Indonesia. Daerah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Tengah, Maluku Utara, NTT, NTB, hingga Sumatra menjadi lumbung tempurung kelapa berkualitas.

Kunci keunggulannya ada pada usia buah kelapa saat dipanen, sekitar 4 bulan, yang menghasilkan tempurung padat dengan kadar karbon tinggi. Struktur tanah Nusantara yang subur membuat kelapa Indonesia menjadi favorit dunia.

Tak hanya briket, kelapa Nusantara juga diolah menjadi produk pilihan lain seperti tepung kelapa DC, CNO, air kelapa, bungkil, dan turunannya. Semua produk berjenis food grade dan diekspor ke China, Eropa, dan Timur Tengah. Menariknya, ekspor besar-besaran ini tidak mengganggu stok dalam negeri.

Bagi petani, keberadaan industri briket menjadi angin segar. Limbah tempurung yang dulu dibuang kini memiliki nilai ekonomi dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga petani.

“Petani sangat terbantu dengan adanya limbah tempurung kelapa yang diolah menjadi briket berkualitas ekspor. Di daerah, penghasilan pertanian sangat bergantung pada hasil bumi, dan kelapa mendominasi kebutuhan sehari-hari meskipun ada pala dan cengkeh,” jelas Sony.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk bersinergi membangun perekonomian berbasis pertanian. Menurutnya, ini sangat menguntungkan di saat banyak usaha lain masih bergantung pada barang impor.

Pasar briket Indonesia kini menembus Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Keunggulan produk ini adalah tahan terhadap gejolak geopolitik.

“Briket tidak terdampak perang Iran-AS. Ekonomi Indonesia tetap jalan karena produk yang dihasilkan semua diekspor,” kata Sony.

Karena itu, pemerintah diminta lebih memperhatikan UKM pengrajin dan pengusaha briket. Dukungan berupa akses pasar, permodalan, dan pelatihan akan memperluas jangkauan pasar dan membangkitkan ekonomi kerakyatan di daerah.

Dari limbah yang terlupakan, briket tempurung kelapa kini menjadi bukti bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh kuat dari desa, dari hasil bumi, dan dari tangan-tangan pengrajin lokal yang gigih.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Pemasangan Sling Bawah Jadi Fokus, Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu Terus Kebut Pembangunan Jembatan
Jembatan Gantung Perintis Terus Kebut Pemasangan Papan Lantai Percepat Akses Warga
Wujudkan Lingkungan Aman Peran Aktif Babinsa Bersama Komduk Melaksanakan Patroli Malam
Sukseskan Swasembada Pangan Babinsa Laksanakan Pendampingan Penanaman Padi Kepada Petani
Babinsa Posramil Ketambe Cek Ketersediaan Pupuk Untuk Petani Di Wilayah Binaan
Prajurit Yonif TP 904/Gara Mata Tembus Medan Terjal Bawa Tiang 16 Meter, Berhasil Kibarkan Merah Putih di Puncak Deleng 7 Dayang 
Alhamdulillah,..!!! Pasien Terdampak MBG di Berastagi, Inka Christi Br Ginting Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang 
‎Kodaeral  I Hadirkan Semangat Kebersamaan, Peresmian Kantor Gabungan Jalasenastri Berlanjut ke Kolam Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Pemasangan Sling Bawah Jadi Fokus, Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu Terus Kebut Pembangunan Jembatan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Jembatan Gantung Perintis Terus Kebut Pemasangan Papan Lantai Percepat Akses Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Wujudkan Lingkungan Aman Peran Aktif Babinsa Bersama Komduk Melaksanakan Patroli Malam

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Sukseskan Swasembada Pangan Babinsa Laksanakan Pendampingan Penanaman Padi Kepada Petani

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Babinsa Posramil Ketambe Cek Ketersediaan Pupuk Untuk Petani Di Wilayah Binaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:47 WIB

Alhamdulillah,..!!! Pasien Terdampak MBG di Berastagi, Inka Christi Br Ginting Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:35 WIB

‎Kodaeral  I Hadirkan Semangat Kebersamaan, Peresmian Kantor Gabungan Jalasenastri Berlanjut ke Kolam Ketahanan Pangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan

Berita Terbaru