Opini, AgaraNews. Net // Kita tak bisa betulkan bayangan jadi lurus, apabila badan kita tetap bengkok, artinya kita harus perbaiki badan jadi tegak dan lurus, barulah bayangan itu tegak dan lurus.
Sama halnya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Apabila kita bertemu dengan lingkungan yang buruk, maka bukan lingkungan yang harus ķita salahkan atau kita ubah.
“Melainkan diri kita sendiri”.
Sekejap-sekejap perasaan hati dan pikiran kita harus ubah dari yang kebiasaan berputar didalam 3 dunia buruk menjadi berputar kedalam dunia kemanusiaan dan dunia Buddha.
Barulah lingkungan kitapun akan ikut berubah jadi baik dan sejuk.
Lingkungan adalah bayangan kita sendiri, kita tak bisa lari dari kenyataan.
Satu-satunya jalan adalah menerima dan menyadari bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita disebabkan oleh kita sendiri.
“Sehingga kita tidak menyalahkan orang lain..!!”
“Bila diri ingin kehidupan diri dan keluarga sehat dan bahagia..!!”
Maka diri harus bisa menerima hal yang buruk sebagai cermin gambaran suasana jiwa kita sendiri untuk belajar berubah jadi baik dan baik.
Kita harus rajin merombaknya jadi satu kendaraan pembelajaran kehidupan yang benar dengan meningkatkan kesadaran diri jadi semakin baik dan semakin bijak menanamkan sebab baik diiringi mempraktekkan peningkatkan kualitas sifat diri jadi lebih baik dan kinerja kerja lebih bermutu pada lingkungan..
Barulah kehidupan akan berubah pelan-pelan dan kita akan dapat lingkungan yang baik dan damai sesuai perbuatan dan kemauan hati kita.(Lia Hambali)


































