Bangunan MBG Di Desa Pasir Gala-Lawe Bulan Diduga Tidak Memenuhi Standard Tapi Beroperasi

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 14:27 WIB

50637 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, Agaranews.net Bangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Pasir Gala- Kecamatan Lawe Bulan Aceh Tenggara Provinsi Aceh diduga tidak memenuhi standar. Akan tetapi tetap saja beroperasi memberikan makanan kepada siswa sebagai penerima manfaat.

Hal ini membuat Ketua KALIBER Aceh, Zk Agara, angkat bicara serta dirinya mengecam keras hal ini lantaran masih maraknya pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa lokasi Kabupaten Aceh Tenggara beroperasi dengan bebas. Karena kondisi bangun jauh dari standar atau bisa dibilang asal jadi. Katanya kepada media ini Senin (18/5/26).

Seharusnya kondisi bangunan dapur MBG tersebut haruslah sesuai standar dan prosedur dan asal asalan hanya untuk meraup Rp 6 juta rupiah per hari intensif dari pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut hasil pantauan KALIBER Aceh di lapangan, sejumlah dapur MBG di Kota Cane dan sekitarnya diduga beroperasi tanpa memenuhi standar kebersihan, sanitasi, kelayakan bangunan, hingga tenaga profesional yang semestinya menjadi syarat utama dalam program nasional tersebut.

“Kami melihat program MBG di Aceh Tenggara mulai keluar dari arah dan tujuan Presiden RI. Banyak dapur berdiri hanya sekadar mengejar proyek dan keuntungan pribadi, bukan mengutamakan kualitas maupun keselamatan masyarakat,” tegas Zk Agara.

KALIBER Aceh menilai kondisi tersebut sangat berbahaya karena menyangkut konsumsi makanan untuk masyarakat dan pelajar. Bahkan, beberapa dapur disebut telah beroperasi tanpa kejelasan izin serta pengawasan dari instansi terkait.

“Bagaimana mungkin dapur sudah beroperasi, sementara standar kesehatan, chef, pengelolaan makanan, hingga izin kebersihan tidak jelas. Ini bukan program kecil, ini program negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, KALIBER Aceh menegaskan bahwa dapur MBG resmi seharusnya memiliki standar bangunan yang layak dan representatif. Namun fakta di lapangan, banyak dapur yang diduga dibangun seadanya.

“Secara aturan, dapur MBG harus memenuhi standar, termasuk ukuran dan fasilitas yang memadai sekitar 20×20 meter. Tapi yang terjadi di Aceh Tenggara, banyak bangunan terkesan dipaksakan hanya agar cepat operasional demi mencairkan keuntungan,” terang Zk Agara.

Atas kondisi tersebut,
KALIBER Aceh mendesak Presiden RI dan kementerian terkait segera menurunkan tim investigasi serta pengawasan khusus ke Aceh Tenggara untuk memeriksa seluruh dapur MBG yang telah berjalan.

“Presiden RI jangan sampai dibohongi laporan manis di atas meja. Realita di lapangan sangat memprihatinkan. Kami meminta tim pusat turun langsung ke Aceh Tenggara untuk melihat kondisi sebenarnya,” tegasnya.

KALIBER Aceh juga meminta aparat pengawasan dan penegak hukum tidak tutup mata terhadap dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG tersebut.

“Kami siap membuka data, dokumen, serta bukti-bukti pendukung terkait dugaan pelanggaran dan permainan dalam proyek dapur MBG di Aceh Tenggara. Jangan sampai program rakyat berubah menjadi ajang bancakan oknum tertentu,” tutup Zk Agara

Sampai berita ini dikirimkan ke meja redaksi media Agaranews.com masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala Regional (Kareg) Mustafa Kamal dan Wakil Kepala Regional (Wakareg) Provinsi Aceh, Santi.[red]

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat
19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:57 WIB

19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru