‎MADYA Mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas Pembangunan Museum Marsinah dan Penghormatan bagi Perjuangan Buruh Perempuan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:44 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

‎Jakarta, 16 Mei 2026, AgaraNews . Net // Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA), sekaligus Praktisi Warisan Budaya dan Museum, Jhohannes Marbun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dukungan dan perhatian terhadap pembangunan Museum Marsinah sebagai bagian dari penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan buruh Indonesia, khususnya perjuangan buruh perempuan.

‎Menurut Jhohannes Marbun, atau biasa disapa Joe Marbun, dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap Museum Marsinah menunjukkan adanya komitmen negara dalam merawat memori kolektif bangsa, memperkuat penghormatan terhadap nilai-nilai keadilan sosial, demokrasi, hak asasi manusia, serta perjuangan kaum pekerja di Indonesia.

‎“Kami memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan Museum Marsinah. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan kaum buruh, khususnya perjuangan buruh perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia,” ujar Joe Marbun.

‎‎Ia menilai, kehadiran Museum Marsinah bukan sekadar pembangunan fisik sebuah museum, melainkan sebuah ikhtiar kebudayaan untuk menjaga ingatan sejarah bangsa dan menghadirkan ruang edukasi publik yang mampu membangun kesadaran sosial bagi generasi muda.

‎Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia setelah wafat pada tahun 1993 dalam perjuangannya membela hak-hak pekerja. Sosoknya kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah gerakan buruh nasional dan perjuangan hak asasi manusia di Indonesia.

‎Menurut Joe Marbun, Museum Marsinah memiliki nilai strategis sebagai museum berbasis memori sosial dan kemanusiaan yang menghadirkan narasi perjuangan rakyat dalam ruang kebudayaan nasional.

‎“Museum Marsinah harus dimaknai sebagai ruang edukasi publik, ruang refleksi kebangsaan, dan ruang pengingat bahwa demokrasi, hak-hak pekerja, dan keadilan sosial diperoleh melalui perjuangan panjang serta pengorbanan,” tambahnya.

‎Sebagai Koordinator MADYA dan praktisi warisan budaya, Joe Marbun juga menegaskan bahwa museum modern harus berkembang menjadi pusat pembelajaran publik yang inklusif, partisipatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

‎‎Ia berharap Museum Marsinah dapat menjadi pusat edukasi, riset, dan literasi sejarah sosial yang mampu memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya penghormatan terhadap perjuangan rakyat dan nilai-nilai kemanusiaan.

‎“Kita membutuhkan lebih banyak museum yang menghadirkan narasi rakyat, narasi perjuangan, dan narasi kemanusiaan. Museum bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini membangun kesadaran masa depan,” jelasnya.

‎Joe Marbun juga berharap pengelolaan Museum Marsinah dilakukan secara profesional, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan edukasi masyarakat modern sehingga dapat menjadi contoh pengembangan museum tematik berbasis sejarah sosial di Indonesia.           (Lia Hambali)

Berita Terkait

Polsek Bosar Maligas Sikat Jalanan Malam Hari, Patroli Blue Light Antisipasi Balap Liar, Geng Motor, dan Kejahatan 3C di Jalur Sei Mangke
Benteng Marlborough : Saksi Bisu Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Inggris
DPW SPI Papua Barat / Papua Barat Daya Akan Surati Div Propam Polri Terkait Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Dalam Praktik BBM Ilegal
Di Balik Senyum Ramah Aipda Rolan Manik: Sosok Personel Sat Pam Obvit Polres Simalungun yang Tak Kenal Lelah Kawal Keamanan Wisata Danau Toba
Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Warga Cerme, Akses Kecamatan Karang Rayung dan Juwangi Jadi Mudah
Diduga Sunat Gaji Outsourcing Bandara Binaka, DPRD Gunungsitoli Didesak Panggil Kepala Bandara dan CV Muara Kasih
PW GPA DKI Jakarta Nilai Irjen Agus Suryonugroho Pantas Sandang Bintang Tiga
Anggota HIPMI Kehilangan Mobil Rocky Orange B-1336-HKC, Hilang Dicuri Saat Menepi Di Tol Km 3,8 Jakbar

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:32 WIB

Polsek Bosar Maligas Sikat Jalanan Malam Hari, Patroli Blue Light Antisipasi Balap Liar, Geng Motor, dan Kejahatan 3C di Jalur Sei Mangke

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:27 WIB

Benteng Marlborough : Saksi Bisu Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Inggris

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:11 WIB

DPW SPI Papua Barat / Papua Barat Daya Akan Surati Div Propam Polri Terkait Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Dalam Praktik BBM Ilegal

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:06 WIB

Di Balik Senyum Ramah Aipda Rolan Manik: Sosok Personel Sat Pam Obvit Polres Simalungun yang Tak Kenal Lelah Kawal Keamanan Wisata Danau Toba

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:59 WIB

Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Warga Cerme, Akses Kecamatan Karang Rayung dan Juwangi Jadi Mudah

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:49 WIB

PW GPA DKI Jakarta Nilai Irjen Agus Suryonugroho Pantas Sandang Bintang Tiga

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:44 WIB

‎MADYA Mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas Pembangunan Museum Marsinah dan Penghormatan bagi Perjuangan Buruh Perempuan

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:40 WIB

Anggota HIPMI Kehilangan Mobil Rocky Orange B-1336-HKC, Hilang Dicuri Saat Menepi Di Tol Km 3,8 Jakbar

Berita Terbaru