Ketika Pasir dan Semen Ketemu TNI Polri,Perekatnya di Pasar Rawa

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:34 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat, AgaraNews. Net // Sebuah jembatan beton berkelir putih bersih kini membentang kokoh di atas kanal berair payau Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Di bawah langit pesisir yang dipayungi awan berarak, infrastruktur vital itu berdiri tegak, memutus riwayat isolasi geografis dusun yang bertahun-tahun tercekik kendala transportasi.

Proyek fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat ini resmi dinyatakan rampung dan kini memasuki fase penyelesaian akhir (finishing).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sepotong beton masif yang melintasi kanal sunyi itu tidak lahir begitu saja dari kalkulasi angka di atas kertas blueprint.

Ratusan meter sebelum jembatan itu selesai dicor, “fondasi” sesungguhnya justru dirajut di bawah atap seng gelombang sebuah warung kelontong sederhana milik warga dusun.

Di sana, di atas meja kayu loak yang permukaannya mulai legam oleh usia, sekat antara baju dinas loreng TNI dan pakaian sipil luruh tanpa sisa.

Tiga prajurit berpangkat bintara dan tamtama duduk berhimpitan di bangku kayu bersama para tetua dusun.

Tidak ada laras panjang yang disandang, tidak ada gestur kaku aparat.

Diskusi mengalir cair di antara cangkir kopi, membahas detail pengerjaan, pelibatan tenaga lokal, hingga pemastian batas tanah agar tidak meninggalkan residu sengketa di kemudian hari.

Meruntuhkan Menara Gading Pembangunan

Pilihan memindahkan pos komando ke kedai kelontong pinggir jalan ini adalah sebuah strategi sosiologis yang matang.

Sejarah pembangunan di tingkat akar rumput mencatat drama yang sama: proyek fisik yang turun secara instruktif dari atas (top-down) sering kali berakhir menjadi monumen mati yang asing bagi warga karena minimnya keterlibatan emosional masyarakat setempat.

Sadar akan jebakan tersebut, Satgas TMMD memilih jalan dialektika.

Di meja warung itu pula, kekhawatiran warga soal dampak alat berat terhadap lingkungan sekitar diredam sejak dini lewat penjelasan yang jujur dan persuasif dari para prajurit muda.

“Pembangunan jembatan dan akses jalan ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat Pasar Rawa. Melalui komunikasi sosial yang rutin di warung-warung warga, kami memastikan tidak ada sumbatan informasi. Ketika warga merasa memiliki proyek ini, mereka dengan sukarela ikut menyumbang tenaga,” ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, mengonfirmasi metode pasukannya di lapangan, Minggu (17/5/2026).

Karakteristik fisik jembatan baru ini memiliki struktur pembatas yang kokoh dengan sayap jembatan penahan tanah di kedua ujungnya.

Fondasi bawahnya telah diperkuat secara khusus guna mengantisipasi kontur tanah rawa pesisir Gebang yang dikenal labil dan rawan amblas.

Kini, setelah berminggu-minggu berteman deru mesin gilas dan cangkul gotong royong, akses penghubung tersebut tinggal menyisakan perapian kecil di bahu jalan pendekat (oprit) yang masih berupa kerikil padat.

Dansatgas TMMD 128, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menegaskan bahwa aliran air di bawah jembatan baru itu kini menjadi saksi kemanunggalan yang riil. Pembangunan tidak lagi terasa seperti titah kaku dari menara gading kekuasaan, melainkan sebuah kerja kolektif yang intim.

Ketika sore mulai beranjak di Desa Pasar Rawa, jembatan beton yang berdiri anggun di antara rimbun pohon kelapa sawit dan pisang itu bersiap untuk diserahkan kepada publik.

Di sinilah rahasia arsitektur TMMD terungkap: bahwa pasir dan semen pada akhirnya telah menemukan perekat terbaiknya, yakni kepercayaan dan rasa memiliki yang tumbuh dari hati masyarakat sendiri.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Prajurit Yonif TP 904/Gara Mata Tembus Medan Terjal Bawa Tiang 16 Meter, Berhasil Kibarkan Merah Putih di Puncak Deleng 7 Dayang 
Alhamdulillah,..!!! Pasien Terdampak MBG di Berastagi, Inka Christi Br Ginting Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang 
‎Kodaeral  I Hadirkan Semangat Kebersamaan, Peresmian Kantor Gabungan Jalasenastri Berlanjut ke Kolam Ketahanan Pangan
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan
Dugaan Pengepul Solar Subsidi di indramayu Kebal Hukum Alur dari Sejumlah SPBU Dipertanyakan
Babinsa Koramil 05/Lubuk Alung Kawal Pawai dan Karnaval Meriahkan HUT RI Ke-81
Babinsa Koramil 09/Batang Anai Hadiri Kegiatan Jalan Santai dan Senam Bersama di Halaman Kantor Camat Batang Anai
Babinsa Koramil 02/Sungai Limau Komsos Dengan Warga Binaan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:20 WIB

Prajurit Yonif TP 904/Gara Mata Tembus Medan Terjal Bawa Tiang 16 Meter, Berhasil Kibarkan Merah Putih di Puncak Deleng 7 Dayang 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:47 WIB

Alhamdulillah,..!!! Pasien Terdampak MBG di Berastagi, Inka Christi Br Ginting Dinyatakan Sembuh dan Boleh Pulang 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:35 WIB

‎Kodaeral  I Hadirkan Semangat Kebersamaan, Peresmian Kantor Gabungan Jalasenastri Berlanjut ke Kolam Ketahanan Pangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Dugaan Pengepul Solar Subsidi di indramayu Kebal Hukum Alur dari Sejumlah SPBU Dipertanyakan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:14 WIB

Babinsa Koramil 09/Batang Anai Hadiri Kegiatan Jalan Santai dan Senam Bersama di Halaman Kantor Camat Batang Anai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Babinsa Koramil 02/Sungai Limau Komsos Dengan Warga Binaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Pantau Keamanan Pasar, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Aktif Melakukan Patroli Pasar

Berita Terbaru