Dewan Penasehat SILU RAYA Sayangkan Pembakaran Peralatan Tambang Emas, Harap Penegakan Hukum Dilakukan Secara Humanis

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:28 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Luwu, AgaraNews. Net – Abdul Samad, Dewan Penasehat Organisasi Masyarakat (Ormas) SILU RAYA, menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan tindakan Aparat Penegak Hukum (APH) yang melakukan pembakaran peralatan milik para penambang emas di sepanjang bantaran Sungai Suso dan Sungai Kompi, Desa Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan aparat penegak hukum pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di kawasan bantaran Sungai Suso dan Sungai Kompi.

Menurut Abdul Samad, tindakan pembakaran peralatan tersebut menimbulkan rasa tidak terima di kalangan masyarakat dan berpotensi memicu perseteruan antara aparat penegak hukum dengan warga.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa SILU RAYA tidak mendukung aktivitas pertambangan emas tanpa izin karena kegiatan tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

«”Tambang emas ilegal memang telah menyalahi aturan serta hukum yang berlaku. Akan tetapi, kami menilai masih banyak langkah yang dapat ditempuh agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara baik, damai, dan mengedepankan pendekatan persuasif,” ujar Abdul Samad.»

Abdul Samad menegaskan bahwa pihaknya tetap menghargai dan menghormati tugas aparat penegak hukum dalam menegakkan peraturan. Namun, ia berharap setiap tindakan penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis agar tidak menimbulkan gejolak maupun kekecewaan di tengah masyarakat.

«”Kami sangat menghargai dan menghormati para penegak hukum. Namun kami juga berharap agar aparat bekerja secara profesional dan humanis sehingga tidak menimbulkan gejolak serta kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum,” katanya.»

Dalam penyampaiannya, Abdul Samad juga mengingatkan falsafah masyarakat Tana Luwu, “Wanua Mappatuo Na Ewai Alena,” yang menurutnya mengandung makna bahwa seluruh masyarakat Luwu hidup di tanah yang sama dan memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, kedamaian, kebersamaan, serta keadilan.

«”Kita sama-sama hidup di tanah Luwu dan sama-sama ingin menikmati hasil kekayaan tanah Luwu. Karena itu, marilah kita hidup berdampingan. Jangan ada tindakan yang bersifat anarkis. Masyarakat Luwu cinta kedamaian, cinta kebersamaan, dan lebih mencintai keadilan,” tegas Abdul Samad.»

Di akhir keterangannya, Abdul Samad berharap penanganan persoalan pertambangan emas tanpa izin ke depan tidak hanya mengedepankan aspek penegakan hukum, tetapi juga mengutamakan dialog dan penyelesaian yang mampu menjaga kondusivitas daerah serta menghindari konflik sosial di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) terkait pelaksanaan penertiban dan tindakan terhadap peralatan tambang tersebut, sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan (cover both sides) dalam pemberitaan.(Lia Hambali)

Reporter : Robby

Berita Terkait

Babinsa dan Warga Kerja Sama Wujudkan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta ujung
Gotong Royong Tanpa Batas, Babinsa dan Warga Cor Jembatan Beton
Sambut HUT Ke -81 RI, Babinsa Kodim 0108/Agara Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih
‎Wujud Kepedulian Babinsa Salurkan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu
Paviliun Deli Serdang Raih Terbaik I PRSU ke-50
HUT Ke-3 WESK, PPP-AD Karo : Kita Punya Misi Yang Sama, Bantu Sesama 
Program Bakti TNI Ubah Rumah Tak Layak Menjadi Hunian Nyaman bagi Sakharina Zalukhu
Jembatan Gantung di Desa Hou Rampung, Perkuat Akses Warga Nias Lewat Program Bakti TNI AD Untuk Rakyat

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Babinsa dan Warga Kerja Sama Wujudkan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta ujung

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Gotong Royong Tanpa Batas, Babinsa dan Warga Cor Jembatan Beton

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Sambut HUT Ke -81 RI, Babinsa Kodim 0108/Agara Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:50 WIB

‎Wujud Kepedulian Babinsa Salurkan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:42 WIB

Paviliun Deli Serdang Raih Terbaik I PRSU ke-50

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Program Bakti TNI Ubah Rumah Tak Layak Menjadi Hunian Nyaman bagi Sakharina Zalukhu

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:17 WIB

Jembatan Gantung di Desa Hou Rampung, Perkuat Akses Warga Nias Lewat Program Bakti TNI AD Untuk Rakyat

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Skandal Smart Village Madina, Dua Bos Pendamping Desa “Kompak Bungkam” dan Kabur dari Konfirmasi Jurnalis

Berita Terbaru

HEADLINE

Paviliun Deli Serdang Raih Terbaik I PRSU ke-50

Senin, 3 Agu 2026 - 00:42 WIB