Bahu-Membahu di Gebang: Ketika Seragam Hijau dan Kaos Oblong Melebur

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:47 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Langkat, AgaraNews. Net // Di bawah komando taktis prajurit, personel TNI-Polri dan w arga desa melebur di bawah terik Langkat. Sebuah potret gotong royong yang membuktikan bahwa infrastruktur terbaik lahir dari rahim kebersamaan, bukan sekadar proyek negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak fajar menyingsing di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, riuh rendah suara cangkul dan deru mesin pengaduk semen sudah memecah kesunyian. Di bawah komando teknis Letda Inf M. Rezky, puluhan personel TNI, Polri, dan warga sipil berbagi tugas. Tidak ada sekat pangkat atau status sosial; yang ada hanya target agar jembatan desa segera berdiri tegak.

Pemandangan dalam program TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat ini menjadi potret kontras yang menarik di tengah isu renggangnya relasi sosial di beberapa tempat. Di Gebang, sinergi itu justru menebal.

“Kami memulai setiap pagi dengan arahan teknis yang presisi. Jembatan ini harus kokoh karena akan dilewati kendaraan pengangkut hasil bumi setiap hari. Keamanan adalah harga mati,” kata Letda Rezky di sela-sela kesibukannya.

Program TMMD, yang rutin digelar, kali ini membidik titik krusial di Langkat.

Wilayah yang mayoritas warganya menggantungkan hidup dari laut dan sawah ini seolah terlupakan dari akses mobilitas yang manusiawi. Selama bertahun-tahun, janji-janji pembangunan hanya mampir tanpa realisasi, hingga akhirnya gotong royong membuktikan taringnya.

Kolaborasi ini melahirkan kepuasan komunal. Warga desa tidak lagi memandang tentara sebagai sosok yang kaku, melainkan sebagai rekan kerja. Sebaliknya, prajurit TNI mendapatkan kembali marwahnya sebagai “tentara rakyat”.

Keberhasilan pembangunan jembatan ini memicu optimisme baru. Selain memangkas waktu tempuh antar dusun, jembatan ini menjadi bukti empiris: saat negara hadir melalui instrumennya dan masyarakat menyambutnya dengan gotong royong, ketertinggalan wilayah sedalam apa pun bisa dipangkas. Bagi warga Pasar Rawa, jembatan baru ini adalah simbol bahwa mereka tak lagi berjalan sendiri di pinggiran pembangunan.(Lia Hambali)

Berita Terkait

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA
Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan
Babinsa komsos dengan warga binaan
Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton
Personil Kodim 0108/Agara dan Warga Masyarakat Bahu-Membahu Lembur Bangun Jembatan
Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Rutin Cek Harga Sembako Di Kios Dan Pasar

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:07 WIB

BABINSA GOTONG ROYONG MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN PANTAI BERSAMA WARGA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Babinsa Koramil 02/Seunagan Komsos Dengan Warga Tentang Bahaya Karhutla Di Desa Binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Babinsa Bersama Warga Angkat Mesin Molen Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:26 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Gorong Gorong Pondasi Bangun Jembatan Beton

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Babinsa Bersama Warga Turunkan Material Semen dan Papan Mal Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Babinsa Rutin Cek Harga Sembako Di Kios Dan Pasar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Berita Terbaru

ACEH

Babinsa komsos dengan warga binaan

Minggu, 4 Okt 2026 - 07:24 WIB