Tanjungbalai, AgaraNews. Net – 25 Juli 2026 – Gerakan Mahasiswa Aspiratif / GEMAS Kota Tanjungbalai mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Febrianto, S.I.K., M.H. untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Tanjungbalai.
Desakan itu disampaikan Ketua GEMAS Kota Tanjungbalai Ahmad Fadli Nasution, yang akrab disapa Bimbom, saat ditemui di Sekretariat GEMAS, Pasar VII Kelurahan Sijambi, Tanjungbalai, Sabtu (25/7/2026) pukul 12.00 WIB.
Menurut Bimbom, desakan evaluasi dilatarbelakangi lambannya penanganan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang menurut pihak keluarga telah dilaporkan sejak Mei 2026.
“Lambatnya penanganan perkara ini telah memicu keresahan di tengah masyarakat hingga berujung pada aksi protes massa. Kasus yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak seharusnya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan ditangani secara cepat, profesional, transparan, serta memberikan kepastian hukum,” tegas Bimbom.
GEMAS Kota Tanjungbalai menyampaikan 3 tuntutan utama :
1. Evaluasi Kapolres Tanjungbalai
“Kami mendesak Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk mengevaluasi Kapolres Tanjungbalai apabila memang ditemukan adanya kelalaian atau ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara ini. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum,” ujar Bimbom.
2. Proses Hukum Maksimal Terhadap Pelaku
GEMAS meminta agar proses hukum terhadap pihak yang diduga sebagai pelaku dilakukan secara maksimal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
3. Perlindungan dan Pendampingan Korban Jadi Prioritas
Organisasi menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak korban harus menjadi prioritas utama. Seluruh proses hukum harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Selain itu, Gerakan Mahasiswa Aspiratif / GEMAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses hukum secara damai dan bertanggung jawab, serta tidak menyebarluaskan identitas anak korban demi menjaga hak dan masa depan korban.
“Anak adalah generasi penerus bangsa. Jangan biarkan mereka kehilangan masa depan akibat lambannya penegakan hukum. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kepastian hukum yang adil dan transparan,” tutup Ahmad Fadli Nasution / Bimbom.
Laporan: Sofyan Parinduri BA – Kabiro


































