KUNINGAN, AGARANEWS – Rekonstruksi ruas Jalan Pakembangan–Bojong atau Jalan Linggarjati yang tengah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pembangunan jalan yang menjadi akses utama penghubung Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon itu dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran mobilitas, sektor pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Proyek yang berada di bawah kewenangan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V tersebut dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Barat dengan pagu anggaran sebesar Rp10.196.012.753.
Rekonstruksi jalan dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak 452/PUR.08.01/SPK/PPK Rekon dengan masa pekerjaan selama 180 hari kalender dan dikerjakan oleh CV. Bintang Bagasku Berbunga. Pelaksanaan proyek juga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dengan melibatkan sedikitnya 57 pekerja.
Di lapangan, pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), pembetonan bahu jalan, serta pengaspalan menggunakan lapis perkerasan hotmix untuk meningkatkan kekuatan dan kenyamanan jalan.
Pelaksana proyek menjelaskan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan terus diawasi oleh pihak terkait agar kualitas pembangunan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Saat ini kami mengerjakan pemasangan batu TPT, pembetonan bahu jalan, dan pengaspalan hotmix. Tadi juga ada pengecekan langsung dari perwakilan Balai Provinsi ke lokasi pekerjaan,” ujar pelaksana proyek saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V melalui media sosial resminya, progres pembangunan ruas Jalan Linggarjati sepanjang 1,9 kilometer hingga 12 Juli 2026 telah mencapai 58 persen.
Jalan Linggarjati merupakan salah satu ruas strategis di Kabupaten Kuningan. Selain menjadi jalur penghubung menuju Kabupaten Cirebon, ruas jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju kawasan wisata sejarah Gedung Perundingan Linggarjati, berbagai destinasi wisata alam, serta sentra perkebunan dan pengolahan kopi yang menjadi salah satu unggulan daerah.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, arus kendaraan diharapkan semakin lancar, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan biaya distribusi barang maupun hasil pertanian masyarakat dapat ditekan. Hal tersebut diyakini akan meningkatkan daya saing ekonomi daerah sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata.
Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jalan ini pun terlihat di lapangan. Oneng (45), salah seorang warga, mengaku senang karena Jalan Linggarjati selama ini menjadi jalur yang padat kendaraan, terutama saat akhir pekan dan musim libur.
“Alhamdulillah sekarang jalannya mulai bagus dan mulus. Jalan ini bukan hanya menghubungkan Kuningan dengan Cirebon, tetapi juga menjadi akses ke banyak tempat wisata. Kalau jalannya semakin baik, tentu lalu lintas lebih lancar dan wisatawan juga semakin nyaman datang ke Kuningan,” ujarnya.
Warga lainnya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas pembangunan tersebut.
“Terima kasih Bapak Aing, Kang Dedi Mulyadi. Mantap,” ucap seorang warga sambil mengacungkan jempol.
Masyarakat berharap proses pembangunan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan. Rekonstruksi Jalan Linggarjati diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, serta mempercepat laju perekonomian masyarakat Kabupaten Kuningan dan sekitarnya.
(Saipullah)


































