BANDUNG BARAT, AGARANEWS – Besarnya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Batujajar kini menjadi perhatian publik. Pasalnya, kondisi fisik sekolah yang masih ditemukan rusak dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dialokasikan selama lebih dari empat tahun terakhir.
Hasil penelusuran AGARANEWS di lingkungan SMAN 1 Batujajar menemukan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan. Plafon di beberapa bagian bangunan tampak jebol, cat dinding memudar dan mengelupas, lantai keramik pecah di sejumlah ruang, serta paving block di area parkir terlihat bergelombang dan tidak rata. Sejumlah ruang belajar juga dinilai belum mendapatkan pemeliharaan yang optimal.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: ke mana realisasi anggaran pemeliharaan yang setiap tahun dialokasikan melalui Dana BOS?
Berdasarkan data anggaran, pada Tahun Anggaran 2025 saja SMAN 1 Batujajar mengalokasikan sekitar Rp830 juta untuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana. Jika besaran anggaran itu relatif sama pada tahun-tahun sebelumnya, maka selama lebih dari empat tahun kepemimpinan mantan Kepala SMAN 1 Batujajar, Syaepuddin, akumulasi anggaran pemeliharaan diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Nilai tersebut bukan angka yang kecil. Dengan anggaran sebesar itu, publik menilai kondisi bangunan sekolah semestinya dapat dipelihara secara berkala sehingga kerusakan berat tidak lagi ditemukan di berbagai sudut sekolah.
Pengelolaan Dana BOS pada prinsipnya wajib mengedepankan asas efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui dokumen perencanaan, bukti pelaksanaan pekerjaan, serta laporan realisasi penggunaan anggaran.
Namun hingga kini, belum terdapat penjelasan kepada publik mengenai rincian pekerjaan pemeliharaan yang telah dilaksanakan selama masa kepemimpinan sebelumnya, termasuk jenis pekerjaan, lokasi, nilai anggaran yang digunakan, serta hasil yang dicapai.
Kondisi tersebut memunculkan dorongan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap realisasi Dana BOS, khususnya pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana. Audit administrasi maupun pemeriksaan fisik dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen pertanggungjawaban dengan kondisi nyata di lapangan.
Saat dikonfirmasi, Humas SMAN 1 Batujajar, Darman, mengaku belum dapat memberikan penjelasan terkait pengelolaan Dana BOS karena baru sekitar tiga bulan menjabat.
“Saya kurang paham untuk hal ini. Saya baru tiga bulan ditugaskan menjadi Humas di sekolah ini,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Batujajar yang baru, H. Husni Mubarok, belum dapat memberikan keterangan karena sedang memiliki agenda sehingga belum dapat menerima konfirmasi.
Pergantian kepemimpinan di sekolah tersebut diharapkan menjadi momentum pembenahan, baik terhadap kondisi fisik sekolah maupun tata kelola anggaran. Publik berharap kepemimpinan baru mampu meningkatkan transparansi penggunaan Dana BOS dengan menyampaikan laporan yang mudah diakses masyarakat serta mempercepat perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan.
Berbagai kalangan juga mendorong agar Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, maupun Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Dana BOS pada periode sebelumnya apabila ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa seluruh anggaran pendidikan telah dimanfaatkan sesuai ketentuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, mantan Kepala SMAN 1 Batujajar, Syaepuddin, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah serta penggunaan Dana BOS selama masa kepemimpinannya. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sebagai bentuk pelaksanaan asas keberimbangan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(Saipullah)


































