Tanah Karo – Rabu, 1 Juli 2026, AgaraNews . Net // Alarm peringatan dinyalakan di Rutan Kelas IIB Kabanjahe. Plh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Bejo yang juga Kabag Tata Usaha, turun langsung menggelar Penguatan Tugas dan Fungsi (TUSI) bagi seluruh petugas pemasyarakatan.
Di hadapan jajaran Rutan Kabanjahe, Bejo tanpa tedeng aling-aling memasang garis merah ” zero narkoba, zero judi online, bijak bermedsos “. Satu perintah wajib, sulap lahan tidur Rutan jadi kebun produktif dukung ketahanan pangan nasional.
“Jika ada pegawai yang terlibat dalam narkoba, saya tidak akan segan-segan untuk menindak oknum tersebut,” tegas Bejo.
Kegiatan Selasa 1/7/2026 ini bertujuan memberikan Penguatan Tugas dan Fungsi serta berbagi pengalaman kepada seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Kabanjahe. Di era keterbukaan,integritas petugas adalah benteng pertama pemasyarakatan.
Bejo menegaskan kepada seluruh jajaran agar tidak merugikan diri sendiri dan institusi dengan terlibat dalam tiga hal, Narkoba, Judi Online, dan penggunaan media sosial yang tidak bijak. Namun tetap bebas berkreativitas sesuai aturan yang ditetapkan.
“Saya menegaskan kepada seluruh Petugas Pemasyarakatan agar tidak terlibat dalam narkoba, karena hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan institusi. Jika ada pegawai yang terlibat dalam narkoba, saya tidak akan segan-segan untuk menindak oknum tersebut,”tutur Bejo.
Peringatan ini bukan gertak sambal. Ditjen PAS Sumut sedang bersih-bersih. Satu oknum tercoreng, nama ribuan petugas ikut rusak. Judi online juga jadi atensi khusus karena sudah banyak merusak ASN dari dalam.
Lebih lanjut, Bejo mengingatkan kewaspadaan keamanan dan ketertiban adalah ruh Rutan Kabanjahe.
“Selalu tingkatkan kewaspadaan keamanan dan ketertiban pada Rutan Kabanjahe dengan melakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan kamtib serta mengikuti aturan sesuai dengan SOP yang ditetapkan.”
Artinya, razia blok rutin, kontrol keliling, intelijen dalam, dan SOP bukan pajangan. Deteksi dini cegah pelarian, perkelahian, hingga penyelundupan HP dan narkoba.
Bejo membawa mandat program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan “ketahanan pangan “.
“Saya sampaikan kepada jajaran Rutan Kabanjahe agar mendukung program ketahanan pangan dengan memfungsikan lahan-lahan yang tidak terpakai di Rutan Kabanjahe untuk dibuatkan kebun yang nanti hasilnya dapat berguna bagi Rutan Kabanjahe maupun masyarakat di luar.”
Ini mengubah paradigma, Rutan bukan beban negara, tapi bisa produksi. Lahan kosong tanam cabai, sayur, jagung. Warga binaan dapat keterampilan, dapur rutan hemat, sisa panen bisa bantu masyarakat sekitar Kabanjahe.
Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Bahtiar Sembiring, S.H menyambut positif arahan pimpinan.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak Plh. Kakanwil dalam memberikan arahan serta penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan kepada seluruh jajaran Rutan Kabanjahe. Kami berharap dengan adanya penguatan tusi ini seluruh jajaran Rutan Kabanjahe bisa meningkatkan kualitas layanan, keamanan, dan program pembinaan bagi warga binaan,” ucap Bahtiar.
3 Makna di Balik Kunjungan Plh Kakanwil :
1. Untuk Petugas : Seragam PAS adalah kehormatan. Jaga dengan jauhi narkoba & judol. Integritas Anda = wajah pemasyarakatan di mata publik Karo.
2. Untuk Rutan Kabanjahe : Kamtib kondusif + kebun produktif = nilai plus. Bisa jadi percontohan UPT se-Sumut.
3. Untuk Masyarakat : Rutan bersih artinya Karo aman. Warga binaan yang keluar dengan skill bertani lebih siap kembali ke masyarakat.
Penguatan TUSI bukan seremonial. Ini alarm bahwa era pemasyarakatan humanis, bersih, dan produktif sedang digaspol dari Kabanjahe.(Lia Hambali)
Sumber : Humas Rutan Kelas IIB Kabanjahe, AP
































