Hari Terakhir SPMB 2026, SMA Negeri 8 Pekanbaru Layani 360 Informasi, Konsultasi dan Pengaduan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:10 WIB

50122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, AgaraNews. Net // Pelaksanaan hari terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 8 Pekanbaru berlangsung tertib hingga penutupan pendaftaran pada Jumat (19/6/2026) sore. Meski proses berjalan lancar, sejumlah orang tua calon murid masih memadati posko layanan sekolah untuk memantau posisi akhir anak mereka sekaligus menyampaikan berbagai keluhan terkait proses seleksi.

Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan pihak sekolah tetap membuka pelayanan hingga detik-detik terakhir penutupan pendaftaran guna membantu masyarakat memperoleh informasi dan pendampingan teknis.

Penutupan pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 8 Pekanbaru berjalan dengan baik. Pada saat-saat terakhir masih ada orang tua yang datang untuk memantau persaingan dan posisi anak mereka dalam proses seleksi. Sistem pendaftaran ditutup pada pukul 17.30 WIB,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Benny, sebagian besar pengaduan yang diterima berkaitan dengan kepastian peluang kelulusan calon murid berdasarkan peringkat terakhir yang tampil pada sistem. Para orang tua ingin memastikan tidak ada perubahan yang dapat menggeser posisi anak mereka menjelang penutupan pendaftaran.

“Masyarakat mempertanyakan apakah posisi terakhir anak mereka aman atau tidak. Mereka terus memantau kemungkinan adanya pendaftar baru yang masuk dan memengaruhi posisi dalam seleksi,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga memberikan pendampingan kepada calon murid yang mengalami kendala teknis saat mengakses sistem pendaftaran. Berbagai persoalan seperti data yang tidak muncul maupun akun yang mengalami gangguan dapat diselesaikan melalui layanan langsung di sekolah.

“Karena akun pendaftaran berada pada masing-masing calon murid, kami membantu secara langsung agar proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak merugikan peserta,” tambahnya.

Terkait daya tampung, Benny menjelaskan bahwa jalur domisili menjadi jalur dengan tingkat persaingan paling ketat. Dari kuota yang tersedia sebanyak 158 kursi, jumlah pendaftar yang bertahan hingga penutupan mencapai sekitar 320 orang.

Untuk jalur domisili kuotanya sudah penuh. Dari kuota 158 orang, pelamarnya sekitar 320 orang. Sementara pada jalur afirmasi masih terdapat kekosongan sekitar 26 kursi. Jalur lainnya umumnya sudah terisi penuh, kecuali jalur prestasi internasional yang masih minim peminat,” terangnya.

Bagi calon murid yang tidak lolos melalui jalur domisili, pihak sekolah berupaya memberikan solusi dengan mengarahkan mereka ke sekolah-sekolah terdekat yang masih memiliki daya tampung.

Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 8 Pekanbaru, Delisis Hasanto, menilai pelaksanaan SPMB tahun ini secara umum berlangsung aman dan kondusif. Namun demikian, masih terdapat sejumlah pengaduan dari masyarakat, khususnya orang tua calon murid yang anaknya tidak diterima meskipun berdomisili relatif dekat dengan sekolah.

Menurut Delisis, sebagian besar persoalan tersebut bukan disebabkan oleh faktor jarak tempat tinggal, melainkan nilai akademik yang menjadi salah satu komponen penentu dalam proses seleksi.

“Secara umum kondisinya aman. Ada beberapa orang tua yang mempertanyakan mengapa anak mereka tidak diterima meskipun rumahnya dekat dengan sekolah. Setelah ditelusuri, banyak yang terkendala pada nilai yang dimiliki calon murid,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada jalur domisili, kedekatan tempat tinggal dengan sekolah bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelulusan. Ketika jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, maka sistem akan melakukan perangkingan berdasarkan ketentuan yang berlaku

.Anaknya memang dekat dengan sekolah, tetapi karena nilainya lebih rendah dibanding pendaftar lain, akhirnya tereliminasi oleh sistem seleksi. Jadi persoalannya bukan semata-mata jarak, tetapi juga nilai yang dimiliki calon murid,” jelasnya.

Selain faktor nilai, Delisis menilai penerapan sistem klaster masih menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami mekanisme SPMB sehingga muncul anggapan bahwa kedekatan domisili otomatis menjamin diterima di sekolah tujuan.

“Kalau dari sisi sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan. Namun yang menjadi persoalan ketika calon murid yang tinggal dekat sekolah tidak diterima karena nilai yang kurang memenuhi persyaratan. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mencari alternatif sekolah negeri lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, tidak adanya sistem zonasi seperti tahun-tahun sebelumnya menyebabkan sebagian calon murid harus mencari sekolah lain yang masih memiliki daya tampung. Akibatnya, tidak sedikit yang akhirnya memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

Berdasarkan data yang disampaikan Humas SMA Negeri 8 Pekanbaru, Samhati, S.Pd., selama pelaksanaan SPMB 2026 pihak sekolah membuka Posko Pelayanan dan Pengaduan mulai 8 Juni hingga penutupan pendaftaran pada 19 Juni 2026.

Selama periode tersebut, posko menerima 360 layanan masyarakat yang terdiri dari 133 permintaan informasi, 113 konsultasi, dan 114 pengaduan. Mayoritas laporan yang masuk berkaitan dengan peluang kelulusan calon murid berdasarkan posisi peringkat terakhir yang ditampilkan dalam sistem seleksi.

Tingginya jumlah layanan yang diberikan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru sekaligus menggambarkan masih perlunya pendampingan dan pemahaman yang lebih luas mengenai mekanisme SPMB 2026 agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.   (Lia Hambali)

Liputan :  ST

Berita Terkait

Ketua DPW PA Aceh Timur H. Azhari M. Nur (Haji Maop) Gelar Maulid Nabi, Puluhan Yatim Piatu Dapat Santunan
Jaga Sinergitas Babinsa Posramil Kuala Pesisir Jalin Komsos Dengan Aparatur Desa Di Desa Binaan
Babinsa Kunjungi Pengrajin Tempe, Wujud Dukungan TNI Terhadap UMKM dan Ketahanan Pangan
Babinsa Koramil 04 Beutong Kodim 0116/Nagan Raya Anjangsana ke Peukan tradisional
Babinsa Koramil 02/Seunagan Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Saluran Irigasi Di Desa Binaan
Babinsa bersama Bhabinkamtibmas Bantu Atur Penyeberangan Warga melintasi Jembatan Gantung Perintis
Babinsa Bersama Anggota Satgas Pra TMMD ke 130 Kodim 0108/Agara Gotong Royong Timbun Jalan Dengan Sirtu
Babinsa Bersama Warga Pasang Papan Lantai Jembatan Gantung Perintis Akses Perekonomian Warga

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Ketua DPW PA Aceh Timur H. Azhari M. Nur (Haji Maop) Gelar Maulid Nabi, Puluhan Yatim Piatu Dapat Santunan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Jaga Sinergitas Babinsa Posramil Kuala Pesisir Jalin Komsos Dengan Aparatur Desa Di Desa Binaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Babinsa Kunjungi Pengrajin Tempe, Wujud Dukungan TNI Terhadap UMKM dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Babinsa Koramil 04 Beutong Kodim 0116/Nagan Raya Anjangsana ke Peukan tradisional

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Babinsa Koramil 02/Seunagan Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Saluran Irigasi Di Desa Binaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Babinsa Bersama Anggota Satgas Pra TMMD ke 130 Kodim 0108/Agara Gotong Royong Timbun Jalan Dengan Sirtu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Babinsa Bersama Warga Pasang Papan Lantai Jembatan Gantung Perintis Akses Perekonomian Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Babinsa Bersama Warga, Terus Bahu Membahu dalam pemasangan Tiang pylon Pembangunan Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru