Tapanuli Utara – 16 Juni 2026, AgaraNews. Net // Detik waktu tak pernah berhenti berputar. Dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, hingga akhirnya umat Islam di seluruh dunia menyambut lembaran baru 1 Muharram 1448 Hijriyah yang bertepatan Selasa, 16 Juni 2026 Masehi.
Di Kota Tarutung, momentum hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah Al-Mukarramah ke Madinah dimaknai dengan khidmat. Masjid Syuhada, Jalan TB. Simatupang, Huta Toruan VII, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, menjadi pusat kegiatan dzikir, muhasabah, dan do’a bersama yang dihadiri ratusan jamaah dari berbagai penjuru.
Sejak sore hari, jamaah mulai memadati masjid. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula rombongan majelis taklim. Suasana haru dan syukur menyelimuti setiap sudut masjid yang berdiri kokoh sebagai salah satu pusat dakwah di Tarutung.
Ketua BKM Masjid Syuhada Ustadz Daud Gultom dalam sambutannya mengingatkan, Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun. Ini momentum untuk bercermin, mengevaluasi amal, dan meluruskan niat.
“Perhelatan waktu mengingatkan kita bahwa umur terus berjalan. Dari zaman Nabi Adam AS hingga Rasulullah SAW, Allah SWT telah menetapkan perjalanan waktu bagi umat manusia. Kini giliran kita yang harus mengisi sisa umur dengan amal shalih,” ujarnya.
Ustadz Daud mengutip QS. Ali Imran ayat 19, “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka…”
Ia menegaskan, Islam yang dibawa Rasulullah SAW melalui Al-Qur’an yang diwahyukan Malaikat Jibril adalah agama yang sempurna. Ajaran itu harus menjadi panduan dalam setiap sendi kehidupan, mulai dari keluarga hingga berbangsa dan bernegara.
Acara inti dimulai ba’da Magrib. Jamaah larut dalam lantunan dzikir dan istighfar yang dipimpin para imam masjid. Suasana hening pecah saat sesi muhasabah. Ustadz Daud mengajak seluruh jamaah mengoreksi diri: sudahkah shalat tepat waktu, sudahkah berbakti pada orang tua, sudahkah menjaga lisan dan perbuatan.
“Tujuan utama kita berkumpul malam ini bukan seremonial. Tapi bagaimana kita memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari. Menjalankan perintah Allah, mengamalkan sunnah Nabi, dan menjauhi segala larangan-Nya,” tegasnya.
Do’a bersama menutup rangkaian ibadah. Tangan-tangan terangkat memohon ampunan, keselamatan bangsa, dan keberkahan untuk Tarutung. Tangis haru beberapa jamaah pecah, menandakan dalam jiwa yang tersentuh.
Ustadz Daud menjelaskan, di Indonesia Muharram selalu diisi dengan ragam kegiatan positif. Mulai muhasabah, dzikir, do’a bersama, pawai obor, tablig akbar, hingga santunan anak yatim dan kaum dhuafa. Semua itu bertujuan membangkitkan semangat keimanan, mempererat silaturahmi, menjaga ukhuwah islamiyah, dan meningkatkan kepedulian sosial.
“Dari Kementerian, TNI-Polri, pemerintah pusat sampai desa, semua punya cara merayakan Muharram. Karena kita sadar, Al-Qur’an dan Sunnah adalah pondasi fundamental. Tanpa itu, pembangunan bangsa kehilangan arah,” katanya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Hadir Ketua NU Kabupaten Tapanuli Utara, Kepala Kemenag Kabupaten Tapanuli Utara, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tapanuli Utara, serta personel Kodim 0210/TU yang ikut larut dalam do’a bersama masyarakat.
Kehadiran TNI menunjukkan sinergi ulama-umarah dalam menjaga kerukunan. “Kami di Kodim 0210/TU selalu mendukung kegiatan keagamaan. Ini bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar salah satu personel yang hadir.
Menutup tausiyah, Ustadz Daud mengajak jamaah menjadikan 1 Muharram sebagai “hijrah zaman now”. Hijrah dari malas ke rajin ibadah, dari boros ke hemat dan berbagi, dari mudah emosi ke sabar dan pemaaf.
“Jadikan masjid ini rumah kedua. Jadikan Al-Qur’an teman setia. Jadikan sunnah Nabi sebagai gaya hidup. InsyaAllah Tarutung akan menjadi kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
Dengan semangat hijrah, peringatan 1 Muharram 1448 H di Masjid Syuhada diharapkan menjadi titik awal. Awal bagi umat Islam Tarutung untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkokoh persatuan, dan menebar manfaat seluas-luasnya bagi sesama. (Lia Hambali)
Sumber : Pendim 0210/TU
































