Asesoris Yang Melampaui Takaran Porsi Pencitraan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:46 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste

Opini, AgaraNews.com // Dari pergaulan teologis, kata Yudo Latief manuaia dapat memperoleh dorongan semangat kerja meningkat menjadi panggilan moral, disiplin diri yang bisa memperkuat kebijakan yang ugahari sebagai kekuatan spiritual. Tapi realitasnya di Indonesia agama menjadi asesoris penghias diri untuk tampil di muka publik sebagai identitas unggulan jauh dari kerendahan hati untuk merunduk seperti kesadaran dari kepasrahan sujud yang ikhlas tanpa ingin diketahui oleh siapapun, kecuali Tuhan.

Inna sholati wanusuki wamayahya ya hirabbil alamin, terkesan hanya semacam mantra hapalan yang tak bergema dari dalam dada. Mungkin seribu ayat dan hadis sudah tersusun rapi dalam ingatan, tapi lupa untuk mewujudkannya dalam realitas kehidupan yang sulit maupun kemewahan yang berlimpah. Bersedia diperas atas nama pajak, tapi alfa membayar zakat fitrah dan zakat mal serta sedekah untuk fakir miskin. Apalagi untuk wakaf bagi kesejahteraan umat, seakan tiada sebanding dengan biaya kampanye untuk merebut posisi dan kedudukan yang berada di luar amanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi dan budaya balap karung serupa itu semakin marak dan lestari, seakan pantas menjadi warisan leluhur yang pantas dibanggakan hingga beralih dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan kira sempat terpesona — mungkin juga bangga karena pernah melintas dalam pertarungan budaya seperti itu yang kini telah menjadi kenangan namun tetap menjadi tontonan.

Rumah ibadah yang mewah tidak lagi menjadi tempat melepas dahaga kerinduan pada sang pencipta. Tempat mewah sudah menjadi yang tak memberi kesejukan. Sebab dia terkunci rapat seusai formalitas ritual dilakukan secara mekanis, tidak dinamis mengalirkan angin surga yang menyejukkan kehidupan yang semakin gersang. Namun dalam ideologi yang dianggap paling modern hari ini, asesoris pencitraan telah menjadi pasal yang tidak tertulis dalam konstitusi kita.   (Lia Hambali)

Banten, 13 Mei 2026

Berita Terkait

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat
19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan
Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan
Silaturahmi dan Koordinasi, Babinsa Posramil Tadu Raya Gelar Komsos Bersama Aparatur Desa Simpang Jaya
Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa
Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Wakil Bupati Aceh Timur Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:57 WIB

19 Pejabat Polres Aceh Timur Berganti, Kapolres Tekankan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0108/Agara Bersama Warga Masyarakat Gelar Karya Bhakti Perbaikan Jembatan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Babinsa Melaksanakan Kegiatan komunikasi sosial Bersama Masyarakat Di Warung kopi Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Di Desa Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Babinsa posramil kuala pesisir Komsos Dengan aparatur desa

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Babinsa Laksanakan Pendampingan Penggalian Sungai Pembangunan Jembatan Beton di Wilayah Binaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Babinsa Bersama Warga Masyarakat Cor Tiang Pylon Tepi Dekat Jembatan Gantung Perintis

Berita Terbaru