Langkat, AgaraNews.Net – Bagi Syafiah dan Nuraini, kehadiran Satgas Kesehatan TMMD 128 bukan sekadar kunjungan medis biasa. Di tengah keterbatasan akses kesehatan, kedatangan personel kesehatan Kodim 0203/Langkat ke rumah mereka di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, adalah sebuah kemewahan yang mengharukan.
Selama TMMD ke-128 berlangsung, pelayanan kesehatan door to door menjadi salah satu program non fisik yang menyentuh langsung kebutuhan warga pesisir. Tidak perlu antre di puskesmas atau menempuh jarak jauh, warga cukup menunggu di rumah untuk mendapat pemeriksaan.
Syafiah yang didera sakit lambung kini bisa sedikit bernapas lega setelah ditangani langsung di ruang tamunya sendiri. Tim kesehatan memeriksa kondisinya, memberikan obat, sekaligus memberikan edukasi tentang pola makan dan istirahat yang baik.
Di sudut lain desa, Nuraini yang telah memasuki usia kepala enam juga merasakan manfaatnya. Ia tak lagi harus berjalan jauh untuk mengobati batuk dan alergi kulit yang sudah lama dideritanya.
“Biasanya kalau sakit, saya tahan-tahan saja karena jauh ke puskesmas. Sekarang dokter dari TNI datang sendiri ke rumah. Alhamdulillah, rasanya diperhatikan,” ujar Nuraini haru.
Melalui ketukan pintu-pintu rumah kayu, para personel kesehatan yang dijuluki “tabib loreng” ini hadir membawa kotak obat berjalan sekaligus paket edukasi hidup sehat. Mereka memeriksa tekanan darah, gula darah, kesehatan anak dan lansia, serta memberikan vitamin dan obat-obatan gratis.
Selain pengobatan, penyuluhan tentang sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pencegahan stunting juga diberikan. Tujuannya agar warga tidak hanya sembuh, tetapi juga tahu cara menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit lagi.
“Kami ingin memastikan warga di pelosok juga mendapat hak atas layanan kesehatan. Kalau mereka sehat, semangat membangun desa juga ikut naik,” ujar salah satu personel Satgas Kesehatan.
Operasi kemanusiaan di jalan sunyi Pasar Rawa ini menegaskan kembali filosofi TMMD: bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat adalah fondasi utama pembangunan yang sesungguhnya.
Bagi warga, kehadiran tabib loreng bukan hanya soal obat dan suntikan. Ia menjadi bukti bahwa negara hadir sampai ke sudut desa, mendengar keluhan, dan menjawabnya dengan tindakan nyata.
Di Desa Pasar Rawa, loreng tak hanya identik dengan pembangunan jalan dan jembatan. Kini ia juga identik dengan sentuhan tangan yang menyembuhkan, dan hati yang mau mendengar.(Lia Hambali)
































