Jakarta Utara,AgaraNews. Net – Ratusan buruh memadati halaman PT Indomarco Prismatama Menara Indomaret, Jalan Pantai Indah Kapuk Boulevard No.1, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa 26 Mei 2026. Mereka datang membawa satu pesan tegas: hak pekerja harus dihormati.
Aksi dimulai sejak pagi hari. Sekitar 500 massa yang tergabung dalam Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPAI FSPMI) bersama KSPI dan SPN turun ke jalan. Massa datang bertahap dari DKI Jakarta, Banten, dan Bogor menggunakan bus, kendaraan pribadi, hingga iring-iringan motor. Bendera serikat, spanduk, dan mobil komando menjadi pemandangan dominan di depan gedung Menara Indomaret.
Dalam orasinya, para buruh menyuarakan empat tuntutan utama: menolak penghapusan upah lembur pada hari libur nasional, menghentikan intimidasi terhadap pekerja, menolak praktik union busting, dan mendesak pembentukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang lebih adil dan bermartabat.
Spanduk-spanduk protes dibentangkan di barisan terdepan. Tulisan “Kami bukan mesin, kami manusia butuh keadilan” dan “Tolak penghapusan upah lembur hari libur nasional” menjadi sorotan utama.
Aksi berlangsung tertib dan penuh solidaritas. Pukul 11.12 WIB, seluruh massa kompak menyanyikan Indonesia Raya, Mars KSPI, Mars FSPMI, dan Mars SPN. Suara mereka menggema sebagai penanda persatuan perjuangan buruh.
Bung Engap, salah satu perwakilan massa, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk perjuangan untuk mendapatkan hak yang belum dipenuhi perusahaan.
“Permasalahan ini terkait hak uang lembur yang tidak dibayarkan. Kami hadir di sini untuk memperjuangkan hak pekerja dan meminta perusahaan memiliki itikad baik dalam menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya di atas mobil komando.
Hal senada disampaikan perwakilan Ketua Umum FSPMI, Sdr. Mitzar. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lepas dari keringat pekerja lapangan.
Gedung besar ini berdiri karena kerja keras buruh. Kami hanya meminta hak-hak pekerja dipenuhi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz, S.I.K., http://M.Si. memastikan pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif.
“Kami mengedepankan pengamanan secara humanis dan persuasif. Penyampaian pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, namun tetap harus menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” ujar Kombes Pol. Erick Frendriz.
Personel gabungan Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Metro Penjaringan diturunkan untuk menjaga jalannya aksi. Tidak ada gangguan kamtibmas sepanjang kegiatan berlangsung.
Pukul 13.25 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib dan bergerak menuju Kementerian Ketenagakerjaan untuk melanjutkan penyampaian aspirasi. Situasi di lokasi dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.
Bagi ratusan buruh yang datang dari berbagai daerah, aksi ini bukan sekadar tuntutan upah. Ini tentang pengakuan bahwa di balik gerai Indomaret yang buka setiap hari, ada manusia yang berhak atas keadilan dan rasa hormat. ( Lia Hambali)
































