Tanah Karo, AgaraNews. Net // Bencana bisa datang kapan saja. Tapi kesiapsiagaan kitalah yang membedakan antara korban dan penyintas.
Menyadari hal itu, Kejaksaan Negeri Karo tidak hanya fokus pada penegakan hukum. Rabu, 5 Agustus 2026, institusi Adhyaksa ini turun langsung ke tengah masyarakat melalui Sosialisasi & Pelatihan Pencegahan serta Mitigasi Bencana di Kecamatan Simpang Empat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Edmond N Purba SH MH. Kehadiran orang nomor satu di Kejari Karo ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mengayomi masyarakat, bukan hanya saat terjadi pelanggaran hukum.
“Bukan cuma soal penegakan hukum. Kami juga peduli sama keselamatan dan ketangguhan warga Karo,” ujar Kajari dalam sambutannya.
Ratusan warga, perangkat desa, dan relawan bencana tampak antusias mengikuti pelatihan. Semangat gotong royong terasa kental di tengah aula.
Materi yang disampaikan sangat komprehensif dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat saat bencana:
1. Aspek Hukum dalam Tanggap Darurat
Warga dibekali pemahaman tentang hak dan kewajiban hukum saat status darurat bencana ditetapkan. Termasuk perlindungan hukum bagi relawan dan petugas.
2. Pengelolaan Dana Bantuan yang Transparan
Ini yang paling krusial. Kajari menekankan pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas dalam mengelola dana bantuan.
“Bantuan untuk korban harus sampai 100% ke tangan yang berhak. Jangan sampai ada yang diselewengkan. Itu bukan hanya dosa, tapi pidana,” tegas Kajari.
3. Langkah Preventif di Lapangan
Mulai dari mitigasi dini, pemetaan daerah rawan, jalur evakuasi, hingga kesiapsiagaan keluarga. Semua dibahas agar masyarakat Simpang Empat lebih siap dan terlindungi.
Bagi Kejari Karo, keadilan tidak hanya ditegakkan di ruang sidang. Keadilan juga hadir saat negara melindungi warganya dari ancaman bencana.
“Karena bagi kami, hukum yang hadir adalah hukum yang menjaga dan mengayomi. Kami ingin masyarakat Karo tangguh dan tidak gagap saat bencana datang,” tambah Kajari.
Di akhir kegiatan, Kejari Karo mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dari hal-hal kecil.
“Yuk, saling jaga. Cek jalur evakuasi di rumah, siapkan tas siaga bencana, dan jangan buang sampah sembarangan. Karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati,”ajaknya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan Kecamatan Simpang Empat menjadi salah satu wilayah yang paling siap menghadapi potensi bencana di Kabupaten Karo.(Lia Hambali)


































