Aceh Tenggara – Agaranews.net Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sekaligus Sekretaris Komisi VII, Yahdi Hasan, M.I.Kom., menunjukkan respons cepat terhadap bencana kebakaran yang melanda permukiman warga di Desa Lawe Login 1, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara. Kehadiran politisi dari Fraksi Partai Aceh ini menjadi bentuk nyata dari fungsi pengawasan dan kepedulian sosial parlemen di tengah situasi darurat yang menimpa masyarakat. Senin (01/06/26)
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan hunian warga tersebut dilaporkan terjadi pada Senin dini hari, 1 Juni 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Api yang menjalar dengan cepat di kawasan padat penduduk tersebut sempat menyulut kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran setempat dibantu oleh partisipasi aktif masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, musibah ini berdampak langsung pada dua Kepala Keluarga (KK). Rumah milik Mestiana br Nainggolan dilaporkan mengalami tingkat kerusakan paling parah (rusak berat), sementara kediaman Kanto Silaban teridentifikasi mengalami kerusakan kategori sedang. Kendati tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang signifikan bagi kedua keluarga terdampak.
Mendengar kabar duka tersebut, Yahdi Hasan langsung bergerak menuju lokasi kejadian guna meninjau skala kerusakan secara objektif. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmennya untuk memastikan bahwa penanganan pasca-bencana oleh pihak terkait dapat berjalan secara taktis, cepat, dan tepat sasaran demi meminimalisasi trauma para korban.
Di lokasi evakuasi, Sekretaris Komisi VII DPRA ini menyerahkan bantuan masa panik secara langsung kepada keluarga Mestiana dan Kanto Silaban. Bantuan yang bersifat stimulan ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan logistik dasar yang mendesak, seperti bahan pangan, dan kebutuhan primer lainnya guna menyambung hidup selama masa transisi pemulihan.
“Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial, melainkan kewajiban moral dan konstitusional untuk memastikan masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak merasa berjuang sendirian. Bantuan masa panik ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban psikologis dan logistik yang dialami korban,” ujar Yahdi Hasan di sela-sela kegiatannya.
Selain menyerahkan bantuan, legislator berlatar belakang magister komunikasi ini juga meluangkan waktu untuk berdialog secara persuasif dengan para korban. Yahdi memberikan edukasi kebencanaan serta nasehat yang menenangkan guna memulihkan kondisi mental (trauma healing) keluarga terdampak, seraya mengingatkan pentingnya ketabahan dalam menghadapi ujian serta kewaspadaan kolektif terhadap potensi bahaya kebakaran.
Melalui momentum ini, Yahdi Hasan juga menegaskan bahwa institusinya akan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Dinas Sosial setempat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi fisik rumah korban dapat segera diupayakan. Sikap responsif ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pemangku kebijakan lain untuk mempercepat birokrasi penanganan bencana di tingkat daerah. (Husni)
































