Empat Bulan Tanpa Tersangka,..!!!, Komitmen Polsek Senduro Usut Kematian Nisarofatin Ditantang Publik

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:59 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumajang, AgaraNews. Net // Viral di berbagai Media Online dan Media Sosial (Medsos) tentang Misteri kematian seorang petani muda berusia 22 tahun bernama Nisarofatin di lereng kaki Gunung Semeru, Lumajang, menyisakan “TEKA-TEKI BESAR” yang sarat akan kejanggalan. Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat (STTLPM) dengan nomor STTLPM/05/IV/2026/SPKT/POLRES LUMAJANG/POLSEK SENDURO, perempuan malang ini ditemukan tewas secara tidak wajar di dalam sebuah gudang berlantai tanah pada Jumat malam, 3 April 2026.

Nisarofatin Terduga korban, warga Dusun Tetelan, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, seorang perempuan muda yang sehari-hari bekerja sebagai petani, ditemukan terbujur kaku di lantai tanah sebuah gudang dengan kondisi mulut berbusa dan diduga banyak luka lebam di sekujur tumbuhnya.

Atas peristiwa kejadian tersebut, Pihak keluarga melalui pelapor, Sorin Abadi (34), telah resmi membawa kasus ini ke ranah hukum pada Sabtu dini hari (4/4/2026) pukul 01.30 WIB, kemaren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi narasumber yang dihimpun awak media di tempat kejadian perkara (TKP), khususnya narasumber dari pihak keluarga terduga korban, kematian Nisarofatin banyak kejanggalan yang mencurigakan terkait sekujur tubuhnya.Sangat ironis, apa yang dilihat oleh saksi mata di TKP bukanlah sebuah peristiwa kematian biasa. Diduga “Ada orkestra kejanggalan yang langsung tertangkap mata, mengindikasikan bahwa ini bukanlah sekadar kasus bunuh diri konvensional, melainkan ada potensi intervensi pihak luar”.

Menurut keterangan pihak keluarga (Sorin Abadi) menduga ada yang janggal terkait apa yang dilihatnya di TKP terkait kondisi fisik tempat kejadian dan posisi korban memicu analisis tajam mengenai adanya kejanggalan struktural dan tak logis yakni :

åSelendang Bayi yang Terputus di Usuk Atap :

Tepat di atas posisi tergeletak nya korban, ditemukan sebuah selendang bayi yang terikat pada kayu usuk (atap) rumah dalam kondisi sudah terputus. Jika koridor awalnya adalah dugaan gantung diri, material selendang bayi dan beban tubuh korban menjadi titik krusial yang harus diperiksa secara forensik. Apakah selendang tersebut putus karena beban, atau sengaja dipotong untuk mengaburkan fakta?

å Jeratan Ganda di Perut: Ban Luar dan Kabel Merah

Ini adalah anomali paling mencolok dalam laporan kepolisian. Pada bagian perut korban, terdapat lilitan erat dari ban luar kendaraan dan kabel berwarna merah. Secara psikologis dan mekanis, sangat tidak lazim bagi seseorang yang berniat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri untuk mengikat perutnya sendiri dengan dua material tebal dan kaku secara bersamaan. Ikatan di perut ini mengarah kuat pada adanya upaya imobilisasi (pelumpuhan) atau kekerasan fisik sebelum korban kehilangan kesadaran.

å Busa dari Hidung dan Mulut :

Setelah lilitan di perut dilepas oleh Abdul Hanan dan istrinya, korban sempat dipindahkan ke kamar dalam kondisi masih bernapas. Namun, setibanya di Puskesmas Senduro, nyawa korban tidak tertolong. Petugas medis dan personel Polsek yang berjaga mendapati korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulutnya. Gejala keluar busa ini secara medis kerap diidentifikasikan dengan dua hal: asfiksia berat (kekurangan oksigen ekstrem akibat jeratan/pencekikan) atau adanya indikasi keracunan zat kimia.

Usut punyak usut beredar issue kabar sangat senter di kalangan tetangga terdekat, bahwa terduga korban (Nisarofatin) dalam kehidupan sehari-hari sering cek-cok dengan “Suaminya”???.

Hingga berita ini di unggah Minggu 19 Juli 2026, status terlapor masih tertulis sebagai “X”. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan barang bukti berupa potongan selendang bayi, kabel merah, dan ban luar, serta menunggu hasil visum et repertum resmi atau autopsi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian.

PUBLIK dan Masyarakat Desa Kandangtepus kini dirundung kecemasan sekaligus rasa penasaran yang tinggi !!! ;

• Apakah Nisarofatin merupakan korban dari sebuah skenario “pembunuhan yang mencoba disamarkan”???…

• Ataukah ada motif lain di balik jeratan ban luar dan kabel merah tersebut???…

• 👉 : Mampukah POLRES LUMAJANG dan POLSEK SENDURO menjalankan Polri PRESISI secara benar???….

• 👉 : Lama Waktu Sudah 4 Bulan Berjalan Mampukah “SDM” penyidik Polsek Senduro dan Polres Lumajang Berhasil Mengungkap Kasus Kematian Nisarofatin…???. (Lia Hambali )

Reporter : Limbad

Berita Terkait

Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitor Kunjungan Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN di Kampung KB Berseri
Babinsa Hadiri Musdes RKPD Desa Durin Simbelang
Babinsa Laksanakan Komsos dengan Kepala Lingkungan di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir
Babinsa Koramil 0201-05/MB Patroli Gabungan bersama Polsek Medan Kota
Danramil 0201-16/TM Gelar Audiensi Bersama PAC Pemuda Pancasila Tanjung Morawa
Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Mediasi Permasalahan Kekerasan Rumah Tangga
Jenguk Warga yang Sakit Babinsa Koramil 0201-14/PB Kopka Lalu Edy Kurniadi, Berikan Motivasi dan Do’a
Serka Mhd Eba Zulpikar Monitor Kebakaran Satu Unit Rumah Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 02:51 WIB

Babinsa Koramil 0201-16/TM Monitor Kunjungan Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN di Kampung KB Berseri

Kamis, 3 September 2026 - 02:48 WIB

Babinsa Hadiri Musdes RKPD Desa Durin Simbelang

Kamis, 3 September 2026 - 02:45 WIB

Babinsa Laksanakan Komsos dengan Kepala Lingkungan di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir

Kamis, 3 September 2026 - 02:43 WIB

Babinsa Koramil 0201-05/MB Patroli Gabungan bersama Polsek Medan Kota

Kamis, 3 September 2026 - 02:40 WIB

Danramil 0201-16/TM Gelar Audiensi Bersama PAC Pemuda Pancasila Tanjung Morawa

Kamis, 3 September 2026 - 02:36 WIB

Jenguk Warga yang Sakit Babinsa Koramil 0201-14/PB Kopka Lalu Edy Kurniadi, Berikan Motivasi dan Do’a

Kamis, 3 September 2026 - 02:33 WIB

Serka Mhd Eba Zulpikar Monitor Kebakaran Satu Unit Rumah Warga

Kamis, 3 September 2026 - 02:29 WIB

Demi Menjalin Hubungan Baik, Babinsa Melaksanakan Komsos Dengan Warga Binaan

Berita Terbaru

HEADLINE

Babinsa Hadiri Musdes RKPD Desa Durin Simbelang

Kamis, 3 Sep 2026 - 02:48 WIB