Tanah Karo, AgaraNews.Net – Jam menunjukkan pukul 02.00 WIB ketika keheningan Desa Kineppen, Kecamatan Munte, pecah oleh suara teriakan dan dentingan benda keras. Di simpang desa yang biasanya sepi, dua kelompok pemuda dari Desa Kineppen dan Desa Kandibata sudah saling berhadapan. Emosi muda, adu mulut, dan provokasi kecil yang tak kunjung diselesaikan berubah menjadi tawuran.
Di saat kebanyakan orang masih terlelap, laporan warga masuk ke Polsek Munte. Tidak butuh waktu lama, personel gabungan Polres Karo bergerak.
IPDA Erwin Tunisro selaku Pamapta 1 Polres Karo memimpin Tim bersama IPDA Romi Ginting, SH, dan IPDA Berton Siregar. Di belakang mereka ada IPDA Azis Tarigan, Kanit Reskrim Polsek Munte, BRIPKA Salmon Sembiring Bhabinkamtibmas, BRIPKA M. Roi Ginting, dan personel piket fungsi Polres Karo.
Mereka tidak datang dengan sikap menekan. Setibanya di lokasi, prioritas pertama adalah memisahkan massa yang sudah terpancing emosi. Suara sirine dan sorotan lampu patroli cukup membuat sebagian pemuda berhenti. Yang lain dibujuk dengan suara tegas tapi tenang.
“Berhenti,.!!! Ini bukan jalan menyelesaikan masalah. Kalau ada yang luka, siapa yang rugi,..? Kalian sendiri,” ujar salah satu petugas di tengah kerumunan warga.
Setelah massa berhasil dibubarkan, personel memastikan tidak ada yang tertinggal dalam kondisi terluka. Korban segera dibawa ke RSUD Kabanjahe untuk mendapat penanganan medis. Sementara itu, untuk mencegah tawuran susulan, Polisi mengundang Kepala Desa dari kedua belah pihak.
Langkah ini penting. Polisi sadar, menyelesaikan konflik pemuda di akar rumput tidak bisa hanya dengan pembubaran. Dibutuhkan orang tua, tokoh desa, dan komunikasi yang memulihkan kepercayaan antar warga.
Kapolsek Munte AKP Saut Rapolo, SH mengatakan, kepolisian akan terus mengedepankan langkah preventif dan mediasi. Ia tidak ingin kasus ini selesai hanya di atas kertas laporan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pemuda agar tidak mudah terpancing emosi dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban bersama. Permasalahan yang terjadi akan diselesaikan melalui mediasi dan pendekatan persuasif,” ujar AKP Saut Rapolo.
Pertemuan antara kedua desa direncanakan dalam waktu dekat. Tujuannya sederhana: duduk bersama, bicara baik-baik, dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
Berkat kesigapan personel Polsek Munte bersama Polres Karo, situasi di Simpang Desa Kineppen berhasil dikendalikan. Sekitar pukul 04.00 WIB, jalan kembali sepi, hanya menyisakan jejak ban patroli dan sisa ketegangan yang perlahan reda.
Warga yang mengintip dari balik pintu rumah mulai keluar. Beberapa mengucapkan terima kasih kepada petugas yang masih berjaga. Bagi mereka, kehadiran polisi di dini hari itu bukan hanya mencegah bentrokan, tapi juga menyelamatkan masa depan pemuda yang hampir terjerumus lebih dalam.
Di Kineppen malam itu, pelajaran penting kembali diingatkan : masalah antar pemuda tidak akan selesai dengan pukulan dan batu. Ia selesai ketika ada orang dewasa yang berani berdiri di tengah, menjadi penengah, dan memilih dialog daripada kekerasan.(Lia Hambali)
































