Bandara Aceh – Agaranews.net Sekretaris Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026. Momentum ini dinilai sebagai momentum krusial untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur bangsa di tengah dinamika pembangunan daerah dan nasional. Minggu (31/06/26)
Dalam keterangannya, Yahdi Hasan menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar fondasi filosofis negara (philosofische grondslag), melainkan instrumen pemersatu yang mampu mengakomodasi keberagaman ide, kultur, dan kekhususan yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia, termasuk Aceh.
“Pancasila adalah payung besar bangsa yang memberikan ruang bagi Aceh untuk merawat kekhususan dan keistimewaannya. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial sangat selaras dengan prinsip-prinsip syariat Islam dan kearifan lokal yang hidup di bumi Serambi Mekah,” ujar Yahdi Hasan.
Sintesis Harmonis antara Nasionalisme dan Kekhususan Aceh
Sebagai legislator yang membidangi agama, kebudayaan, dan pariwisata di Komisi VII DPRA, Yahdi menggarisbawahi pentingnya merawat harmoni antara komitmen kebangsaan dan pelaksanaan kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Menurutnya, intelektualitas dan profesionalisme dalam mengelola daerah harus berlandaskan pada pemahaman ideologi yang matang. Pancasila tidak boleh dipandang secara kaku, melainkan sebagai metodologi hidup yang adaptif untuk menjawab tantangan zaman, mulai dari penguatan ekonomi daerah hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup pernyataannya, Yahdi Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari akademisi, pemuda, hingga tokoh adat untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini sebagai titik pijak dalam memperkuat integrasi sosial dan pembangunan yang inklusif.
“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari kita bumikan nilai-nilai Pancasila dengan kerja-kerja profesional, berintegritas, dan berbasis ilmu pengetahuan untuk mewujudkan Aceh yang mulia dan Indonesia yang berdaulat,” pungkas Politisi Partai Aceh tersebut. (Husni)
































