Jakarta, AgaraNews. Net // Membangun organisasi pers tidak cukup hanya dengan memperkuat kapasitas jurnalistik dan profesionalisme wartawan. Kekompakan internal serta kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan organisasi agar tetap memiliki makna sosial.
Semangat tersebut diwujudkan Pengurus Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia DKI Jakarta melalui kegiatan silaturahmi, tasyakuran dan santunan anak yatim yang digelar Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Humas MIO Indonesia DKI Jakarta, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, itu menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar-pengurus sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.
Kegiatan tersebut mengusung semangat “Merawat Silaturahmi Memperkuat Kebersamaan dan Berbagi Kepedulian Bersama Anak Yatim.”
Ketua Umum PP MIO Indonesia, Ays Prayogie, menilai kegiatan sosial seperti itu tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda seremonial organisasi. Menurut dia, kepedulian sosial merupakan bagian dari karakter organisasi yang ingin hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Silaturahmi menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan organisasi. Dengan komunikasi, kebersamaan dan saling menghargai, kita dapat membangun MIO Indonesia menjadi organisasi pers yang semakin solid, profesional, berintegritas dan bermanfaat,” ujar Prayogie.
Ia menegaskan, kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur dan program kerja. Hubungan antar pengurus, rasa persaudaraan serta kemampuan membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi fondasi yang tidak kalah penting.
Karena itu, kegiatan santunan anak yatim diharapkan tidak berhenti pada momentum tertentu. Semangat berbagi dan kepedulian sosial perlu dikembangkan menjadi bagian dari budaya organisasi MIO Indonesia, baik di tingkat wilayah maupun daerah.
“Yang kita berikan mungkin tidak seberapa, tetapi yang paling penting adalah ketulusan dan kepedulian. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” katanya.
Menjaga Organisasi Tetap Solid
Selain menjadi momentum berbagi, kegiatan tersebut juga memiliki arti penting bagi konsolidasi internal MIO Indonesia DKI Jakarta.
Ketua PW MIO Indonesia DKI Jakarta Gito Ricardo, Sekretaris PW Alam Massiri, dan Bendahara PW Bainana Bachty, bersama jajaran pengurus wilayah, turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Selain KSB MIO Indonesia PW Provinsi DKI Jakarta, nampak dilokasi acara dihadiri juga ketua MIO PD jakarta barat (Bob Hasan), ketua MIO PD Jakarta Utara (Iyan zaenudin), serta para anggota lainya dari beberapa wilayah DKI jakarta.
Kebersamaan itu menjadi penting di tengah tuntutan organisasi pers yang semakin kompleks. Perubahan ekosistem media, perkembangan teknologi digital, serta tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan kredibilitas informasi membuat organisasi pers harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan prinsip dasarnya.
Dalam konteks itu, konsolidasi organisasi tidak hanya berbicara mengenai administrasi maupun program kerja. Membangun komunikasi yang sehat dan menjaga persaudaraan antar pengurus menjadi modal untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Prayogie juga mengingatkan seluruh jajaran MIO Indonesia agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi perpecahan.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut menghilangkan persaudaraan dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia berharap MIO Indonesia dapat terus berkembang sebagai organisasi yang menaungi insan pers dengan menjunjung profesionalisme, independensi, integritas sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial.
Bukan Sekadar Seremonial
Kegiatan silaturahmi dan santunan tersebut pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas: organisasi pers tidak berada di ruang yang terpisah dari masyarakat.
Di tengah fungsi pers sebagai penyampai informasi dan kontrol sosial, kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan menjadi nilai yang turut memperkuat legitimasi sosial organisasi.
Karena itu, MIO Indonesia DKI Jakarta diharapkan dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari kegiatan sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda yang berlangsung satu kali.
“Jadikan MIO Indonesia sebagai rumah bersama bagi insan pers yang menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat,” kata Prayogie.
Kegiatan ditutup dengan doa dan kebersamaan bersama anak-anak yatim. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun organisasi bukan hanya tentang memperkuat struktur, tetapi juga tentang merawat hubungan antar manusia dan menghadirkan manfaat bagi sesama. (Lia Hambali)
Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter : Irma


































