Ribuan Penambang Geruduk PT Timah, Bijih Tak Terbeli : Penghasilan Masyarakat Terancam Lumpuh

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:04 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur, AgaraNews. Net || Ribuan masyarakat penambang bijih timah di Kabupaten Belitung Timur mendatangi Kantor PT Timah dan Gudang Bijih Timah (GBT) PT Timah, Jumat (7/8/2026). Mereka menyampaikan keresahan setelah aktivitas pembelian bijih timah hasil tambang masyarakat terhenti dalam beberapa hari terakhir.Terhentinya pembelian tersebut membuat hasil tambang masyarakat tidak terserap. Kondisi ini memutus rantai perdagangan bijih timah di tingkat bawah dan berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, situasi tersebut terjadi setelah adanya penindakan hukum terhadap sejumlah kolektor timah. Penindakan itu disebut membuat kolektor lainnya memilih menghentikan sementara aktivitas pembelian karena khawatir menghadapi persoalan hukum serupa.Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Bijih timah yang telah ditambang tidak dapat segera dijual, sementara kebutuhan ekonomi keluarga tetap berjalan.

Persoalan semakin kompleks karena PT Timah disebut belum dapat menyerap seluruh produksi masyarakat. Proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) masih berlangsung, sedangkan kapasitas penampungan di Gudang Bijih Timah (GBT) juga terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut membuat masyarakat berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, kolektor menghentikan pembelian. Di sisi lain, hasil tambang belum sepenuhnya dapat diserap PT Timah.

Penghasilan Terhenti, Kebutuhan Rumah Tangga Terancam

Bagi masyarakat penambang, persoalan ini bukan sekadar terhentinya transaksi komoditas. Berhentinya pembelian bijih timah berarti terhentinya pula sumber pemasukan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan uang untuk membeli kebutuhan pokok, membayar biaya pendidikan anak, memenuhi cicilan hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dalam aksi tersebut, masyarakat mendesak adanya kepastian mengenai mekanisme pembelian bijih timah hasil tambang rakyat. Mereka menilai ketidakjelasan jalur penjualan membuat masyarakat berada dalam ketidakpastian, meski aktivitas penambangan dan hasil produksi terus berlangsung.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah, aparat penegak hukum dan PT Timah segera mencari solusi bersama. Mereka berharap pelaku usaha yang menjalankan aktivitas sesuai ketentuan memperoleh kepastian hukum, sementara hasil produksi masyarakat tetap memiliki jalur penyerapan yang jelas.

Minta Pemerintah dan PT Timah Segera Cari Solusi

Masyarakat berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Kepastian mekanisme pembelian dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat penambang sekaligus memastikan aktivitas perdagangan bijih timah berlangsung sesuai aturan.

PT Timah juga diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi penyerapan bijih timah masyarakat, kapasitas GBT serta mekanisme pembelian selama proses penyesuaian RKAB berlangsung.

Bagi masyarakat, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya penjelasan, tetapi solusi konkret agar hasil tambang yang sudah diproduksi tidak terus menumpuk tanpa kepastian pasar.

Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, masyarakat khawatir tekanan ekonomi semakin meluas dan dapat memicu aksi serupa di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari PT Timah maupun pihak terkait mengenai tuntutan masyarakat(Lia Hambali)

Berita Terkait

Hening di Tengah Malam, Kapolres Simalungun Beri Penghormatan untuk Pahlawan Tuan Rondahaim Jelang HUT RI ke-81
Kompak dan Solid, Forkopimda Simalungun Buktikan Sinergitas Bukan Sekadar Seremoni
Kapolres Simalungun Hadiri Pisah Sambut Kalapas Pematang Siantar, Wujud Sinergitas Forkopimda
Sigap Respons Laporan 110, Polsek Purba Bersama Tim INAFIS Ungkap Penyebab Kematian Petani di Gubuk Ladang
Aksi Memukau Polisi Cilik Binaan Polres Simalungun Curi Perhatian Bupati, Wujud Nyata Polri Humanis Sejak Dini
Kapolres Simalungun Turut Sambut Kunjungan Kerja Pangdam I/Bukit Barisan di Bumi Habonaron Do Bona
Kapolres Jakut Cek Kesiapan Jamuan Rakyat di Kali Jodo
Pesta Jamuan Rakyat Peringati HUT RI ke-81, Forkopimko Jakarta Utara Tegaskan Komitmen Tolak Tawuran

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Hening di Tengah Malam, Kapolres Simalungun Beri Penghormatan untuk Pahlawan Tuan Rondahaim Jelang HUT RI ke-81

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Kompak dan Solid, Forkopimda Simalungun Buktikan Sinergitas Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Kapolres Simalungun Hadiri Pisah Sambut Kalapas Pematang Siantar, Wujud Sinergitas Forkopimda

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Sigap Respons Laporan 110, Polsek Purba Bersama Tim INAFIS Ungkap Penyebab Kematian Petani di Gubuk Ladang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Aksi Memukau Polisi Cilik Binaan Polres Simalungun Curi Perhatian Bupati, Wujud Nyata Polri Humanis Sejak Dini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Jakut Cek Kesiapan Jamuan Rakyat di Kali Jodo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Pesta Jamuan Rakyat Peringati HUT RI ke-81, Forkopimko Jakarta Utara Tegaskan Komitmen Tolak Tawuran

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Polisi Humanis, Polwan Polres Metro Jakarta Utara Bantu Lansia Antre Bansos di JIS

Berita Terbaru