Kepahiang – 21 Juli 2026, Agarnews. Net – Dalam upaya mengentaskan desa dari ketertinggalan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa / PMD Provinsi Bengkulu resmi menjalankan program “PMD Datangi Desa”. Program ini menyasar 1.034 desa di seluruh Provinsi Bengkulu untuk menggali potensi yang ada, baik di bidang perkebunan, pertambangan, maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah desa.
Tujuan utamanya jelas agar desa yang memiliki wilayah usaha tidak hanya menjadi “objek”, tetapi juga mendapatkan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Program ini dimulai di Kabupaten Kepahiang. Tim dari Dinas PMD Provinsi Bengkulu yang dipimpin Kabid Fasilitasi Pembangunan Desa, Anton, didampingi Tim Teknis Oswari, S.Sos dan Tarno, mendatangi Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Desa Air Sempiang Mugianto bersama perangkat desa dan anggota BPD Desa Air Sempiang.
Turut hadir juga kepala desa dan perwakilan dari desa tetangga, di antaranya, Kades Babakan Bogor, Kades Tangsi Duren Komari Yusup, Perangkat Desa Bukit Menyan, Kasiri, serta perwakilan dari Desa Kampung Bogor dan Bogor Baru Kecamatan Kepahiang.
Dalam forum tersebut, Kabid Anton secara langsung menanyakan kepada seluruh perangkat desa yang hadir terkait potensi apa yang bisa digali agar desa-desa transmigrasi / “Desa Tran” di Kabupaten Kepahiang bisa bertransformasi dari desa tertinggal menjadi desa maju dan mandiri.
Poin penting yang ditekankan adalah terkait keberadaan perusahaan di wilayah desa.
“Jangan sampai di wilayah kita ada perusahaan, tapi desa tidak mendapatkan apa-apa. Sesuai aturan, setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah desa wajib memberikan kontribusi berupa dana rehabilitasi dan koperasi untuk pendapatan desa. Ini harus kita kawal bersama,” tegas Anton.
Dalam kesempatan yang sama, Oswari, S.Sos selaku Tim Teknis PMD Provinsi memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kepahiang.
Ia menyebut dari 105 desa di Kepahiang, administrasi kependudukan dan penegasan batas wilayah antar desa sudah 100% selesai.
“Ini sangat memuaskan. Dengan selesainya patok batas wilayah, Kepahiang layak disebut kabupaten yang inovatif. Masyarakat jadi tertib administrasi dan jauh dari konflik. Masyarakat tidak lagi merasa seperti ‘tinggal di wilayah orang lain’,” ujar Oswari di Kantor Desa Air Sempiang, Selasa (21/7/2026).
Melalui program ini, Dinas PMD Provinsi Bengkulu berharap setiap desa mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi unggulannya. Baik itu potensi perkebunan, tambang, maupun kerjasama dengan perusahaan, agar benar-benar berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Desa / PADes dan kesejahteraan masyarakat.
Program “PMD Datangi Desa” ini akan terus berlanjut ke 1.033 desa lainnya di Provinsi Bengkulu. (Dank Amrel)


































