KUTACANE –agaranews.net// Ribuan jamaah dari berbagai kecamatan memadati Masjid Agung At-Taqwa Kutacane, Kamis (25/6), untuk mengikuti Tabligh Akbar dan Doa Bersama yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara melalui Dinas Syariat Islam. Kegiatan religius tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara sekaligus momentum menyongsong Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Sejak pagi hari, masyarakat mulai berdatangan ke masjid kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara itu. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari dalam masjid menambah suasana khusyuk dan penuh ketenangan. Jamaah yang hadir terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara, tokoh agama, tokoh adat, pelajar, hingga masyarakat umum yang datang untuk mengikuti tausiyah dan doa bersama demi keberkahan daerah yang mereka cintai.
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah nasional asal Sumatera Utara, Ustadz Ramadhan Ariga atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Ustadz India. Kehadiran dai yang dikenal dengan gaya dakwah santun dan menyentuh hati itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Aceh Tenggara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, SE, MM, Wakil Bupati beserta istri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta istri, pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tenggara, para ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para kepala SKPK, pejabat struktural, aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara, serta ribuan masyarakat yang memadati area masjid.
Suasana semakin khidmat ketika Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry menyampaikan sambutannya di hadapan para jamaah. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa hari itu menjadi momentum yang sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Aceh Tenggara karena bertepatan dengan sejumlah peristiwa penting yang sarat makna.
“Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagi Kabupaten Aceh Tenggara. Kita berkumpul dalam suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan. Ada tiga momentum besar yang kita peringati bersama, yaitu Hari Ulang Tahun ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara, Tahun Baru Islam 1 Muharram, dan pelaksanaan Tabligh Akbar yang menghadirkan ulama untuk memberikan pencerahan kepada kita semua,” ujar Salim Fakhry.
Menurutnya, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender hijriah, tetapi menjadi momentum refleksi dan evaluasi diri bagi seluruh elemen masyarakat. Semangat hijrah, kata dia, harus dimaknai sebagai tekad untuk terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.
“Dalam suasana Tahun Baru Islam ini, mari kita jadikan semangat hijrah sebagai fondasi dalam membangun Aceh Tenggara. Hijrah dari ketertinggalan menuju kemajuan, hijrah dari berbagai kekurangan menuju perbaikan yang berkelanjutan, serta hijrah dari sikap individual menuju semangat kebersamaan dan gotong royong,” katanya yang disambut tepuk tangan jamaah.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT ke-52 Aceh Tenggara sebagai momentum memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Menurutnya, perjalanan panjang selama lebih dari lima dekade telah membawa Aceh Tenggara melewati berbagai tantangan pembangunan, namun berkat persatuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Tanoh Alas itu tetap mampu bertahan dan berkembang.
“Usia 52 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi perjalanan sebuah daerah. Banyak tantangan dan ujian yang telah kita lalui bersama. Namun berkat sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, Aceh Tenggara tetap berdiri kokoh, aman, damai, dan terus bergerak menuju kemajuan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Salim Fakhry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, mulai dari para pendiri kabupaten, tokoh masyarakat, aparatur pemerintahan, hingga masyarakat yang terus menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, kegiatan tabligh akbar dan doa bersama dinilai memiliki makna penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan Aceh Tenggara berjalan seimbang. Tidak hanya membangun jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya, tetapi juga membangun akhlak, moral, dan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Ustadz Ramadhan Ariga di Aceh Tenggara. Menurutnya, kehadiran penceramah yang akrab disapa Ustadz India itu merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat yang haus akan siraman rohani.
“Di tengah kebahagiaan dan rasa syukur kita hari ini, Allah SWT menghadirkan seorang ulama yang insya Allah akan memberikan nasihat dan pencerahan kepada kita semua. Mari kita buka hati dan pikiran untuk menyerap ilmu yang disampaikan, mempertebal keimanan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kita,” ujarnya.
Bupati berharap tausiyah yang disampaikan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, menjaga persatuan, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah sesuai kapasitas masing-masing.
Menjelang akhir sambutannya, suasana masjid tampak semakin khusyuk ketika Salim Fakhry mengajak seluruh jamaah menundukkan kepala dan menengadahkan tangan untuk bermunajat kepada Allah SWT. Doa dipanjatkan untuk keselamatan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan Aceh Tenggara.
“Kita doakan bersama agar Kabupaten Aceh Tenggara yang memasuki usia ke-52 tahun senantiasa dijauhkan dari marabahaya, bencana, konflik, dan perpecahan. Semoga daerah yang kita cintai ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, negeri yang aman, damai, makmur, sejahtera, dan mendapat limpahan rahmat serta ampunan Allah SWT,” tuturnya.
Usai sambutan Bupati, jamaah kemudian mengikuti tausiyah yang disampaikan Ustadz Ramadhan Ariga. Dengan gaya penyampaian yang santai namun penuh makna, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tahun baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Ribuan jamaah tampak larut dalam suasana religius, memanjatkan harapan dan doa terbaik bagi masa depan Aceh Tenggara.
Tabligh Akbar dan Doa Bersama tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta membangun optimisme menuju Aceh Tenggara yang lebih maju, religius, dan sejahtera. Ady
































