Materialisme dan Spiritualisme Dalam Tradisi dan Budaya Suku Bangsa Nusantara Yang Telah Menjadi Indonesia

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:42 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste

Kualitas itu akan selalu diuji dari apa yang dihasilkan dalam wujud mutu saat digunakan oleh pihak lain. Karena itu, kualitas tidak bisa diklaim sepihak — apapun bentuk dari kualitas yang bisa diuji kesahehan — dari kualitas yang dimaksudkan itu.

Pemikiran seorang profesor harus mencerminkan kualitas dari gelar besar itu, tidak kaleng-kaleng. Maka itu, sikap dan sifat yang ugahari dan rendah hati, akan selalu dilakukan dengan kehati-hatian, tidak perlu arogan sehingga sikap jumawa tidak perlu tampil hanya untuk menunjukkan kebodohan yang tidak penting untuk diketahui banyak orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga gelar yang paling populer dan sering digunakan diantaranya gelar adat, gelar akademik, gelar keagamaan. Untuk menyandang gelar yang sangar besar kharismanya itu, bisa saja justru menjadi beban yang sulit untuk disandang, bahkan bisa menumbangkan harga diri hingga martabat instansi dari asal gelar itu diperoleh. Atas dasar pertimbangan inilah — umumnya mereka yang sadar — tak hendak menempelkan gelar besar itu di depan atau pun dibelakang namanya yang tidak memiliki kapasitas untuk mencantumkan gelar itu, baik secara formal maupun informal.

Tapi juga bukan tak banyak orang yang doyan menempelkan semua gelar yang bisa dipakainya, meski tidak cukup memiliki bobot yang dapat dipertanggung jawabkan dengan menyandang seabrek gelar yang ditempelkan itu, karena memang sekedar untuk gagah-gagahan belakang dan upaya membangun citra diri yang palsu, tidak otentik alias abal-abal. Ibarat telepon genggam yang ada di tangan kita — hand phone — yang penting sesungguhnya bukan kesing dari penampilan hand phone itu — sebab yang kita perlukan adalah kualitas dari daya tangkap untuk sinyal, kecepatan akselerasi dari hand phone tersebut serta keahlian dari diri kita untuk mengoperasionalkan hand phone tersebut.

Jadi, harus dapat dipahami juga antara kualitas hand phone dengan kemampuan dan keahlian kita mengoperasionalkan hand phone tersebut. Sebab kualitas hand phone yang tidak selaras dan tidak serasi dengan kemampuan dan keahlian pengguna, hanya akan memamerkan kekonyolan juga.

Dalam tradisi dan budaya suku bangsa tertentu di nusantara ini, gelar atau julukan dari lingkungan keluarga banyak yang tetap terpelihara dengan baik. Tapi gelar atau julukan dari lingkungan keluarga itu pun berlaku khusus, hanya dilingkungan karya semata. Maka itu, gelar atau julukan dari keluarga ini akan menjadi seperti “barang ekslusif” ketika dibawa atau terbawa ke ruang publik. Seperti Daing, Batin, Kiyai dan Minak misalnya, untuk sesebutan dari keluarga suku bangsa Lampung. Bisa saja, julukan dan gelar khusus dari keluarga ini diberikan kepada suku bangsa lain yang memang memiliki legitimasi adat untuk menyandangnya. Namun yang pasti, semua julukan dan gelar dari keluarga atau yang lebih bersifat kebiasaan dari adat ini, bukan karena diminta oleh yang bersangkutan, karena gelar atau julukan ini — yang disebut sebagai adek — sepenuhnya diberikan oleh pihak keluarga. Dan masing-masing keluarga pun dapat menentukan sendiri gelar atau julukan yang dianggap paling tepat dan paling terhormat untuk orang yang bersangkutan itu.

Begitulah, dalam tradisi dam budaya Jawa, ada sebutan Mas yang sudah berlalu umum seperti sebutan Romo untuk mereka yang dianggap lebih tua dan memiliki keilmuan tertentu yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Tapi intinya, gelar atau julukan seperti itu tidak berasal dari orang yang bersangkutan, tapi berasal dari orang yang menyebutkan gelar atau julukan itu.

Persis seperti julukan untuk Lay, Ucok, Pariban, Pak Uda, Inang Tua dan sebagainya, sehingga suasana kekeluargaan jadi terasa lebih hangat dan akrab, familiar. Lalu, mengapa iklim tradisi dan budaya kita kini terasa kering dan gersang. Adakah ini yang disebut “kemarau budaya” yang tergerus oleh etika, budi daya, moral dan akhlak yang semakin dibayangi oleh materialisme sehingga nilai-nilai spiritualisme jadi meredup atau bahkan sudah sana sekali punah ?

Agaknya, semua itu perlu direnungkan kembali secara berulang-ulang, agar butir-butir mutiara warisan para leluhur suku bangsa Nusantara — yang telah diubah — menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengapa jadi terkesan begitu berat untuk mewujudkan cita-cita proklamasi bangsa yang sudah ditasbihkan hampir 100 tahun silam.(Lia Hambali)

Banten, 29 Juli 2026

Berita Terkait

Kejari Karo Hadiri Rapat Integrasi GTRA 2026, Dukung Penataan Aset dan Akses Untuk Kesejahteraan Masyarakat 
Bupati Karo Pimpin Rapat Evaluasi Festival Bunga dan Buah 2026, Targetkan Tanah Karo Jadi Destinasi Agraris Dunia 
Ketua TP PKK Kab. Karo Lantik TP Posyandu Kecamatan Se-Kabupaten Karo
Kabur Sampai ke Aceh, Pelaku Curanmor Asal Simalungun Akhirnya Diringkus Polsek Gunung Malela
Soliditas TNI-Polri Rayakan Ultah ke-42 Dandim 0207/SML, Kapolres Simalungun Sampaikan Doa dan Harapan Terbaik
Mendadak,..!!! Usai Apel Pagi, Kapolres Simalungun Langsung Cek HP Personel Antisipasi Judi Online dan Pinjol
Teladani Akhlak Rasulullah, Kapolres Simalungun Sampaikan Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW
Antisipasi Kebakaran Hutan, Kapolres Simalungun Ingatkan Warga: Cegah Sejak Dini, Laporkan Segera 110

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:50 WIB

Kejari Karo Hadiri Rapat Integrasi GTRA 2026, Dukung Penataan Aset dan Akses Untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Bupati Karo Pimpin Rapat Evaluasi Festival Bunga dan Buah 2026, Targetkan Tanah Karo Jadi Destinasi Agraris Dunia 

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Ketua TP PKK Kab. Karo Lantik TP Posyandu Kecamatan Se-Kabupaten Karo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kabur Sampai ke Aceh, Pelaku Curanmor Asal Simalungun Akhirnya Diringkus Polsek Gunung Malela

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Soliditas TNI-Polri Rayakan Ultah ke-42 Dandim 0207/SML, Kapolres Simalungun Sampaikan Doa dan Harapan Terbaik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Teladani Akhlak Rasulullah, Kapolres Simalungun Sampaikan Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Antisipasi Kebakaran Hutan, Kapolres Simalungun Ingatkan Warga: Cegah Sejak Dini, Laporkan Segera 110

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Berikan Motivasi Disiplin Bekerja, Babinsa Kemlayan Berikan Pembinaan Kepada Linmas

Berita Terbaru