Kritik Anies Baswedan : Asri Tadda Sebut Kejujuran, Bukan Pesimisme

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:12 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Makassar, 23 Mei 2026, AgaraNews . Net // Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menegaskan bahwa kritik Anies Baswedan terhadap pemerintah bukanlah upaya membangun pesimisme publik, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan rakyat. Asri menanggapi pernyataan politisi Partai Golkar Idrus Marham yang mengingatkan agar kritik Anies disertai optimisme dan solusi.

“Kami menghormati pandangan Pak Idrus Marham. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa optimisme yang sehat tidak lahir dari menutup mata terhadap persoalan. Optimisme justru lahir dari keberanian mengakui masalah dan kesungguhan untuk menyelesaikannya,” tegas Asri dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Asri menilai pernyataan Anies Baswedan selama ini bukanlah upaya membangun pesimisme publik, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dirasakan rakyat di lapangan, mulai dari tekanan ekonomi rumah tangga, melemahnya daya beli masyarakat, sulitnya lapangan kerja, hingga meningkatnya beban hidup masyarakat kelas menengah dan bawah.“Ketika rakyat mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin berat, dan peluang ekonomi yang makin sempit, maka menyampaikan fakta itu bukan pesimisme. Itu adalah kejujuran. Yang berbahaya justru jika elite politik lebih sibuk menjaga narasi optimisme daripada menjawab substansi persoalan yang sedang dihadapi rakyat,” ujarnya.

Asri menegaskan bahwa kritik tidak harus selalu diawali dengan pujian agar dianggap konstruktif. Dalam demokrasi, kritik merupakan instrumen kontrol publik yang sah dan dijamin konstitusi. “Jangan sampai kita terjebak pada logika bahwa setiap kritik terhadap pemerintah harus dianggap sebagai serangan politik. Jika ada persoalan yang disampaikan, maka jawablah persoalannya. Jangan sibuk menyerang orang yang menyampaikan kritik,” katanya.

Asri juga mengingatkan bahwa banyak persoalan nasional memang dipengaruhi dinamika global. Namun menurutnya, kondisi global tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari evaluasi terhadap kebijakan nasional. “Tidak ada yang membantah bahwa dunia sedang menghadapi tantangan ekonomi. Tetapi tugas pemerintah justru memastikan dampaknya bisa diminimalkan terhadap rakyat. Karena itu, ketika ada kritik terhadap kondisi yang terjadi, respons yang dibutuhkan adalah penjelasan dan solusi, bukan sekadar ajakan untuk tetap optimistis,” ujarnya.Sebagai organisasi yang lahir dari semangat partisipasi warga negara, Gerakan Rakyat memandang bahwa kritik dan optimisme bukanlah dua hal yang saling bertentangan. “Kami percaya pada masa depan Indonesia. Tetapi kecintaan terhadap bangsa tidak bisa diwujudkan dengan menutupi masalah. Cinta kepada Indonesia mesti diwujudkan dengan keberanian mengatakan yang benar, sekalipun itu tidak nyaman didengar,” tambah Asri.

“Kritik adalah bagian dari ikhtiar memperbaiki keadaan, bukan upaya menjatuhkan negara,” tegas Ketua Partai Gerakan Rakyat Sulsel itu. Asri kemudian menyindir kecenderungan sebagian elite yang lebih reaktif terhadap kritik daripada terhadap masalah yang dikritik. “Jangan salah sasaran. Yang harus dilawan adalah kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesulitan hidup rakyat. Bukan orang yang mengingatkan bahwa masalah-masalah itu ada,” tegas dia.

Menutup pernyataannya, Asri Tadda mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun budaya demokrasi yang lebih dewasa. “Demokrasi yang sehat tidak meminta rakyat diam demi menjaga optimisme. Demokrasi yang sehat memberi ruang bagi kritik agar pemerintah semakin kuat dan kebijakan semakin tepat,” tukasnya. “Indonesia tidak membutuhkan optimisme yang dipaksakan. Indonesia membutuhkan optimisme yang lahir dari kejujuran, keberanian, dan kerja nyata,” pungkas Asri.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Gandeng Garda Semeru Nusantara, MA Bidayatul Hidayah Jatirejo Jadi Pioneer Sekolah Bersih Narkoba
Keseruan Babinsa Kodim 1310/Bitung Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat, Ciptakan Lingkungan Aman, Nyaman dan Kondusif
Babinsa Menyapa Petani di Sawah, Pantau Langsung Pertumbuhan Padi
Polda Metro Jaya Gelar Apel Operasi Berantas Jaya 2026, Fokus Tekan Curanmor
Polda Metro Jaya Gelar Apel Operasi Berantas Jaya 2026, Fokus Tekan Curanmor
Patroli JJOS KRYD Cipta Kondisi, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pengamanan dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan
Jembatan Aramco Segera Difungsikan, Bakti TNI Hadirkan Akses Aman bagi Masyarakat
Razia PETI Kotanopan oleh Tim Terpadu Pemprov Sumut Dinilai “Ecek-Ecek”. Kapolri Didesak Tangkap Mafia Tambang GD dan PW

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:53 WIB

Gandeng Garda Semeru Nusantara, MA Bidayatul Hidayah Jatirejo Jadi Pioneer Sekolah Bersih Narkoba

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:48 WIB

Keseruan Babinsa Kodim 1310/Bitung Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat, Ciptakan Lingkungan Aman, Nyaman dan Kondusif

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:43 WIB

Babinsa Menyapa Petani di Sawah, Pantau Langsung Pertumbuhan Padi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:39 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Apel Operasi Berantas Jaya 2026, Fokus Tekan Curanmor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:37 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Apel Operasi Berantas Jaya 2026, Fokus Tekan Curanmor

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:30 WIB

Jembatan Aramco Segera Difungsikan, Bakti TNI Hadirkan Akses Aman bagi Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:23 WIB

Razia PETI Kotanopan oleh Tim Terpadu Pemprov Sumut Dinilai “Ecek-Ecek”. Kapolri Didesak Tangkap Mafia Tambang GD dan PW

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Terkini,..!!! Rekor Putri Wulandari: Studi Cepat, IPK 3,87

Berita Terbaru