Janggal,..!!! Terlapor Tak Pernah Hadir, Tapi Polisi Hentikan Kasus Penganiayaan di Kabupaten Sampang

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:13 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, AgaraNews . Net // Terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan (SP3 Lidik) atas laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan Sunama, warga Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, memantik sorotan tajam publik. Alih-alih menghadirkan kepastian hukum, penghentian perkara ini justru memunculkan rangkaian pertanyaan kritis yang hingga kini belum terjawab.

Dalam surat resmi tertanggal 20 Mei 2026, Satreskrim Polres Sampang menyatakan laporan tersebut dihentikan dengan alasan hasil penyelidikan menyebut peristiwa yang dilaporkan bukan tindak pidana atau tidak cukup alat bukti.

Jika memang alat bukti dinilai tidak cukup, mengapa terlapor yang disebut bernama Sawi justru sempat mangkir saat dipanggil penyidik tanpa ada tindakan tegas lanjutan?

Mengapa proses penyelidikan dihentikan ketika pihak terlapor bahkan belum menunjukkan itikad kooperatif secara penuh?

Sunama mengaku pada 24 April 2026 dirinya datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 WIB di ruang PPA. Namun, ia diperiksa oleh penyidik berbeda dari sebelumnya.

Pertanyaannya, mengapa pemeriksaan dialihkan ke penyidik lain? Apakah ada alasan administratif yang jelas, atau justru ada perubahan arah penanganan perkara?

Lebih mengejutkan lagi, korban mengaku diminta agar tidak membicarakan perkara tersebut kepada wartawan dan tidak memberitakannya ke media.

Apa yang sebenarnya dikhawatirkan jika perkara ini diketahui publik?

Bukankah keterbukaan informasi justru menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas penegakan hukum?

Korban juga diminta menunggu hingga pukul 13.00 WIB dengan alasan kedua belah pihak akan dipertemukan untuk pemeriksaan lanjutan. Namun hingga waktu yang ditentukan, terlapor tidak pernah hadir.

Jika benar terlapor mangkir, mengapa tidak ada upaya pemanggilan ulang yang lebih tegas?

Mengapa justru pelapor yang berkali-kali hadir, sementara terlapor terkesan dibiarkan?

Kejanggalan berikutnya terjadi saat Suna, anak perempuan korban, dipanggil sebagai saksi pada malam hari tanggal 29 April 2026.

Mengapa saksi perempuan dipanggil di luar jam kerja?

Apakah prosedur pemanggilan malam hari itu sesuai standar pemeriksaan?

Ataukah ada pola penanganan yang patut dipertanyakan?

Karena merasa takut, saksi memilih tidak hadir. Sementara Bunadin, saksi lain yang disebut berada di lokasi kejadian, juga tidak datang memenuhi panggilan.

Jika saksi-saksi kunci belum seluruhnya diperiksa optimal, atas dasar apa penyidik menyimpulkan alat bukti tidak cukup?

Bagaimana mungkin perkara dinyatakan selesai sementara rangkaian pemeriksaan justru menyisakan banyak celah?

Keputusan penghentian perkara ini menimbulkan kesan adanya proses yang terburu-buru.

Apakah penghentian ini murni berdasarkan fakta hukum objektif?

Ataukah ada faktor lain yang membuat kasus ini seolah harus segera ditutup?

Sebab dalam negara hukum, keadilan bukan hanya soal putusan akhir, melainkan juga bagaimana proses itu dijalankan secara jujur, transparan, dan tanpa keberpihakan.

Kini masyarakat menunggu jawaban resmi dari Polres Sampang.

Akankah institusi penegak hukum ini menjelaskan seluruh kejanggalan tersebut secara terbuka, atau justru memilih membiarkan tanda tanya ini terus menggantung di benak publik?      .( Lia Hambali)

Reporter : Limbad

Berita Terkait

Gol Extra Time Argentina Pecahkan Suasana Nobar di Kodim 0206/Dairi, Komsos TNI-Rakyat Semakin Solid
Babinsa Koramil 03/Parongil Dampingi Petani Rawat Kunyit dan Jahe, Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Silaturahmi di Masjid
Ngobrol di Warung Kopi, Babinsa Ajak Warga Bentengi Desa dari Narkoba dan Judi Online
Babinsa dan Kepala Desa Satukan Warga, Jalan Kuta Tinggi Dibersihkan demi Kenyamanan Pengguna
Mengawal Kedaulatan di Ujung Negeri, Yonif 122/TS Dilepas Dari Belawan 
Polsek Metro Penjaringan Gelar Kegiatan Rutin KRYD Guna Mengantisipasi Tawuran dan Balap Liar 
Patroli KRYD Polsek Koja Amankan Satu Sepeda Motor dalam Operasi Cipta Kondisi

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:59 WIB

Gol Extra Time Argentina Pecahkan Suasana Nobar di Kodim 0206/Dairi, Komsos TNI-Rakyat Semakin Solid

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:56 WIB

Babinsa Koramil 03/Parongil Dampingi Petani Rawat Kunyit dan Jahe, Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:54 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Silaturahmi di Masjid

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:51 WIB

Ngobrol di Warung Kopi, Babinsa Ajak Warga Bentengi Desa dari Narkoba dan Judi Online

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:47 WIB

Babinsa dan Kepala Desa Satukan Warga, Jalan Kuta Tinggi Dibersihkan demi Kenyamanan Pengguna

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:35 WIB

Polsek Metro Penjaringan Gelar Kegiatan Rutin KRYD Guna Mengantisipasi Tawuran dan Balap Liar 

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:29 WIB

Patroli KRYD Polsek Koja Amankan Satu Sepeda Motor dalam Operasi Cipta Kondisi

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:23 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Sunda Kelapa Polres Priok, Tingkatkan Harkamtibmas Melalui Kegiatan DDS di Pelabuhan Muara Angke

Berita Terbaru