Pekanbaru, AgaraNews. Net // Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (DPC GRIB Jaya ) Kota Pekanbaru. Melalui jajaran pengurus dan humasnya, organisasi tersebut menyambangi kediaman keluarga Ayla Azzuhra Balqis di RW 05 Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Jumat (19/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah GRIB Jaya menerima informasi bahwa Ayla Azzuhra Balqis, putri pasangan Abdul Manan dan Nurhalizah, tidak berhasil diterima di SMK Negeri 3 Pekanbaru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam kunjungan itu, Humas DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, Sabam Tanjung, bersama pengurus lainnya berdialog langsung dengan keluarga untuk mengetahui kondisi ekonomi dan latar belakang permasalahan yang dihadapi.
Dari hasil pertemuan tersebut diketahui bahwa Abdul Manan bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Sukaramai dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara sang istri membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai buruh pembuat kerupuk jengkol. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat mereka khawatir tidak mampu menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta apabila tidak memperoleh kesempatan masuk sekolah negeri.
“Kehadiran kami hari ini sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah. Kami berharap ada solusi agar anak ini tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Sabam Tanjung.
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi keluarga tersebut adalah belum memiliki dokumen administrasi yang dapat mendukung status sebagai keluarga kurang mampu dalam proses penerimaan peserta didik.
Karena itu, GRIB Jaya Kota Pekanbaru meminta Pemerintah Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, serta pihak SMK Negeri 3 Pekanbaru untuk memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami keluarga tersebut.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan ruang dan solusi agar anak dari keluarga ini tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan. Jangan sampai keterbatasan ekonomi menjadi penyebab anak kehilangan masa depannya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPC GRIB Jaya Kota Pekanbaru, S Hondro, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap keluarga yang benar-benar berada dalam kondisi ekonomi sulit.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan kondisi yang dilihat langsung di lapangan, keluarga Ayla termasuk kategori masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan dan keberpihakan pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Kami memohon kepada Gubernur Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dan pihak SMK Negeri 3 Pekanbaru agar memberikan atensi terhadap persoalan ini. Harapan kami sederhana, yakni agar anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak,” kata Hondro
GRIB Jaya menegaskan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata untuk memperjuangkan satu orang siswa, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan pendidikan yang masih dihadapi sebagian masyarakat kurang mampu di Kota Pekanbaru.
Mereka berharap tidak ada anak yang terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi maupun kendala administrasi, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan wajib belajar 12 tahun bagi seluruh anak Indonesia.(ST/Lia Hambali)
































