Langkat, AgaraNews. Net – Di bawah terik matahari pesisir yang membakar kulit, Desa Pasar Rawa dan Kelantan Luar di Kecamatan Gebang bersiap menyambut fajar baru. Dua hari menjelang penutupan resmi, proyek sanitasi dan sumur bor garapan TNI bersama warga memasuki fase paling krusial.
Selama bertahun-tahun, air bersih menjadi teka-teki yang sulit dipecahkan bagi warga pesisir Langkat. Tinggal bersebelahan dengan laut, mereka justru dikepung air yang melimpah tapi tak bisa diminum. Air tanah di desa ini payau, asin, dan pekat.
Setiap kemarau datang, warga hanya punya dua pilihan: meminum air seadanya atau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli jeriken-jeriken air bersih dari luar desa.
Kini, ironi itu mulai dipatahkan. Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa ke-128, Kodim 0203/Langkat menyasar langsung urat nadi kebutuhan warga dengan membangun instalasi sumur bor air bersih dan bilik-bilik Mandi, Cuci, Kakus yang layak.
Ritme kerja di lokasi proyek justru meningkat dua hari menjelang penutupan. Deru mesin bor berpadu dengan ayunan cangkul warga dan personel TNI yang berpacu dengan waktu.
Fokus utama tertuju pada penyelesaian detail teknis. Di satu sisi, prajurit TNI merekatkan sambungan pipa paralon agar aliran air dari perut bumi mengalir mulus ke bak penampungan tanpa kebocoran. Di sisi lain, dinding MCK diratakan dengan semen basah, sementara daun pintu mulai dipasang satu per satu.
“Fasilitas sanitasi dan air bersih ini adalah fondasi paling mendasar bagi kesehatan masyarakat,” ujar Perwira Seksi Teritorial Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi, di tengah riuhnya aktivitas lapangan.
Ia menegaskan, percepatan di sisa dua hari ini tidak boleh mengorbankan kualitas. “Target kami, begitu program ini ditutup, keran-keran air sudah harus langsung mengalir deras ke wadah-wadah milik warga.”
Urgensi proyek ini menggerakkan warga untuk tidak menjadi penonton pasif. Di bawah sengatan matahari pesisir dan debu yang beterbangan, para pria bahu-membahu mengangkut pasir dan batu.
Sementara itu, kaum perempuan sibuk menjaga dapur umum tetap mengepul untuk memasok energi para pekerja. Gotong royong yang cair ini menjadi bahan bakar utama yang menjaga asa desa tetap menyala.
Bagi warga Pasar Rawa, bilik MCK baru dan menara tandon air yang mulai menjulang bukan sekadar infrastruktur. Di balik dinding batako itu tersimpan harapan untuk memutus rantai penyakit akibat sanitasi buruk, dan mengakhiri ketergantungan panjang pada air payau yang membelenggu hidup mereka selama bergenerasi.
Dua hari lagi upacara penutupan TMMD ke-128 akan digelar. Namun bagi warga di tepian laut ini, kemenangan sejati bukan di upacara.
Kemenangan sejati akan datang saat gemercik pertama air bersih yang jernih mengalir dari keran, membasuh dahaga menahun yang selama ini mereka rasakan.
Program TMMD Kodim 0203/Langkat membuktikan bahwa ketika TNI dan warga menyatu, masalah yang bertahun-tahun terasa mustahil bisa diurai bersama.(Lia Hambali)
































