Kutacane — agaranews.net// Duka akibat banjir bandang yang menerjang Desa Lawe Tua, Kecamatan Lawe Sigala-gala, perlahan mulai terobati dengan hadirnya kepedulian dan semangat gotong royong dari berbagai pihak. Di tengah lumpur yang masih menutupi sebagian permukiman warga, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama relawan dan masyarakat bahu-membahu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhri, memberikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Daerah LSM LIRA Indonesia Kabupaten Aceh Tenggara atas keterlibatan aktif membantu warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada Sabtu malam (9/5/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan saat Bupati menyerahkan bantuan masa panik kepada warga di posko pengungsian, Senin (11/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Aceh Tenggara itu disambut hangat masyarakat yang masih berjuang membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari sisa material banjir.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Camat Lawe Sigala-gala, Ary Syafrizal Arma, S.STP, M.Si, yang dinilai sigap sejak awal bencana terjadi. Camat Ary disebut terus berada di lapangan mendampingi warga, mengoordinasikan bantuan, hingga memastikan proses evakuasi dan pembersihan berjalan dengan baik.
“Pak Camat menunjukkan kesigapan dan kepedulian yang tinggi. Kehadirannya di tengah masyarakat sejak awal bencana sangat membantu mempercepat proses pemulihan,” ujar Bupati Salim Fakhri.
Suasana penuh keakraban pun sempat tercipta di tengah kunjungan tersebut. Dengan nada bercanda, Bupati bertanya kepada warga,
“Apakah pak camatnya baik?”
Serentak warga menjawab,
“Baik, Pak Bupati!”
Bupati kembali melempar candaan yang langsung disambut tawa masyarakat.
“Kalau pak camatnya baik, boleh nggak saya pindah dia ke tempat lain?”
Warga pun spontan menjawab kompak,
“Jangan, Pak! Jangan dipindah!”
Candaan sederhana itu sejenak mencairkan suasana haru di lokasi pengungsian dan memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat.
Sejak malam kejadian, relawan LSM LIRA Indonesia di bawah koordinasi Fazriansyah selaku Pimpinan DPD LSM LIRA Kabupaten Aceh Tenggara terus turun langsung membantu warga. Mereka bergotong royong membersihkan lumpur, kayu, dan material banjir yang menutupi rumah warga maupun akses jalan desa.
Dengan peralatan seadanya, para relawan bersama masyarakat tampak bekerja tanpa lelah demi mempercepat pemulihan lingkungan yang terdampak cukup parah akibat terjangan banjir bandang.
“Kepedulian dan kebersamaan seperti ini patut diapresiasi. Kehadiran relawan sangat meringankan beban warga yang terdampak,” lanjut Bupati.
Banjir bandang yang melanda Desa Lawe Tua merendam sejumlah rumah warga dan menutup akses jalan dengan lumpur serta material kayu. Banyak perabotan rumah tangga rusak akibat terendam lumpur, sementara halaman rumah dipenuhi sisa material banjir.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati bersama Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST, MM, langsung turun ke lokasi sejak malam kejadian guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Koordinasi lintas instansi segera dilakukan agar bantuan logistik dan alat berat dapat segera dikerahkan ke lokasi terdampak.
BPBD Aceh Tenggara pun menurunkan alat berat untuk membersihkan titik-titik yang tertutup material banjir. Pada Minggu pagi, Jalan Lintas Kutacane–Medan sudah mulai dapat dilalui meski masih dipenuhi lumpur. Memasuki hari kedua, Senin (11/5/2026), akses jalan dilaporkan kembali normal, sementara proses pembersihan terus dilakukan di beberapa titik.
Dalam penyerahan bantuan masa panik tersebut, Bupati turut didampingi Sekretaris Daerah Yusrizal, ST, Kepala Dinas Sosial Bahagia Wati, S.Pd, serta Kalaksa BPBD Mohd. Asbi, ST, MM. Bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat disalurkan untuk membantu meringankan beban warga pada masa awal pascabencana.
Sinergi antara pemerintah daerah, pihak kecamatan, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan kondisi Desa Lawe Tua.
Di hadapan warga, Bupati Salim Fakhri juga mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan optimis menghadapi musibah tersebut.
“Kami memahami beratnya situasi yang bapak ibu hadapi. Namun mari kita hadapi bersama dengan sabar dan semangat. Pemerintah hadir untuk warga. Pemulihan akan berjalan lebih cepat jika kita bersinergi,” tegasnya.
Hingga sore hari, suasana gotong royong masih terlihat di berbagai sudut desa. Warga bersama relawan bahu-membahu membersihkan sisa lumpur di halaman rumah dan lingkungan sekitar. Kehadiran pemerintah serta relawan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang kini perlahan mulai bangkit menata kembali kehidupan mereka.
Bupati berharap kondisi Desa Lawe Tua dapat segera pulih sepenuhnya sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala. Red

























