Manado, Sulut – Agaranews. Net — Perombakan besar-besaran birokrasi Pemprov Sulawesi Utara dipastikan bergulir Juni 2026. Sekretaris Provinsi Sulut Tahlis Gallang, jebolan IPDN, menegaskan rolling jabatan eselon II, III, hingga IV akan dieksekusi bertahap tapi tepat sasaran sesuai arahan Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, SE.
Kepastian ini menjawab spekulasi ASN yang sudah beredar sejak beberapa pekan terakhir. Kini para aparatur sipil negara tinggal menunggu gelombang mutasi yang disebut-sebut jadi perombakan birokrasi terbesar sejak Yulius Selvanus memimpin Sulut.
Tahlis Gallang memastikan proses penyegaran organisasi tidak dilakukan serentak.
“Dipastikan bulan Juni ini akan segera dilakukan rolling. Namun untuk mekanisme pelaksanaannya tidak akan dilakukan secara serentak, tetapi secara bertahap, ” kata Sekprov Tahlis di Manado.
Langkah bertahap dipilih agar transisi di setiap dinas, badan, dan kantor berjalan mulus. Targetnya : pelayanan publik tidak terganggu dan program prioritas tetap jalan.
Menurut Tahlis, Gubernur Yulius Selvanus ingin setiap pejabat ditempatkan sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Saat ini Pemprov Sulut sedang memetakan jabatan kosong, khususnya di eselon III dan IV.
“Pak Gubernur menginginkan pejabat berada dalam posisi jabatan yang tepat. Mutasi juga dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di eselon III dan IV, ” ujar Tahlis.
Sekprov menegaskan rolling bukan sekadar pergantian personel. Ini bagian dari strategi memperkuat kinerja pemerintahan dan mempercepat pembangunan daerah.
Penempatan pejabat akan mempertimbangkan 4 pilar : kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kemampuan menjalankan tugas. Artinya, sistem “kedekatan” ditinggalkan. Yang dipakai : analisis kebutuhan jabatan + kinerja terukur.
“ Inilah saatnya pembuktian! Pejabat yang berprestasi, berdedikasi, dan sejalan visi Gubernur memajukan Sulut punya peluang emas untuk promosi. Sebaliknya yang jalan di tempat, lambat kerja, atau kurang maksimal melayani masyarakat, siap-siap diganti sosok yang bekerja nyata dan tulus,” tegas Tahlis.
Harianto, Ketua RAKO Sulut menyebut pernyataan Sekprov sebagai sinyal paling kuat Gubernur Yulius Selvanus memutar roda percepatan pembangunan.
“Penataan ulang kekuatan birokrasi dilakukan mendasar dan menyeluruh. Dari pemimpin teknis strategis Eselon II hingga pengelola lapangan Eselon III dan IV. Tidak ada celah merasa aman di zona nyaman. Ini evaluasi besar-besaran kinerja pemerintahan demi Sulut dan menuju Indonesia Emas,” ujar Harianto.
Ia menilai strategi bertahap adalah langkah jenius. “Transisi kekuasaan berjalan aman, pelayanan publik tetap optimal, program prioritas masyarakat tidak terhenti,” tambahnya.
Rolling Juni 2026 diharapkan melahirkan birokrasi Pemprov Sulut yang lebih profesional, responsif, dan efektif. Tiga kata kunci itu jadi syarat mendukung program prioritas Pemda dan meningkatkan pelayanan ke 4,8 juta warga Sulut.
Dengan peta jabatan yang sudah disusun, ASN Pemprov kini menanti pengumuman resmi. Siapa yang naik, siapa yang digeser, dan siapa yang mengisi kursi kosong eselon III-IV akan jadi sorotan publik bulan ini.( JS)
































