Jakarta Utara, AgaraNews. Net – Derasnya arus informasi di media sosial membuat pelajar kian rentan terpapar hoaks dan provokasi tawuran. Untuk mencegah itu, Polsek Metro Penjaringan menggelar program Police Go To School di SMK PSKD 3 Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu diikuti 165 siswa di aula sekolah, Jalan Tanjung Wangi Pluit RW 08, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan. Kehadiran polisi disambut hangat pihak sekolah sebagai bentuk sinergi menjaga generasi muda.
Hadir dalam kegiatan Kasubsektor BPL Pluit Iptu Shele Danang Wijaya, S.H., PS Kasubnit 4 Intelkam Aipda Ibnu Madi S., anggota Polsubsektor BPL Pluit Aiptu Dulgani, dan anggota Unit Reskrim Brigadir Gigih Ristiyono. Dari pihak sekolah hadir Kepala SMK PSKD 3 Aroziduhu Zalukhu, Wakil Kesiswaan Ibu Eva, serta guru BK Bapak Rodri dan Ibu Okinsyah.
Di hadapan ratusan siswa, Iptu Shele Danang Wijaya mengingatkan pentingnya saring sebelum sharing. Ia menyebut pelajar adalah kelompok paling rentan menjadi sasaran hoaks hingga ajakan negatif seperti tawuran yang tidak jelas tujuan maupun manfaatnya.
“Kami mengajak seluruh pelajar agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena ikut-ikutan tawuran atau ajakan di media sosial,” tegas Iptu Shele.
Ia juga meminta tenaga pendidik aktif mengawasi dan membina siswa, terutama dalam penggunaan media sosial di lingkungan sekolah dan pergaulan sehari-hari. Peran guru BK menjadi garda terdepan untuk mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak dini.
Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra, S.I.K., M.A.P., menegaskan Police Go To School adalah langkah preventif Polri untuk membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus mencegah kenakalan remaja.
“Melalui program Police Go To School, kami ingin hadir di tengah para pelajar untuk memberikan edukasi, motivasi, serta membangun kesadaran hukum. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga dari pengaruh negatif seperti tawuran, penyalahgunaan media sosial, maupun pergaulan yang menyimpang,” kata AKBP Agta Bhuwana Putra.
Program ini bukan sekadar sosialisasi satu arah. Polisi membuka ruang dialog dengan siswa, menjawab pertanyaan seputar hukum, dan memberi contoh kasus nyata akibat salah menggunakan media sosial.
Kepala SMK PSKD 3 Aroziduhu Zalukhu mengapresiasi kehadiran Polsek Metro Penjaringan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini membuat siswa lebih paham konsekuensi hukum dari tindakan mereka di dunia nyata maupun digital.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB berjalan aman, tertib, dan kondusif. Edukasi semacam ini diharapkan mempererat sinergi kepolisian dan dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, positif, dan bebas dari tawuran.
Karena menjaga satu siswa dari hoaks dan ajakan tawuran, artinya menyelamatkan satu masa depan.(Lia Hambali)
































