Langkat, AgaraNews. Net – Diapit hamparan sawah hijau yang mulai menguning, prajurit Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat dan warga Desa Pasar Rawa berkejaran dengan waktu. Mereka mengayun cangkul, meratakan tanah di atas jalan beton yang baru selesai dibangun, dua hari menjelang upacara penutupan.
Sebuah jalan makadam baru kini membelah bentangan sawah di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Di sisi kanan dan kirinya, pembatas beton atau kestrad bercat putih berdiri kokoh, mengunci jalur transportasi yang selama ini hanya ada dalam angan para petani setempat.
Selasa, 19 Mei 2026, matahari tertutup awan mendung tipis. Namun peluh di lapangan justru makin menderu. Beberapa prajurit Kodim 0203/Langkat bersama warga desa tampak membungkuk di sepanjang jalur pematang.
Tangan-tangan legam mereka bergiliran mengeruk dan meratakan sisa tanah pedel yang masih bergelombang di badan jalan. Aktivitas “bersolek” di detik-detik terakhir ini terekam jelas dalam dokumentasi Satgas.
Mengenakan kaus dinas taktis berpadu celana loreng, bahkan sebagian warga hanya beralaskan sandal jepit, mereka menyisir setiap jengkal infrastruktur baru tersebut. Rumput liar yang sempat tumbuh di sela tanah urukan dibersihkan. Gundukan tanah yang menghalangi laju kendaraan diratakan hingga presisi.
“Kami ingin memastikan akses ini siap 100 persen saat diserahterimakan nanti. Bukan cuma strukturnya yang kuat menahan beban hasil panen, tapi permukaannya juga harus rapi dan nyaman dilalui roda dua maupun roda empat milik warga,” ujar Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Supriadi.
Bagi petani Pasar Rawa, jalur ini adalah urat nadi baru. Selama bertahun-tahun, mengangkut padi dari tengah sawah saat musim penghujan adalah perkara menyiksa. Lumpur yang mengisap ban motor membuat hasil panen terlambat sampai ke lumbung.
Kini pemandangan kontras itu tersaji nyata. Jalan yang bersih membelah sawah hijau, sementara parit irigasi di sisinya mulai berfungsi normal mengalirkan air ke lahan pertanian.
“Kalau dulu panen basah karena jalan becek, sekarang InsyaAllah lancar. Traktor kecil saja bisa masuk sampai ke tengah,” ujar seorang petani yang ikut meratakan tanah.
Ketukan cangkul terakhir di atas pematang ini menjadi penanda sunyi bahwa tugas fisik Satgas TMMD ke-128 hampir paripurna. Sebelum peluit akhir ditiup oleh Pangdam I/Bukit Barisan dua hari ke depan, para prajurit memastikan jejak pengabdian mereka di Langkat ditinggalkan dalam kondisi terbaik.
Tidak ada yang setengah-setengah. Jalan yang kuat harus disertai permukaan yang rapi, agar bisa langsung dipakai warga tanpa perlu perbaikan tambahan.
Bagi Desa Pasar Rawa, jalan ini bukan sekadar akses. Ia adalah penghubung antara keringat petani dan pasar, antara kerja keras dan kesejahteraan yang lebih dekat.
Dua hari lagi TMMD ditutup, tapi manfaatnya akan terus melintas di atas jalan ini, membawa hasil panen untuk generasi hari ini dan masa depan.(Lia Hambali)
































