Langkat, AgaraNews. Net – Proyek drainase dan gorong-gorong TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat resmi tuntas seratus persen. Dua hari menjelang penutupan, personel Satgas tidak berhenti di situ. Mereka kini menyisir parit-parit pemukiman warga untuk memastikan tidak ada lagi sisa sumbatan yang bisa memicu banjir.
Bagi warga Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, langit mendung yang menggelap selama bertahun-tahun bukanlah pertanda berkah. Hujan deras sedikit saja sudah cukup membuat air meluap, mengunci aktivitas harian, dan perlahan mengikis aspal jalan hingga ringkih.
Siklus menjengkelkan inilah yang coba diputus oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ke-128 Kodim 0203/Langkat melalui pembangunan sistem drainase yang terintegrasi.
Dua hari menjelang penutupan resmi program, skenario membebaskan desa dari kepungan air memasuki babak akhir. Struktur utama gorong-gorong di dua titik krusial yang sebelumnya dikejar tenggat, kini telah berdiri kokoh dan presisi.
Namun, para prajurit memilih tidak langsung melipat terpal. Mereka tahu, gorong-gorong yang bagus tidak akan berfungsi jika parit-parit warga masih tersumbat lumpur dan sampah.
Fokus pergerakan pasukan pun bergeser masuk ke jantung pemukiman. Berbekal sekop dan cangkul, personel Satgas bersama warga mengeruk sedimentasi lumpur hitam dan sisa sampah yang menumpuk di depan rumah-rumah warga.
Langkah taktis ini bertujuan memastikan seluruh urat nadi drainase warga terhubung sempurna dengan gorong-gorong baru tanpa ada sumbatan tersisa. Tujuannya satu: saat hujan deras datang, air punya jalan keluar yang lancar.
Di ujung desa, jembatan penghubung setinggi 6 meter yang baru tuntas juga mulai dicat rapi. Riasan akhir ini oleh warga lokal kelakar disebut “bak gadis baru mandi”.
Jembatan itu bukan sekadar akses penghubung, tapi juga simbol perubahan fisik desa yang selama ini terisolasi saat banjir datang.
Dengan sistem pembuangan air yang kini terkoneksi dan bebas sumbatan, risiko erosi tanah dan luapan air saat cuaca buruk dipastikan bakal ditekan seminimal mungkin.
“Kalau dulu hujan setengah jam saja air sudah masuk halaman, sekarang kami yakin bisa lebih aman. Airnya langsung jalan ke gorong-gorong,” ujar salah satu warga yang ikut bergotong royong.
Di batas target TMMD kali ini, Pasar Rawa tidak sekadar bersolek fisik. Desa ini sedang menyongsong bentang lanskap baru: sebuah desa yang akhirnya bisa tidur nyenyak, bahkan saat hujan turun paling deras.
Program TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya membangun infrastruktur besar. Integrasi antara gorong-gorong utama dan parit pemukiman menjadi kunci agar air tidak lagi menggenang dan merusak kehidupan warga.
Kini, warga Pasar Rawa menatap musim hujan dengan rasa tenang yang sudah lama hilang. Genangan menahun yang dulu jadi trauma, perlahan dikeringkan oleh kerja bersama TNI dan masyarakat. (Lia Hambali)
































