Tanah Karo, AgaraNews. Net – Kejaksaan Negeri Karo mengambil langkah nyata untuk menjaga dunia pendidikan tetap bersih dan berintegritas. Pada Selasa, 19 Mei 2026, Kejari Karo menggelar program “Jaksa Peduli Pendidikan” dengan tema besar _“Guru Berintegritas, Pendidikan Berkualitas, Generasi Emas 2045 Bebas dari Korupsi”.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Edmond N Purba, SH, MH dan dihadiri seluruh elemen penting dunia pendidikan di Kabupaten Karo, mulai dari Dinas Pendidikan hingga kepala sekolah di berbagai jenjang.
Tujuan utamanya jelas: memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan para pendidik, agar sekolah menjadi ruang yang aman, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Sekolah Jadi Laboratorium Moral, Bukan Celah Korupsi
Dalam arahannya, Kajari Karo menegaskan bahwa guru adalah pilar utama dalam mencetak karakter generasi penerus bangsa. Integritas seorang pendidik menjadi fondasi agar mutu pendidikan benar-benar berkualitas dan jauh dari praktik korupsi.
“Guru bukan hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan moral. Karakter anak terbentuk dari apa yang mereka lihat setiap hari di sekolah. Jika gurunya berintegritas, maka muridnya pun akan tumbuh dengan nilai yang sama,” ujar Kajari Karo.
Ia menambahkan, melalui program Jaksa Peduli Pendidikan ini, pihaknya ingin memastikan para kepala sekolah dan guru memiliki rasa aman dalam mengelola pendidikan. Pemahaman hukum yang kuat dinilai penting agar mereka tidak terjebak dalam persoalan hukum akibat ketidaktahuan.
“Bersama para pendidik, Kejari Karo ingin menyiapkan Generasi Emas 2045 yang cerdas, berkarakter, dan bersih dari korupsi. Itu dimulai dari ruang kelas hari ini,” tegasnya.
Edukasi Hukum untuk Kepala Sekolah SMA, SMK, hingga SLB
Program ini dihadiri jajaran pimpinan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Karo. Kehadiran lintas jenjang pendidikan menunjukkan bahwa isu integritas dan pengelolaan anggaran adalah persoalan bersama.
Materi yang disampaikan fokus pada pencegahan korupsi di lingkungan pendidikan, terutama terkait pengelolaan dana BOS, dana operasional sekolah, dan program-program pemerintah lainnya. Kejari Karo memberikan pemahaman tentang rambu-rambu hukum, risiko hukum yang sering muncul, serta cara mitigasinya.
Sesi diskusi interaktif menjadi bagian paling hidup dalam kegiatan ini. Para kepala sekolah memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai persoalan teknis di lapangan, mulai dari administrasi keuangan hingga pelaksanaan proyek kecil di sekolah.
Kami ingin kepala sekolah tidak bekerja dalam ketakutan. Mereka harus tahu batasannya, tahu prosedurnya, dan tahu ke mana harus bertanya jika ragu. Itu fungsi kami hadir di sini,” jelas salah satu jaksa pendamping.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan: Ini Energi Baru bagi Sekolah
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kejari Karo. Menurut mereka, program ini menjadi energi baru bagi kepala sekolah untuk menjalankan tugas dengan lebih percaya diri, transparan, dan sesuai koridor hukum.
“Selama ini kepala sekolah sering merasa sendiri saat menghadapi persoalan administrasi dan hukum. Dengan adanya pendampingan dari Kejaksaan, beban itu berkurang. Kami bisa fokus pada kualitas pembelajaran,” ujar perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV.
Sinergi seperti ini dinilai penting karena dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pendidik, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk menciptakan ekosistem yang sehat.
Komitmen Jangka Panjang untuk Pendidikan Bersih di Karo
Melalui “Jaksa Peduli Pendidikan”, Kejaksaan Negeri Karo berkomitmen untuk terus mengawal dunia pendidikan di Kabupaten Karo secara berkelanjutan. Program ini tidak berhenti di satu pertemuan, tetapi akan ditindaklanjuti dengan pendampingan, sosialisasi, dan ruang konsultasi hukum bagi sekolah-sekolah.
Harapannya, sekolah benar-benar menjadi laboratorium moral yang melahirkan calon pemimpin masa depan bangsa dengan integritas tinggi. Anak-anak yang hari ini duduk di bangku SMA, SMK, dan SLB adalah mereka yang akan memimpin Indonesia di 2045.
Dengan guru yang berintegritas dan sekolah yang dikelola bersih, cita-cita Generasi Emas 2045 bebas korupsi bukan lagi sekadar slogan. Ia mulai ditanamkan dari ruang kelas, dari keteladanan, dan dari sistem yang dijaga bersama oleh semua pihak.
Kejari Karo berharap, program ini bisa menjadi model bagi daerah lain dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini, dimulai dari tempat paling fundamental: sekolah.(Lia Hambali)
Sumber : Humas Kejari Karo
































