Kepahiang, AgaraNews. Net – Desa Pagar Gunung, Kabupaten Kepahiang, menggelar Musyawarah Desa untuk menyusun rencana penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Musyawarah dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat agar perencanaan benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Kegiatan yang bersumber dari dana APBN yang langsung dikucurkan pusat ke setiap desa se-Indonesia ini berlangsung di balai desa setempat dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Acara dibuka langsung oleh Ketua BPD Desa Pagar Gunung Junaidi, didampingi PJs Kepala Desa Edi Darmawan, http://S.Sos, perangkat desa, serta lima anggota BPD. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk membangun desa secara transparan dan partisipatif.
Musyawarah juga dihadiri Sekcam Kepahiang Arismansya, pendamping desa HEPI April Lia Sutoyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, alim ulama, dan cerdik pandai Desa Pagar Gunung.
Keterlibatan lintas unsur ini penting agar setiap usulan yang muncul dapat dipertimbangkan dari berbagai sisi, mulai dari teknis, keamanan, hingga kebutuhan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, PJs Kepala Desa Edi Darmawan menyampaikan rencana kegiatan fisik yang akan dilaksanakan Desa Pagar Gunung pada 2026. Karena keterbatasan anggaran, desa hanya memprioritaskan pembangunan rabat beton sepanjang 100 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 20 sentimeter di wilayah Kadus III.
“Fokus kita tahun depan adalah menyelesaikan akses jalan yang memang mendesak untuk warga di Kadus III. Dengan rabat beton ini, aktivitas warga diharapkan lebih lancar, terutama saat musim hujan,” ujar Edi Darmawan.
Selain kegiatan fisik, desa juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 6 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran BLT ini tetap menjadi prioritas untuk membantu warga yang tergolong rentan secara ekonomi.
Pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran untuk honorium perangkat desa, perangkat agama, LPM, BPD, kader posyandu, dan pengurus PKK Desa Pagar Gunung.
“Semua program ini disusun berdasarkan hasil musyawarah. Kami ingin setiap rupiah dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Edi Darmawan.
Dengan musyawarah yang terbuka, Desa Pagar Gunung berharap APBDes 2026 bisa menjadi jembatan antara kebutuhan warga dan kebijakan pemerintah, sehingga pembangunan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.(Dank Amrel)
































