Tanah Karo, AgaraNews. Net, Bupati Karo, Antonius Ginting memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan “Festival Bunga dan Buah Tanah Karo Tahun 2026” yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Karo pada Rabu 24 Agustus 2026
Rapat ini menjadi langkah strategis Pemkab Karo untuk mengukur keberhasilan festival tahunan kebanggaan masyarakat Karo tersebut, sekaligus merumuskan perbaikan agar event ke depan semakin besar dan berdampak.
Turut hadir dalam rapat tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo termasuk perwakilan dari Kejaksaan Negeri Karo, seluruh panitia pelaksana, kepala OPD terkait, pelaku UMKM, asosiasi petani, dan para Stakeholder Pariwisata.
Kehadiran Forkopimda dan Kejari Karo menjadi bentuk sinergitas dalam mengawal program pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian yang menjadi ikon Tanah Karo.
Dalam arahannya, Bupati Karo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian Festival Bunga dan Buah 2026.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Forkopimda, panitia, para petani, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat Tanah Karo. Berkat gotong royong kita semua, festival tahun ini dapat berjalan dengan baik dan meriah,”ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa festival ini bukan hanya ajang seremonial. Lebih dari itu, Festival Bunga dan Buah adalah etalase untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan hasil pertanian Tanah Karo kepada wisatawan nusantara hingga mancanegara.
Rapat evaluasi ini secara khusus membedah pelaksanaan festival dari berbagai aspek. Tujuannya untuk mencatat capaian, kendala, serta masukan agar kualitas acara terus meningkat setiap tahun.
Beberapa fokus pembahasan dalam rapat :
1. Peningkatan Daya Tarik Wisata : Penataan stand, atraksi budaya, dan promosi agar Festival Bunga dan Buah semakin diminati wisatawan.
2. Penguatan Ekonomi Petani : Memastikan produk bunga dan buah Karo serta olahannya memiliki nilai jual tinggi dan menjangkau pasar lebih luas.
3. Manajemen dan Keamanan : Evaluasi terhadap kelancaran acara, kenyamanan pengunjung, dan koordinasi antar instansi.
4. Branding “Tanah Karo Mendunia” : Strategi digitalisasi dan kerja sama media untuk memperluas jangkauan promosi festival.
“Evaluasi ini penting. Kita lihat apa yang sudah baik untuk kita pertahankan, dan apa yang kurang untuk kita perbaiki. Harapan kita, ke depan pariwisata dan potensi agraris Tanah Karo semakin dikenal dunia,” tegas Bupati.
Perwakilan Kejaksaan Negeri Karo yang hadir juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program Pemkab Karo. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan tata kelola festival berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.
Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Karo optimis Festival Bunga dan Buah akan terus menjadi magnet pariwisata unggulan di Sumatera Utara, sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan pelaku ekonomi kreatif di Tanah Karo.(Lia Hambali)


































