Postidar : Jika Terjadi Anarkisme, Rakyat Akan Pasang Badan Menjaga Stabilitas Negara

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:42 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta, AgaraNews. Net – Mencermati kondisi sosial-politik yang mulai memanas, Profesional Terpadu Indonesia Raya (Postidar) menilai situasi tersebut masih dalam batas wajar. Terlebih, rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 dinilai masih berada dalam koridor demokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rilisnya, Selasa (25/8/2026) di Jakarta, Postidar menyatakan, demonstrasi merupakan mekanisme konstitusional dalam menyampaikan aspirasi. Namun demikian, Postidar memberikan catatan penting bahwa kerja keras Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai menunjukkan hasil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Menurut Presidium Postidar Ahmad Kailani, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, Prabowo dan Gibran telah bekerja keras mempersatukan berbagai kekuatan di dalam negeri.Tidak hanya di dalam negeri, lanjut Kailani, Prabowo juga mencanangkan diplomasi dengan semangat persahabatan (friendship), sebagaimana disampaikan dalam pidatonya, “seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.”

“Lalu, apa hasilnya? Satu per satu pohon diplomasi Presiden Prabowo mulai berbuah. Salah satu hasilnya adalah bangkitnya lapangan gas Abadi di Blok Masela, Maluku, yang sempat mangkrak selama hampir 30 tahun,” ujar Kailani.

Menurut dia, proyek dengan nilai investasi lebih dari Rp350 triliun tersebut dikelola INPEX asal Jepang dengan kepemilikan 65 persen, Pertamina 20 persen, dan Petronas 15 persen. Proyek tersebut juga telah menjalani groundbreaking yang dilakukan Presiden Prabowo pada awal Juli 2026.

“Bukti lainnya adalah pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 sebesar 5,6 persen yang dinilai cukup signifikan,” kata Kailani.

Namun, menurut Kailani, kerja keras pemerintah yang mulai memberikan dampak bagi masyarakat justru mulai diusik oleh berbagai narasi yang berkembang, baik melalui opini di media sosial maupun aksi demonstrasi, termasuk rencana aksi pada 27 Agustus 2026.

Sementara itu, Presidium Postidar Agus Teddy Sumantri mengatakan keberlanjutan stabilitas sosial dan ekonomi merupakan fondasi utama bagi kemajuan Indonesia.

Karena itu, Teddy menilai rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 perlu dilakukan secara tertib dan tidak boleh mengganggu stabilitas nasional.

“Indonesia saat ini sedang berada dalam fase penting growing up, sebuah momentum pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan fokus, kerja keras, serta sinergi dari seluruh elemen bangsa,” ujar Teddy.

Menurut dia, di tengah ketidakpastian dan tantangan global yang semakin kompleks, stabilitas nasional menjadi modal utama agar Indonesia mampu bersaing dan bertahan di panggung internasional.

Presidium Postidar lainnya, Sulaiman Haikal, mengatakan dirinya meyakini aksi pada 27 Agustus 2026 tidak akan menimbulkan sesuatu yang dapat menggoyahkan stabilitas negara.

Menurut Haikal, para pelaku ekonomi dan kalangan profesional menilai demokrasi di Indonesia telah semakin matang dan dewasa. Ia juga meyakini masyarakat akan senantiasa “pasang badan” jika ada upaya yang mencoba memaksakan agenda politik di luar koridor demokrasi dan hukum.

Menjelang 27 Agustus, percakapan di media sosial terkait rencana aksi juga semakin ramai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Digital sekaligus Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

Dalam salah satu video yang beredar, Budi Arie menyebut pemerintahan Prabowo “tidak sampai 2029” dan kemungkinan terjadinya “percepatan politik”. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang juga dihadiri mantan Presiden Joko Widodo.

Mencermati pernyataan tersebut, Postidar menyayangkan pernyataan yang keluar dari seorang mantan menteri.

Presidium Postidar Thurman Simanjuntak menilai pernyataan Budi Arie berpotensi menimbulkan kegaduhan dan ketidakpastian yang tidak diperlukan masyarakat.

“Jika pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Budi Arie, maka dia perlu menjelaskannya secara terbuka dan tidak berlindung semata-mata di balik alasan video terpotong. Publik berhak mendapatkan penjelasan yang utuh,” tegas Thurman.

Menurut Thurman, Indonesia saat ini membutuhkan persatuan dan kerja nyata, bukan spekulasi mengenai perubahan politik.

“Yang dibutuhkan Indonesia bukan spekulasi mengenai perubahan politik, melainkan persatuan dan kerja nyata. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap mendukung dan mengawal program-program strategis Pemerintah Presiden Prabowo, khususnya yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Postidar menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, setiap aksi harus tetap berada dalam koridor hukum, berlangsung secara damai, dan tidak berkembang menjadi tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat serta mengganggu stabilitas nasional. (Lia Hambali)

Editor: Gus Din

Berita Terkait

Babinsa Parongil Sambangi Pekerja Bangunan, Pesan Kewaspadaan Jadi Perhatian
Babinsa 04/Tigalingga Komsos Bersama Camat, Bahas Pencegahan Karhutla
Komsos di Kuta Dame, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Ajak Perangkat Desa Waspadai Karhutla
Babinsa Koramil 07/Salak Komsos Bersama Perangkat Desa Simerpara
Pangdam I/BB Tiba di Dairi, Disambut Dandim dan Sejumlah Pejabat Daerah
Pangdam I/BB Kunjungi Kodim 0206/Dairi, Tekankan Prajurit Tetap Tulus Mengabdi dan Bijak Bermedia Sosial
Polisi Siagakan 53 Personel Amankan Aksi Unras Eks Karyawan Megah Asia di Penjaringan
PBG Simalungun Rampung, Tuduhan “Mangkrak” Dibantah,..!!!

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Babinsa Parongil Sambangi Pekerja Bangunan, Pesan Kewaspadaan Jadi Perhatian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Babinsa 04/Tigalingga Komsos Bersama Camat, Bahas Pencegahan Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Komsos di Kuta Dame, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Ajak Perangkat Desa Waspadai Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Komsos Bersama Perangkat Desa Simerpara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Pangdam I/BB Tiba di Dairi, Disambut Dandim dan Sejumlah Pejabat Daerah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Polisi Siagakan 53 Personel Amankan Aksi Unras Eks Karyawan Megah Asia di Penjaringan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:49 WIB

PBG Simalungun Rampung, Tuduhan “Mangkrak” Dibantah,..!!!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Postidar : Jika Terjadi Anarkisme, Rakyat Akan Pasang Badan Menjaga Stabilitas Negara

Berita Terbaru