Tanah Karo, AgaraNews. Net – Komitmen meningkatkan produktivitas pertanian di Tanah Karo terus digalakkan. PT. Syngenta Indonesia*bersama Pemerintah Kecamatan Laubaleng menggelar kegiatan “Transfer Teknologi Budidaya Tanaman Padi – Expo Incipio” di Desa Martelu, Senin 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lahan Bapak Tarigan, sebelah RM Bunda Bibah, Desa Martelu ini dihadiri langsung oleh Camat Laubaleng, Bapak Robert Wagner Ginting, ratusan petani dari Desa Martelu dan desa sekitar, serta tim ahli dari PT. Syngenta Indonesia.
Acara yang dimulai pukul 09.00 – 15.00 WIB ini dikemas tidak hanya sebagai sosialisasi, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Tujuannya jelas: memberikan edukasi dan mengenalkan teknologi terbaru untuk meningkatkan produksi tanaman padi.
Vina Magdalena selaku Sales Executive PT. Syngenta Indonesia menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap petani di Kabupaten Karo.
“Kami ingin petani di Laubaleng, khususnya Desa Martelu, bisa mendapatkan akses ilmu dan teknologi terbaru. Mulai dari cara tanam yang efisien, pemupukan berimbang, sampai pengendalian hama. Harapannya hasil panen bisa meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut naik,” ujar Vina.
Salah satu materi utama dalam Expo Incipio adalah Sosialisasi Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi. Hama ini diketahui menjadi salah satu penyebab utama gagal panen di beberapa wilayah Karo.
Para petani diberikan pemahaman tentang ciri-ciri serangan, cara pencegahan dini, hingga penggunaan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan dan efektif. Tim dari Syngenta juga melakukan demonstrasi langsung di lahan.
Selain materi teknis, acara juga dimeriahkan dengan kuis berhadiah, permainan, penjualan produk dengan hadiah, undian kehadiran, dan hiburan agar suasana tetap santai dan interaktif.
Kehadiran Camat Laubaleng Robert Wagner Ginting menjadi dukungan nyata pemerintah kecamatan terhadap upaya peningkatan kapasitas petani.
Dalam sambutannya, Camat Robert Wagner Ginting mengapresiasi inisiatif PT. Syngenta Indonesia yang mau turun langsung ke desa.
“Pemerintah Kecamatan Laubaleng sangat mendukung kegiatan seperti ini. Petani kita butuh ilmu baru, butuh teknologi baru. Dengan adanya Expo Incipio ini, saya berharap para petani di Martelu dan sekitarnya bisa menerapkan apa yang sudah diajarkan. Kalau hasil panen meningkat, maka ketahanan pangan di Laubaleng juga semakin kuat,” tegas Camat.
Beliau juga mengajak para petani untuk tidak ragu bertanya dan memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya.
Ratusan petani tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Momen makan siang bersama juga menjadi ajang diskusi santai antara petani, penyuluh, dan tim Syngenta.
Kegiatan ditutup dengan pengundian hadiah dan penyerahan cinderamata kepada peserta yang aktif bertanya.
Dengan adanya transfer teknologi ini, diharapkan petani di Desa Martelu dan wilayah Laubaleng pada umumnya dapat beradaptasi dengan pertanian modern, sehingga mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan tuntutan pasar.(Lia Hambali)


































