PMII Kota Banda Aceh: Jangan Biarkan Ketidakjelasan Program Menggerus Kepercayaan Rakyat kepada Pemerintah Aceh

LIA HAMBALI

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:33 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Banda Aceh, AgaraNews . Net – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Banda Aceh menyoroti pernyataan Menteri Pertanian Republik Indonesia terkait lambatnya realisasi sejumlah program pertanian di Aceh yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Informasi tersebut hendaknya menjadi momentum evaluasi bersama agar seluruh kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PC PMII Kota Banda Aceh, Muhammad Idris, menegaskan bahwa masyarakat Aceh, khususnya para petani dan warga yang terdampak bencana banjir, saat ini membutuhkan langkah nyata dari pemerintah, bukan sekadar kepastian bahwa anggaran telah dialokasikan. Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan setiap program benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Apabila memang terdapat kendala administratif maupun teknis dalam proses penyaluran, maka Pemerintah Aceh perlu menyampaikannya secara terbuka kepada publik. Transparansi merupakan bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar sekaligus menjadi upaya menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Muhammad Idris.

PMII Kota Banda Aceh berpandangan bahwa kondisi masyarakat Aceh yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana banjir membutuhkan kehadiran pemerintah yang responsif, cepat, dan solutif. Berbagai bantuan dan program yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat hendaknya segera direalisasikan sehingga dapat membantu pemulihan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.

Selain percepatan realisasi program, PMII juga mendorong Pemerintah Aceh untuk membangun komunikasi publik yang lebih terbuka. Keterbukaan informasi akan mencegah munculnya spekulasi, prasangka, maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sebaliknya, minimnya informasi berpotensi menimbulkan keresahan dan membuat masyarakat merasa tidak memperoleh kepastian atas hak-haknya.

Kami berharap masyarakat tidak terus berada dalam ruang ketidakpastian. Pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjelaskan perkembangan penyaluran setiap program secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi dibayangi berbagai dugaan yang dapat memperlemah kepercayaan terhadap pemerintah,” lanjutnya.

PMII Kota Banda Aceh juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam membangun Aceh. Oleh karena itu, seluruh jajaran Pemerintah Aceh perlu menjaga amanah yang telah diberikan rakyat melalui tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, PMII Kota Banda Aceh menyatakan komitmennya untuk terus mengawal setiap kebijakan publik secara objektif, kritis, dan konstruktif. PMII meyakini bahwa kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih baik.

Kami juga berharap kepemimpinan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mampu menjawab harapan besar masyarakat Aceh. Sosok yang selama ini memperoleh kepercayaan dan penghormatan dari rakyat hendaknya terus menjaga amanah tersebut melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, serta memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Kepercayaan yang telah dibangun selama ini adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata, keterbukaan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” tutup Muhammad Idris.(Lia Hambali)

Berita Terkait

Menhut Raja Antoni Turun ke Lokasi Karhutla Kalimantan Selatan, Operasi Pemadaman Diperkuat
Menembus Medan Sulit Demi Selamatkan Hutan, TNI-Polri dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla Bengkalis
Perkuat Basis hingga Desa, DPD GMPI Sidoarjo Gelar Konsolidasi dan Siapkan Pengawalan Hukum Warga
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Brigif TP 37/ HS Tunjukkan Bukti Pencapaian Nyata di HUT Ke-1
Tingkatkan Kerjasama yang Baik Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Komsos Bersama Aparat desa
UNTUK MEMPERAT TALI SILAHTURAHMI BERSAMA PEMUDA BABINSA MELAKSANAKAN GOTONG ROYONG
Babinsa Koramil 04 Beutong Kodim 0116/Nagan Raya Anjangsana ke Peukan tradisional
Babinsa dan Warga Cor Rangkai Besi Tali Sling Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Menhut Raja Antoni Turun ke Lokasi Karhutla Kalimantan Selatan, Operasi Pemadaman Diperkuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Menembus Medan Sulit Demi Selamatkan Hutan, TNI-Polri dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla Bengkalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Perkuat Basis hingga Desa, DPD GMPI Sidoarjo Gelar Konsolidasi dan Siapkan Pengawalan Hukum Warga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Brigif TP 37/ HS Tunjukkan Bukti Pencapaian Nyata di HUT Ke-1

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Tingkatkan Kerjasama yang Baik Babinsa Koramil 03 Senagan Timur Komsos Bersama Aparat desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Babinsa Koramil 04 Beutong Kodim 0116/Nagan Raya Anjangsana ke Peukan tradisional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Babinsa dan Warga Cor Rangkai Besi Tali Sling Pondasi Jembatan Gantung Perintis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Jaga Keamanan Wilayah Binaan Babinsa Laksanakan Patroli Malam

Berita Terbaru