Tanjungbalai,Agara News. Net // Aliansi Organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam CIPAYUNG Plus Kota Tanjungbalai menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama yang berlangsung Dengan Tertib, Aman, lancar dan Kondusif pada Sabtu malam (25/7/2026) Sekitar pukul 21.00 WIB di Depan Mako Polres Tanjungbalai.yang diliput Oleh Agara News.Com dari Lokasi.
Ketua Gerakan Mahasiswa Aspiratif (*GEMAS*) Ahmad Fadli Nasution saat ditemui di Sela-sela acara Dzikir dan Doa Bersama
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai Organisasi Mahasiswa dan kepemudaan sebagai bentuk Ikhtiar Spiritual sekaligus kepedulian terhadap kemajuan Kota Tanjungbalai, khususnya dalam mendorong penguatan Perlindungan Anak serta mengembalikan Marwah Kota Tanjungbalai sebagai Kota Ulama.Ujarnya.
Sebelum Pelaksanaan kegiatan, Panitia telah menyampaikan Undangan kepada Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim,SE,MAP Wakil Walikota Tanjungbalai,M.Fadli Abdina, SP, Msi serta jajaran Polres Tanjungbalai. Namun hingga kegiatan berakhir, tidak tampak kehadiran Walikota, Wakil Walikota, maupun Unsur pimpinan atau Perwakilan Pemerintah Kota (*Pemko*) Tanjungbalai. Sementara itu, kegiatan tetap Berlangsung dengan Tertib dan mendapat pengamanan dari personel Polres Tanjungbalai.
Ketua GEMAS Tanjungbalai, A. Fadli Nasution yang akrab disapa Bimbom, menyampaikan Apresiasi kepada Polres Tanjungbalai yang telah melaksanakan Pengamanan sehingga kegiatan berjalan Aman, Tertib, lancar dan kondusif. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk Doa bersama sekaligus Dukungan Moral kepada Aparat kepolisian dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
“Kami menyampaikan Dukungan Penuh kepada Polres Tanjungbalai untuk terus bekerja secara Profesional dalam menjaga Keamanan, ketertiban, serta menangani berbagai Persoalan Hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap Sinergi antara Mahasiswa dan kepolisian terus terjalin demi terciptanya Kota Tanjungbalai yang aman, Religius, dan Kondusif,” ujar Bimbom.
Di sisi lain, Bimbom mengaku menyayangkan tidak adanya kehadiran Walikota maupun Wakil Walikota Tanjungbalai pada kegiatan yang mengusung Nilai-nilai keagamaan dan Kepedulian Sosial tersebut.
“Kami menghormati kesibukan Walikota dan Wakil Walikota. Namun kami juga mempertanyakan mengapa tidak ada satu pun yang hadir ataupun mengirimkan perwakilan dalam kegiatan Dzikir dan Doa bersama ini. Padahal kegiatan ini murni bertujuan mendoakan kemajuan Kota Tanjungbalai, mengembalikan Marwah Kota Ulama, mendukung visi Tanjungbalai EMAS, serta mengajak seluruh Elemen memperkuat komitmen terhadap Perlindungan Anak,” katanya.
Bimbom menambahkan, Perlindungan Anak merupakan Tanggung jawab bersama seluruh Elemen Bangsa, termasuk Pemerintah Daerah. Menurutnya, kehadiran Pimpinan Daerah dalam kegiatan yang membawa Pesan Moral, keagamaan, dan Kepedulian terhadap Anak akan menjadi Simbol Komitmen Pemerintah dalam Membangun kepercayaan Masyarakat.
“Pertanyaan yang muncul di tengah Masyarakat adalah, apakah Perlindungan Anak sudah benar-benar menjadi Prioritas Pemerintah Kota (*Pemko*) Tanjungbalai? Kami berharap Pemerintah dapat menjawabnya melalui Langkah-langkah Nyata, memperkuat Kolaborasi, serta hadir bersama Masyarakat dalam setiap Upaya membangun kota yang lebih aman dan Ramah bagi Anak,” tutup Bimbom.
Kegiatan Zikir dan Doa Bersama tersebut diikuti oleh PMII, KAMMI, BEM STAI Al Hikmah, IPNU, GEMAS, Pemuda Berbicara, serta Organisasi lainnya yang tergabung dalam CIPAYUNG Plus Kota Tanjungbalai.
Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini murni bertujuan memperkuat Nilai-nilai Spiritual, mempererat persatuan, mengembalikan Marwah Kota Tanjungbalai sebagai Kota Ulama, mendukung visi dan misi Pemerintah Kota ,(*Pemko*) Tanjungbalai dalam mewujudkan Tanjungbalai EMAS, serta memberikan Dukungan Moril kepada Polres Tanjungbalai dalam menjaga Keamanan, Ketertiban, dan Kondusivitas di tengah Masyarakat.
Melalui kegiatan ini, CIPAYUNG Plus berharap Sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Kota (*Pemko*) Tanjungbalai, dan Polres Tanjungbalai dapat semakin diperkuat. GEMAS juga berharap Pemerintah Kota Tanjungbalai lebih Responsif terhadap kegiatan-kegiatan yang membawa Pesan Moral, Keagamaan, dan Perlindungan Anak, sehingga kolaborasi dalam mewujudkan Kota Tanjungbalai yang Religius, Aman, dan Ramah Anak dapat berjalan lebih Baik.(Sofyan Parinduri BA /Kabiro )


































