Bekasi, AgaraNews. Net – Sejumlah keluhan terkait pelayanan publik di lingkungan SMKN 1 Setu, Kabupaten Bekasi, mendapat perhatian dari Kelompok Kerja atau Pokja Wartawan Setu. Lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter itu kini didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bidang Hubungan Masyarakat atau Humas.
Desakan tersebut muncul setelah Pokja Wartawan Setu menerima masukan dari masyarakat dan insan pers mengenai tata cara penerimaan tamu di sekolah.
Untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut, tim Pokja Wartawan Setu yang dipimpin Sekretaris Jenderal Supriyadi dan Wakil Ketua Raden Sukayat melakukan kunjungan langsung ke SMKN 1 Setu pada Senin, 13 Juli 2026.
Dalam kunjungan itu, dialog dengan pihak sekolah dilakukan di halaman kantor dengan posisi berdiri. Belum tersedia fasilitas tempat duduk maupun ruangan khusus untuk menerima tamu.
“Kami datang untuk mengklarifikasi masukan warga mengenai pelayanan tamu, sekaligus mencari informasi langsung terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB, termasuk isu pungutan di luar ketentuan,” ujar Supriyadi kepada media, Selasa, 14 Juli 2026.
Supriyadi menegaskan, insan pers tidak menuntut perlakuan khusus. Namun ia berharap standar keramahan dan etika pelayanan dapat diterapkan di setiap instansi pemerintah.
“Kami diterima di depan kantor dalam posisi berdiri. Mungkin karena kesibukan, sehingga belum sempat dipersilakan masuk,” tambahnya.
Kunjungan tersebut juga bertujuan mendorong keterbukaan informasi terkait PPDB. Di tengah masa penerimaan siswa baru yang sensitif, keterbukaan dari pihak sekolah dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi di masyarakat.
Beberapa warga yang menyampaikan masukan kepada Pokja mengaku merasa kurang nyaman saat berurusan dengan pihak sekolah. Padahal, lembaga pendidikan seharusnya menjadi contoh dalam memberikan pelayanan publik.
Wakil Ketua Pokja Wartawan Setu, Raden Sukayat, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai perlu ada perbaikan agar pelayanan ke depan lebih baik.
“Lembaga pendidikan adalah contoh bagi masyarakat. Sikap dan pelayanan dari tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan akan menjadi teladan bagi para siswa. Karena itu perlu ada evaluasi agar pelayanan publik di sekolah bisa lebih optimal,” tegas Raden Sukayat.
Raden Sukayat juga meluruskan bahwa kedatangan Pokja Wartawan Setu merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian sebagai warga yang berdomisili di wilayah tersebut.
“Kritik dan masukan kami murni untuk kemajuan pendidikan di Kecamatan Setu. Kami tidak memiliki tendensi negatif. Justru kami ingin SMKN 1 Setu terus berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak baik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu langkah dari pihak SMKN 1 Setu terkait perbaikan tata kelola pelayanan publik dan keterbukaan informasi PPDB. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi. (Lia Hambali)


































